Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 30 : Sergapan di Malam Hari


__ADS_3

"Tidak mungkin!! Gadis itu, dia pasti telah berbuat curang!."


Orang yang berteriak saat itu adalah Wang Ye, dia tidak dapat menerima fakta bahwa gadis yang Kultivasinya dibawahnya dapat membuat pil yang jauh lebih baik darinya.


Selain itu juga, ia bahkan telah mengkonsumsi pil iblis untuk meningkatkan energi jiwanya.


Kekalahan ini, dia tidak dapat menerimanya.


"Cukup!!..."


Yan Gu berdiri dari kursinya, aura kuat dari tubuhnya menyebar ke seluruh paviliun dan membuat semua orang takjub.


"Apa kau pikir kami disini tidak melihatnya? Tidak ada kecurangan yang dilakukan gadis itu." Yan Gu berkata tegas.


Dia awalnya menganggap bahwa Su Yao tidak akan dapat menyuling pil dengan baik saat melihat metode penyulingannya.


Siapa yang menyangka gadis itu membuat semua orang terdiam setelah berhasil menyuling pil tingkat tiga.


Bahkan kualitas pil itu sendiri berada di tingkat sempurna.


"Hoho, ternyata penilaian ku tidak menurun sama sekali." Yan Gu tersenyum sambil memuji dirinya sendiri.


Setelah itu, dia berjalan ke lapangan dan untuk mengumumkan pemenangnya dengan mulutnya sendiri.


"Pemenang kompetisi Alkimia kali ini adalah Su Yao."


Setelah Yan Gu mengumumkan Su Yao sebagai pemenang, ekspresi penonton menjadi tidak enak di pandang.


Mayoritas dari mempertaruhkan seluruh harta dan bertaruh Wang Ye sebagai pemenang.


Siapa yang menduga, bahwa gadis yang yang bahkan tingkat Kultivasinya belum menembus ke ranah Foundation Establishment akan memenangkan turnamen itu.


"Sialan!! Aku kehilangan seluruh uangku dalam taruhan ini, jenius apanya! bahkan dia tidak dapat mengalahkan gadis itu." Seorang penonton yang frustasi melontarkan ejekan pada Wang Ye.


Tidak hanya dia, hampir seluruh penonton yang bertaruh pada Wang Ye merasa kecewa dan melampiaskan kekesalan mereka pada Wang Ye.


Duduk di ruang tunggu, Wang Ye terdiam tanpa ekspresi di wajahnya. Reputasi yang telah ia bangun dengan susah payah hancur dalam sekejap.


"Sialan! sialan! sialan!"


Dari dalam ruang tunggu, Wang Ye menatap Su Yao dengan tatapan dingin. Matanya dipenuhi dengan kebencian yang begitu besar, jika tatapan matanya bisa membunuh seseorang, Su Yao pasti sudah terbunuh ribuan kali.


"Tch, aku pasti akan membalas ini ******!"


Wang Ye berdiri, dia memanggil kedua penjaga nya dan pergi keluar dari Paviliun Obat.


Sementara itu di lapangan, Yan Gu menepuk pundak Su Yao, bibirnya melengkung membentuk senyuman hangat.


"Anak muda, apakah kamu mau menjadi muridku?"


Perkataan Yan Gu seketika membuat ratusan penonton terkejut.


Siapa Yan Gu? dia adalah seorang Alkemis terkenal bahkan di Benua Langit. Menjadi murid dari Alkemis terkenal seperti itu adalah impian dari para Alkemis di luar sana..


"Betapa beruntungnya gadis itu, jika dia menjadi murid Tuan Yan Gu, masa depannya pasti terjamin." Ujar seorang penonton dengan rasa iri.


"Kau benar, gadis itu adalah jenius Alkimia sejati. Hanya orang setingkat Tuan Yan Gu yang berhak menjadi gurunya." Saut penonton lain.


Sementara semua orang menunggu jawaban Su Yao, gadis itu menggelengkan kepalanya sambil membalas.

__ADS_1


"Maaf tapi aku sudah punya seorang guru." Su Yao dengan sopan menolaknya.


"Guruku saat ini sedang menungguku, aku harap tuan dapat segera memberikan hadiahnya."


Apa!!


Semua penonton merasakan keterkejutan yang sama, tidak seorangpun memikirkan bahwa gadis itu sudah memiliki seorang guru.


Dia bahkan menolak permintaan Yan Gu tanpa berpikir dua kali.


"O- Oh, jadi ternyata kau sudah memiliki seorang guru. Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksamu." Yan Gu menarik nafas kecewa, dia meminta Xu Tian untuk mengambil hadiah yang telah dipersiapkan untuk pemenang kompetisi.


"Terimakasih atas pengertiannya.."


Tak lama kemudian, Xu Tian kembali sambil membawa banyak barang di tangannya.


Ia memanggil kelima peserta yang lolos ke babak final untuk berkumpul bersama dengan Su Yao.


Tetapi karena Wang Ye telah meninggalkan Paviliun Obat terlebih dulu, Xu Tian pada akhirnya memutuskan peri Wu sebagai juara kedua.


