Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 20 : Menemukan Seseorang dengan Bakat Tingkat Dewa


__ADS_3

Ketika Wang Lin kembali ke kota mawar putih, dia segera mencari penginapan yang jauh lebih baik dibandingkan yang ia datangi beberapa hari lalu.


Tak lama setelah dia memasuki penginapan, dia mendengar desas-desus dari beberapa orang yang lewat.


Mereka semua membicarakan topik yang sama, yaitu malapetaka yang menghancurkan sekte api mengamuk dalam semalam.


Karena penasaran, Wang Lin mendekati kerumunan yang sedang membicarakan sesuatu.


Dia tersenyum kemudian berkata, "Permisi, aku secara tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian."


Ketiga orang itu saling menatap satu sama lain, salah satu dari mereka kemudian menjawab.


"Lalu, apa yang kau inginkan?"


"Itu, bisakah kalian menceritakan tentang malapetaka yang melenyapkan sekte api mengamuk?" Wang Lin bertanya sambil mengeluarkan tiga koin perak pada mereka.


Ketiga orang itu terkekeh, "Serius kamu tidak tahu?"


Wang Lin menggeleng, dia menceritakan alasannya pada ketiga orang itu.


Ketiga orang itu mengangguk paham, salah satu dari mereka kemudian menceritakan apa yang terjadi kemarin malam.


"Aku tidak begitu tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi menurut berita yang aku dapatkan dari seorang teman. Sebuah pedang yang sangat besar turun dari langit, tekanan yang datang dari pedang itu mengguncang kelima benua." Pria itu menarik nafas.


"Pedang besar itu turun tepat di lokasi sekte api mengamuk, dan seperti yang kau dengar barusan. Sekte itu lenyap tanpa menyisakan seorangpun." Lanjutnya.


Wang Lin mengerutkan keningnya, dia sangat terkejut mendengar kejadian mengerikan itu terjadi dalam satu malam.


"Jika kejadiannya memang seperti itu, kenapa aku tidak merasakan tekanannya?" Wang Lin menyentuh dagunya sambil berpikir.


Jika memang kejadiannya persis seperti apa yang pria itu ceritakan, maka tidak mungkin ia tidak merasakan tekanan dari pedang itu.


Tempat ia berkultivasi sebelumnya berada tidak jauh dari lembah api.


Menghela nafas berat, Wang Lin mengucapkan terimakasih pada ketiga orang itu sebelum pergi ke kamarnya.


"Oh benar juga, bukankah saat itu kamu sedang menjagaku Ruyu? Apakah yang mereka katakan benar terjadi?"


Yan Ruyu mengangguk, dia tidak menjelaskan lebih jauh lagi.


"Istirahatlah dulu di kamarmu, aku akan pergi keluar untuk mencari sesuatu." Ucap Wang Lin sambil melambaikan tangannya pada muridnya.


Yan Ruyu mengangguk, dia tersenyum sambil membalas lambaian tangan gurunya.


Setelah sosok Wang Lin menghilang dari hadapannya, Yan Ruyu membuka pintu kamarnya dan masuk.


"Cukup melelahkan mengeluarkan serangan seperti itu kemarin malam. Meskipun dengan Tyrant Body di tahap kedua, tapi tubuhku masih sedikit terbebani." Desah Yan Ruyu.


Matanya perlahan terpejam hingga akhirnya dia tertidur pulas.


Sementara itu, di jalanan kota yang sangat ramai. Wang Lin melihat banyak Kultivator dari berbagai golongan berkumpul.


Alasannya banyak dari mereka mendatangi kita mawar putih hanyalah untuk melihat kompetisi Alkimia yang akan di adakan dua hari dari sekarang.


"Beruntungnya aku datang ke kota lebih awal, jika aku terlambat sedikit saja. Mungkin aku akan kesulitan mencari penginapan." Gumam Wang Lin sambil bernafas lega.


Tak begitu lama setelah Wang Lin menyusuri jalan kota. Dia terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.


Dia berbalik, ekspresinya menjadi dingin saat melihat sosok pria yang seumuran dengannya berdiri dengan dua pria paruh baya di samping kanan kirinya.

__ADS_1


Pria itu memiliki wajah yang sedikit lebih tampan dari Wang Lin, tinggi sekitar 1,7 meter dengan rambut berwarna coklat.


Orang itu tidak lain adalah putra dari Patriak Klan Wang saat ini, dan juga seorang jenius yang berhasil menembus ranah Foundation Establishment di usia 17 tahun.


Namanya tidak lain adalah Wang Ye.


Hanya dengan melihatnya sekilas, niat membunuh melonjak dari tubuhnya. Wang Lin masih mengingat bagiamana ayahnya yang secara mengerikan di bunuh oleh Ayah Wang Ye.


Dia tidak akan melupakan kejadian itu sebelum ia meratakan Keluarga Wang dengan tangannya sendiri.


Melihat Wang Lin tidak berkata sepatah katapun, Wang Ye menyeringai. Dia menyimpulkan bahwa Wang Lin saat ini sedang ketakutan saat melihatnya.


"Sangat mengejutkan melihatmu masih hidup sampah!." ucap Wang Ye sinis.


