Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 15 : Sekte Api Mengamuk Mulai Bergerak


__ADS_3

Glup!


Wang Lin menelan ludahnya sambil mencoba untuk terus berpikir positif.


"Sadarlah bodoh, dia itu muridmu."


"Maksudmu?" Wang Lin bertanya sambil membiarkan Yan Ruyu masuk kedalam ruangannya.


Setelah duduk di kasur bersama Wang Lin, Yan Ruyu sedikit terkejut dengan formasi pelindung yang ada di setiap sudut ruangan gurunya.


"Master, apakah kamu seorang pembuat array?" Tanya Yan Ruyu.


Sebenarnya, ia selalu merasa kagum pada gurunya. Sejak pertemuan mereka sampai saat ini, Wang Lin secara terus-menerus membuatnya terkejut.


Hal yang paling mengejutkannya selama ini adalah benda yang tiba-tiba muncul dari kekosongan, cincin penyimpanan, dan juga pil penyembuhan setingkat Immortal.


Semua itu jelas hal yang mustahil di Dunia Mortal.


Meskipun begitu, Yan Ruyu menekan rasa ingin tahunya karena menghormati rahasia yang Wang Lin miliki.


Tapi saat ini, Yan Ruyu tidak dapat menahan rasa penasarannya dan tanpa sadar mengucapkan hal yang ada di pikirannya.


"Astaga, apa yang baru saja aku tanyakan. Apakah itu membuat guru merasa tidak nyaman.."


Yan Ruyu melirik ke samping, dia melihat gurunya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Benar saja, mungkin master–."


Sebelum Yan Ruyu menghela nafas kecewa, dia mendengar Wang Lin berkata.


"Yah, aku sebenarnya dapat membuat beberapa array. Tetapi itu hanya di tingkat dasar." Wang Lin menjawab sambil tersenyum palasu.


Dia tidak bisa fokus sedari awal karena pakaian yang dipakai muridnya saat ini.


"Ayo, cepatlah keluar... Jika kau terus menggoda gurumu seperti ini. Adik kecilku akan kehilangan kendali." Batin Wang Lin menahan pikiran negatifnya keluar.


"Selain itu, apa yang membuatmu mendatangiku Ruyu?"


Mendengar itu, Yan Ruyu teringat tujuannya datang menemui gurunya.


Dia kemudian menjelaskan tentang bahan-bahan yang ia butuhkan dan alasan dia datang menemuinya.


"Hmm, jadi kamu ingin meminjam koin emas dariku untuk membeli barang-barang itu?"


Yan Ruyu mengangguk.


"Tapi untuk apa barang-barang yang kamu perlukan tadi, bukankah beberapa dari mereka sangat langka?"


Mendengar itu, Yan Ruyu menundukkan kepalanya. Dia tahu bahwa Wang Lin akan menanyakan alasannya, tetapi dia sudah menemukan alasan yang tepat.


"A–Aku memerlukannya untuk Kultivasiku Master."


Wang Lin melihatnya kemudian menyipitkan mata, dia memejamkan matanya sambil menghela nafas.

__ADS_1


"Jika kamu memang tidak ingin menjawabnya tidak perlu memaksakan diri.."


Wang Lin membuka toko sistem, kemudian mencari barang-barang yang muridnya butuhkan.


Dua barang itu menghabiskan 250 poin.


Sebelum memberikan kedua barang itu pada muridnya, Wang Lin melanjutkan ucapannya tadi.


"Semua orang memiliki rahasia, bahkan aku tidak terkecuali. Tetapi kamu juga tidak perlu berbohong jika tidak ingin mengatakan rahasiamu." Ujar Wang Lin.


Sementara itu, Yan Ruyu menundukkan kepalanya karena merasa bersalah. Hatinya terasa sangat sakit setelah mendengar itu.


Wang Lin adalah penyelamat sekaligus orang yang ia sayangi, menyadari bahwa kebohongan kecilnya akan menyebabkan itu. Yan Ruyu merasa sangat bersalah.


"Maaf Master, maafkan aku..."


Butiran air mata terlihat berjatuhan dan membasahi pakaiannya.


Pada saat yang sama, Wang Lin mengulurkan tangannya dan membersihkan air mata di wajah Yan Ruyu.


Dia tersenyum hangat sambil mengelus kepala muridnya dengan lembut.


"Tidak perlu merasa bersalah seperti itu, lagipula aku tidak marah padamu. Dan juga.."


Wang Lin mengeluarkan Batu Spirit, dan juga Pil Sun Breathing dari cincin penyimpanannya.


Energi Yang dalam jumlah yang begitu besar segera memenuhi ruangan itu.