Peringkat keempat, Hua Min : Sepuluh butir pil Foundation Establishment, tungku pil tingkat 2, dan 1000 koin emas.


Peringkat ketiga, Feng Ziyu : Sepuluh butir pil Foundation Establishment, tungku pil tingkat 2 menengah, dan 2000 koin emas.


Peringkat kedua, Fairy Wu : Pil penyusun jiwa, tungku pil tingkat 2 atas, dan 5000 koin emas.


Peringkat pertama, Su Yao : Pil penyusun jiwa, gelang Xuanyu, tungku pil tingkat tiga, dan 1000 koin emas.


Setelah Xu Tian memberikan hadiah pada setiap pemenang, dia memberi hormat kepada Yan Gu sebelum kembali ke kursinya.


"Terimakasih untuk semua yang sudah hadir, kompetisi Alkimia telah berakhir."


Dia menjadi terlalu bersemangat dan tidak sabar mengingat hadiah yang dia inginkan.


Tak lama berselang, Su Yao akhirnya menemukan guru dan kakak seniornya yang sedang menunggu di pintu keluar.


Di pintu keluar paviliun yang sudah semakin sepi, Wang Lin melambaikan tangannya dan memanggil murid keduanya untuk datang.


"Guru..."


Su Yao berlari dengan dadanya yang besar naik turun, dia kemudian memeluk Wang Lin dan tertawa.


"Hehe, guru aku menang."


Wang Lin menghela nafas, tangan kanannya terangkat dan mengelus kepala Su Yao.


"Kerja bagus Yao.."


Sebagai gurunya, Wang Lin tentu saja senang melihat muridnya memenangkan kompetisi dimana para jenius muda berkumpul.


Selain itu juga, ia bahkan mendapatkan hampir seratus ribu koin emas dari taruhannya untuk Su Yao.


"Hehe, bakat tingkat dewa memang mengerikan."


Setelah Su Yao melepaskan pelukannya, Wang Lin segera meminta mereka berdua untuk kembali lebih dulu ke penginapan.


"Eh, kamu tidak ikut bersama kami master?" Yan Ruyu mengangkat alisnya saat bertanya.


Wang Lin menggelengkan kepala sebagai jawaban, "Tidak, aku memiliki beberapa urusan terlebih dulu."

__ADS_1


Yan Ruyu mengangguk paham, dia kemudian membawa Su Yao kembali ke penginapan bersamanya.


"Kakak, apakah kamu menyadari ekspresi guru tadi?" Berjalan di belakangnya, Su Yao bertanya.


"Ya, aku tidak tahu siapa orangnya. Tetapi melihat kebencian dari sorot mata master, orang itu pasti mati malam ini."


Jauh di belakang mereka, Wang Lin tersenyum pahit saat menatap kedua muridnya pergi.


"Kalian berdua masih terlalu muda, aku tidak ingin menunjukkan sisi mengerikan ku pada kalian."


Wang Lin mengangkat kepalanya, melihat cahaya bulan yang tertutup awan hitam.


"Saatnya pergi.."


Whuss!!


Dalam kegelapan malam itu, tubuh Wang Lin menghilang tanpa meninggalkan jejak.


***


Di luar kota, lembah api yang sudah hancur.


Di jalanan hutan, terlihat tiga siluet berlari menuju ke arah selatan.


Mereka mengenakan jubah putih dengan simbol keluarga Wang di dada mereka bertiga.


"Paman, apakah yang yakin dengan perkataanmu waktu itu?" Orang yang memimpin, Wang Ye bertanya pada salah satu penjaganya.


"Iya tuan muda, tekanan yang membuat tubuh kita tidak bisa bergerak berasal dari ahli tersembunyi yang melindungi Wang Lin." Jawab penjaga di sebelah kiri dengan ekspresi serius.


"Jika memang seperti itu, kita harus segera kembali ke Klan dan memberitahu ayah tentang hal ini."


Tepat setelah Wang Ye menyelesaikan kalimatnya, sinar cahaya hitam melesat kearahnya dan menebas salah satu lengannya.


Slashh!!


Pa!


Arghh!!


Wang Ye terjatuh dan mengerang kesakitan di tanah, dia memegangi lengan kanannya yang terpotong sambil mengalirkan Qi untuk menghentikan pendarahan.


"Tuan muda!!..."


Kedua penjaga yang melindungi Wang Ye menjadi panik, mereka berdua sama sekali tidak menyadari kapan serangan itu tiba.


"Kalian, cepat lindungi aku.."


Wang Ye berteriak ketakutan, wajahnya menjadi pucat seketika.


Dalam kegelapan hutan itu, sesosok bayangan hitam keluar dari balik semak.


Tubuhnya yang tekena cahaya bulan memperlihatkan sosoknya yang tersenyum mengerikan.


Ketika Wang Ye dan kedua penjaganya melihat sosok itu, tubuh mereka bergetar hebat.


"W- Wang Lin!!"


***

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2