Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 16 : Tahap Kedua Tyrant Body


__ADS_3

Pagi hari terbit memancarkan sinar matahari orange yang ada di timur.


Di dalam kamar penginapan, Yan Ruyu membuka mata sambil menghembuskan nafas.


Setelah melakukan meditasi semalam, ia telah berhasil memurnikan pil sun breathing dan juga batu spirit.


Kini di dalam tubuhnya yang ramping dipenuhi dengan energi Yang dalam jumlah yang begitu besar.


"Satu langkah terakhir, aku harus menemukan seseorang dengan energi Yang yang murni. Tapi dimana aku bisa menemukannya?" Tanya Yan Ruyu pada dirinya sendiri.


Saat itu, dia kembali teringat dengan kalimat yang Wang Lin katakan padanya.


"Apakah mungkin master mengenal seseorang yang memiliki energi Yang murni?"


Meski ia sedikit ragu, tetapi Yan Ruyu tidak dapat menahan diri untuk pergi keluar.


Dia mengetuk pintu kamar gurunya dan berjalan masuk.


Tepat ketika ia melangkah masuk, energi Yang yang berada dalam tubuhnya tiba-tiba bergejolak.


Dia terjatuh di tanah sambil memegangi tubuhnya yang terasa panas.


"Ah... Ahh.. Master~"


Yan Ruyu mendesah ketika aliran rasa panas mengacaukan pikirannya.


Wang Lin yang saat itu panik memanggil sistem dan meminta bantuan darinya.


(Ding)


(Murid pertama host, Yan Ruyu sedang dalam kondisi kritis terobosan Tyrant Body tahap kedua)


(Karena dia membutuhkan seseorang dengan energi Yang murni, host diharapkan membantunya mensirkulasikan energi di tubuhnya)


(Hadiah akan diberikan tergantung kontribusi yang host berikan)


Setelah memahami informasi yang sistemnya berikan. Wang Lin mengangkat tubuh Yan Ruyu dan menidurkannya di atas kasur.


Tubuhnya yang begitu indah saat ini terlentang tidak berdaya di atas kasurnya. Apalagi keringat yang membasahi tubuhnya membuatnya semakin terlihat menggoda.


Meski begitu, pikiran Wang Lin saat ini terkunci pada pesan sistem yang baru saja muncul.


"Mensirkulasikan? Bagaimana caraku melakukannya..."


Ketika Wang Lin menghadapi jalan buntu, ia tiba-tiba teringat dengan novel Supreme War God yang ia baca di kehidupan sebelumnya.


"Mungkinkah cara seperti itu akan berhasil?"


Wang Lin mengangkat tubuh Yan Ruyu dan membantunya mengambil sikap lotus.

__ADS_1


Menghirup beberapa udara, Wang Lin meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Yan Ruyu.


Saat energi hangat dari tubuhnya mengalir kedalam tubuh Yan Ruyu, ia bisa melihat seberapa besar energi Yang yang meluap di dalam tubuh muridnya.


"Ada beberapa titik Meridiannya yang tersumbat, aku harus membantunya membuka titik-titik itu.."


Mengalirkan energinya lebih banyak, Wang Lin membimbing energi Yang yang meluap di tubuh Yan Ruyu untuk membuka beberapa titik Meridian yang tersumbat.


Setelah proses yang berlangsung sangat lama, Yan Ruyu tiba-tiba membuka mata. Tubuhnya mengeluarkan cahaya yang begitu terang bersama dengan ledakan yang menghancurkan pelindung Wang Lin dan juga atap penginapan.


Terhempas di dinding kamarnya, Wang Lin tersenyum kecut melihat muridnya yang melayang di udara kosong.


Sekujur tubuh Yan Ruyu di penuhi dengan rune kuno, rambutnya yang berwarna hitam memutih dan sebuah tanda api muncul di keningnya.


"Seperti yang di harapkan... Muridku sungguh seorang monster!"


Sementara itu, di kota mawar putih dan beberapa sekte besar yang berada di sekitar sana.


Para Kultivator merasakan tubuh mereka bergetar seolah ingin bersujud saat merasakan tekanan energi dari Tyrant Body Yan Ruyu.


Di dalam ruangannya di pusat kota mawar putih, seorang pria tua melihat ke penginapan dari jendela yang ada di ruangannya.


"Sungguh tekanan yang mengerikan, aku tidak menyangka di kotaku ada seseorang ahli tersembunyi."