"Tidak perlu mencarinya, gurumu memilikinya disini. Dan juga, jika kamu memerlukan hal lain di masa depan, kamu tinggal memberitahukan hal itu padaku." Ucap Wang Lin dengan percaya diri.


"Aaa... Terimakasih master."


Yan Ruyu tanpa sadar memeluk Wang Lin dan membenamkan kepalanya di dada Wang Lin.


Itu terasa sangat hangat dan membuat Yan Ruyu merasa sangat nyaman.


"Bisakah kamu melepasku Ruyu, situasi ini membuatku canggung."


Begitu Yan Ruyu tersadar, ia dengan cepat menjauh dan meminta maaf pada Wang Lin.


"Untuk yang tadi ... Aku akan memberitahukan semua rahasiaku setelah aku siap master."


Setelah mengatakan itu, ia segera kembali ke kamarnya.


Melihat siluet muridnya menghilang, Wang Lin dengan cepat menutup pintu kamarnya dan menarik nafas beberapa kali.


"Sialan, itu terlalu berbahaya. Tubuhku terasa sakit karena menahan adik kecilku agar tidak berdiri." Gumam Wang Lin pada dirinya sendiri.


"Pantas saja saat makan tadi kamu menjadi pusat perhatian. Ini karena pesona Yan Ruyu jauh melebihi ekspektasiku."


Duduk di lantai kamarnya, Wang Lin mengingat kembali kejadian tadi.


"Hehe, saat dia memelukku tadi dua gunung itu terasa sangat lembut. Ruyu saat ini masih berumur 15 tahun, aku bertanya-tanya apakah itu bisa tumbuh lebih besar lagi?"

__ADS_1


Membayangkan hal-hal aneh pada muridnya, Wang Lin menyeringai bahkan tidak menyadari bahwa air liurnya telah menetes ke lantai.


Plakk!!


Kembali ke akal sehatnya, Wang Lin menyadari hal bejat apa yang baru saja dia pikirkan.


"Daripada memikirkan hal tidak berguna seperti itu, lebih baik aku melanjutkan latihanku."


***


Lembah Api, Sekte Api Mengamuk~


Di sebuah lembah yang berada di timur kota mawar putih, terlihat puluhan bangunan besar yang berdiri kokoh di puncak gunung.


Puncak itu merupakan lokasi utama dimana sekte api mengamuk berdiri.


Sekte Api mengamuk sendiri termasuk sekte kelas menengah, dimana ketua sekte mereka berada di ranah Martial Grandmaster.


Meski mereka belum menjadi sekte kelas atas, tetapi hanya masalah waktu sebelum mereka menjadi sekte kelas atas.


Di halaman utama kediaman ketua sekte, seorang pria paruh baya berlutut di luar kediamannya.


"Huang Lu, tetua murid luar memohon bertemu dengan ketua sekte." ucap pria paruh baya itu.


Tak lama kemudian, pintu bangunan itu terbuka. Sosok pria paruh baya dengan rambut merah menyala layaknya api berjalan keluar.


Tekanan yang ia keluarkan membuat tetua murid luar itu bergidik ketakutan.


"Katakan, apa yang membuatmu datang kemari." Ucap ketua sekte api dingin tanpa ekspresi.


Tetua murid luar menekan rasa takutnya dan menjawab dengan nada bergetar, "Dua jam yang lalu di rumah makan, lima murid luar menyinggung seorang Kultivator."


"Lalu?" Ketua sekte mengerutkan kening tanpa menunjukkan ketertarikan.


Tetua murid luar itu menelan ludah kemudian menjelaskan kejadian di rumah makan secara detail.


Setelah mendengar suaranya, ekspresinya yang acuh menjadi marah. Dia melepaskan sebuah serangan hingga menghempaskan tubuh tetua luar.


"Memalukan!! Seorang tetua luar sekte api mengamuk di kalahkan tanpa perlawanan oleh seorang pria muda? Kurung dia di penjara selama satu bulan." Tegas ketua sekte api mengamuk.


"Maafkan aku ketua sekte, tetapi pria itu jelas memiliki identitas tersembunyi." Tetua murid luar berteriak memberi peringatan.


"Hmph, bahkan jika dia memiliki seseorang yang melindunginya. Tetapi menyinggung sekte api mengamuk sama dengan kematian.." Ketua sekte berkata dengan angkuh.


Setelah tetua murid luar di bawa pergi oleh dua tetua penegak hukum, ketua sekte api mengamuk memanggil seorang tetua murid dalam.


"Cari pria yang dia bicarakan, setelah kau menemukannya. Segera bunuh dia dan bakar mayatnya!"


"Baik ketua sekte."


Setelah menerima perintah dari ketua sekte api, tetua itu menghilang dari hadapan ketua sekte dalam sekejap mata.


***

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2