Wang Lin sama sekali tidak terprovokasi dengan ucapannya, dia tidak ingin menunjukkan kekuatan aslinya hanya karena hal yang tidak penting.


Mengabaikan provokasi dari Wang Ye, Wang Lin berbalik dan berjalan pergi.


"S–Sialan, bajingan itu!!" Wang Ye menggertakkan giginya melihat Wang Lin pergi.


Dia tidak menduga pria yang dulunya terpancing hanya dengan beberapa ejekan bisa berubah sedramatis itu.


"Tch, tunggu saja kau bajingan. Aku tidak menduga kau berhasil selamat dari hutan itu, setelah aku kembali ke Klan Wang. Aku akan memberitahu ayahku tentang hal ini." Wang Ye mengibaskan tangannya sambil memerintahkan kedua lelaki tua untuk pergi mengikutinya.


Sementara itu, Wang Lin yang sudah berada dalam jarak yang cukup jauh tiba-tiba berhenti.


Matanya yang jernih menatap pada pesan yang baru saja muncul.


(Ding)


(Selamat host, sistem baru saja mendeteksi adanya bakat tingkat dewa yang berada di dekat kota mawar putih)


Wang Lin merasakan sensasi terbakar, jantungnya berdetak semakin cepat.


Ia menyeringai saat berkata dengan suara dalam, "Bertapa beruntungnya..."


Tanpa menunggu lagi, Wang Lin melesat keluar dari kota mawar putih.


Mengikuti petunjuk yang diberikan oleh sistem, ia sampai di sebuah air terjun dengan suara air yang begitu deras.


"Petunjuk itu menghilang disini."


Wang Lin memejamkan matanya, ia menggunakan persepsi ilahinya untuk menjadi jejak kehidupan yang ada dalam jangkauannya.


"Ketemu.."


Saat Wang Lin membuka kedua matanya, ia mengalirkan Qi di telapak kakinya dan berjalan di atas air.


Melewati air terjun yang ada di depannya, Wang Lin berhenti saat melihat sebuah goa yang ada di belakang air terjun.


"Apakah gadis itu?"


Dalam jangkauan penglihatannya, seorang gadis bersandar tidak sadarkan diri di dinding gua.


Tubuhnya penuh dengan bekas luka yang sangat parah, seolah itu di lakukan oleh manusia.


Wang Lin berjalan mendekat, hanya setelah jarak antara dia dan gadis itu kurang dari lima meter.


Gadis itu secara mengejutkan terbangun, dia menatap Wang Lin dengan waspada.

__ADS_1


"Siapa kamu!"


Bahkan dengan wajah pucat dan tubuh yang tidak bisa bergerak, gadis itu sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya.


"Tidak perlu takut, aku disini untuk menolongmu." Wang Lin tersenyum lembut pada gadis itu.


"Menjauh! Aku tidak percaya padamu!" Gadis itu berteriak.


Wang Lin tidak menanggapi apa yang gadis itu katakan, prioritasnya saat ini adalah menolong gadis itu.


Hanya dengan melihat sekilas, gadis itu jelas dalam situasi yang membahayakan.


Wajahnya pucat, nafasnya tidak beraturan, detak jantungnya juga semakin melemah.


Melihat pria yang tidak di kenal itu terus mendekat, gadis itu memejamkan matanya.


"Sialan, kenapa keberuntunganku seburuk ini. Padahal baru satu hari sejak jiwaku kembali ke tubuh ini..."


Pasrah dengan keadaannya, gadis itu sudah siap menghadapi kematian untuk yang kedua kalinya.


Tetapi tidak seperti yang ia bayangkan, suara pria tak di kenal itu membuatnya terkejut.


"Kondisimu sangat buruk, bahkan pil penyembuh saja tidak akan cukup untuk menyelamatkanmu."


Membuka toko sistem, Wang Lin mencari sebuah pil dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan pil penyembuh.


"Ketemu juga."


Pada tampilan layar, Wang Lin membeli sebuah pil berwarna biru cerah.


Pil itu mengeluarkan aroma yang sangat harum dan membuat pikiran seseorang menjadi jernih.


Sementara itu, gadis itu membuka matanya karena aroma familiar yang ia hirup.


"P–Pil Kehidupan!"


"Oh, jadi kau tahu nama pil ini?" Wang Lin tersenyum.


"Telanlah, aku akan membantumu memurnikannya."


Gadis itu sedikit ragu, tetapi ketika melihat ekspresi tulus dari pria muda yang menolongnya. Dia menghilangkan keraguannya dan menelan pil itu.


Pil Kehidupan itu larut setelah memasuki tubuhnya, energi hangat yang penuh dengan vitalitas seketika menyebar keseluruh tubuhnya.


Hanya dalam waktu satu menit, seluruh luka bahkan racun yang ada di tubuhnya menghilang.


Gadi itu tidak bisa mempercayai apa yang baru saja ia alami, dia berbalik dan berkata dengan tulus.


"T–Terimakasih tuan-..."


Tapi sebelum itu, ia kehilangan kesadarannya karena kehilangan banyak darah.


"Hampir saja..." Wang Lin menangkap tubuh gadis itu sebelum jatuh ke tanah.


Ia kemudian menggendongnya dan membawanya kembali ke penginapan.


***


To Be Continued.

__ADS_1


__ADS_2