Pria tua yang sedang berbicara saat ini adalah Lin Chu, penguasa kota mawar putih dan juga seorang Kultivator di ranah Martial King Puncak.


Lin Chu membawa beberapa orang bersamanya untuk pergi ke penginapan yang Wang Lin tinggali saat ini.


Pada saat yang sama, Wang Lin menerima pesan dari sistem yang bertuliskan hadiah yang ia terima.


(Selamat host berhasil membantu murid pertama, Yan Ruyu menembus ke tahap kedua Tyrant Body tanpa cedera)


(Sebagai hadiah, host mendapatkan basis Kultivasi senilai sepuluh tahun, tahap kedua dari teknik Berserk, dan 10.000 poin)


Wang Lin yang tidak percaya menerima hadiah itu, dan yang mengejutkannya basis Kultivasinya melonjak dari ranah Martial Spirit awal menuju ke ranah Martial Spirit menengah.


Ini adalah sesuatu yang tidak pernah ia duga.


Karena ia memiliki fisik naga, tubuhnya memerlukan energi spiritual empat kali lebih banyak daripada orang biasa.


Jadi ia harus berkultivasi lebih keras dari orang biasa agar Kultivasinya tidak tertinggal.


"Master... Apakah kamu mendengarku?" Yan Ruyu, yang telah menstabilkan fondasinya memanggil Wang Lin sambil tersenyum.


"Ooh, ya.."


Wang Lin tergagap melihat muridnya yang terlihat sangat jauh berbeda. Dengan penampilannya yang masih belum berubah, pesona yang ia keluarkan sangat memikat.


Tapi tak berselang lama, penampilan Yan Ruyu kembali seperti semula.

__ADS_1


"Master, aku sungguh minta maaf telah merusak atap ini." Yan Ruyu menundukkan kepalanya karena bersalah.


Dan seperti biasanya, Wang Lin hanya tersenyum lembut sambil mengelus kepala muridnya.


Dia sama sekali tidak mempermasalahkan atap yang hancur karena terobosan muridnya. Karena ia juga mendapatkan hadiah yang tak terduga, ia sama sekali merasa sangat puas.


Wang Lin kemudian turun kebawah dan meminta maaf kepada pemilik penginapan dan memberikan beberapa koin emas sebagai biaya perbaikan.


"Apakah kamu lapas Ruyu?" Tanya Wang Lin pada Yan Ruyu yang turun dari lantai dua.


Dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Berjalan di samping Wang Lin, ia memeluk lengan Wang Lin sambil tersenyum bahagia.


"Hihi, lengan master terasa sangat keras. Meski begitu, aku ingin menggenggam tangannya seperti yang biasa di lakukan oleh sepasang kekasih." Batin Yan Ruyu.


Tepat saat hampir sampai di tempat makan yang mereka datangi kemarin malam. Langkah mereka terhenti karena pria tua yang berdiri di depan mereka.


Pria tua itu melepaskan aura membunuh yang begitu besar, bahkan hawa membunuhnya membuat Wang Lin sedikit waspada.


"Menjauh Ruyu, pria ini kuat!"


Yan Ruyu melepas pelukannya dari lengan Wang Lin, dia menjauh seperti yang gurunya perintahkan.


Dia melihat pria tua itu sambil mendecakkan lidahnya, "Pria tua sialan, beraninya dia menganggu kencanku dengan master. Akan ledak kan kepalamu itu bajingan."


Sementara Yan Ruyu diam-diam melepaskan niat membunuhnya, Wang Lin menghela nafas berat dan berkata.


"Apakah kami pernah membuat masalah denganmu pak tua?"


Pria tua itu tidak menjawab, dia membuka salah satu matanya dan tanpa Wang Lin sadari, pria tua itu sudah berada tepat di depan matanya.


"Mati!!.."


Bomm!!


Tepat sebelum lelaki tua itu melepaskan serangan pada Wang Lin, tubuhnya telah terdorong menjauh oleh sebuah pukulan di perutnya.


"Apa? Sejak kapan..."


Meskipun pukulan itu tidak melukainya, tetapi pria tua itu terkejut karena ia tidak bisa melihat kapan ia terkena pukulan itu.


Dia menatap Wang Lin dengan ekspresi serius, "Anak yang menarik, kurasa aku harus mengeluarkan seluruh kekuatanku."


Wang Lin menyeringai, "Itulah yang aku harapkan pak tua! Maju!!.."


***


To Be Continued.

__ADS_1


__ADS_2