Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 9 : Permintaan


__ADS_3

"Hahaha, orang ini ngelawak!!.."


Pria berbaju hitam dengan janggut yang cukup tebal tertawa lepas. Dia sama sekali tidak memperdulikan apa yang Wang Lin katakan.


"Membunuh kami berdua? Aku bertanya-tanya darimana kepercayaan dirimu itu berasal. Kami berdua adalah ahli di puncak Foundation Establishment. Sedangkan kau? Hanya seorang bocah di ranah Foundation Establishment awal." Ucap pria itu.


Melihat kedua orang itu sama sekali tidak menganggapnya berbahaya, Wang Lin hanya mengejar nafas pendek.


Dalam sepersekian detik berikutnya, kedua lengan pria itu terpotong.


Salshh!!


Potongan tangan tergeletak di tanah, aliran darah secara deras mengalir keluar melalui bekas potongan itu.


"Arghhh!!.."


Baru saat itu juga, kedua orang itu menjerit kesakitan. Mereka dengan cepat menggunakan Qi untuk menghentikan pendarahan di lengan mereka.


"Apakah hanya segini kekuatan kalian?"


Wang Lin menatap kedua orang itu dengan tatapan dingin. Dia sama sekali tidak merasa kasihan atau simpati pada mereka.


Sementara itu, ketika kedua orang itu melihat Wang Lin berjalan mendekat. Wajah mereka berdua memucat seketika, ketakutan, cemas, panik. Semua ekspresi itu bercampur aduk menjadi satu.


"Aaa... Ampuni aku! Kumohon jangan bunuh aku, a–ayahku adalah seorang tetua Klan Wang. Jika kau membunuhku, ayahku tidak akan membiarkanmu begitu saja." Ucap salah satu dari pria itu.


Dia menyadari bahwa tidak ada sedikitpun kesempatan bagi mereka untuk keluar hidup-hidup dari situasi itu.


Satu-satunya cara hanya mengancam Wang Lin mengunakan identitas ayahnya.


Melihat Wang Lin berhenti bergerak, pria itu menyeringai lebar. "Hahaha, aku tahu itu Bagaimana mungkin dia berani membunuh–..."


"Eh.."


Sebelum pria itu mati, ia melihat tubuhnya sendiri tanpa kepalanya.


"Menjijikan!!." Wang Lin menatap jijik pada mayat kedua orang dari Klan Wang.


"Hmph, bahkan jika aku membiarkanmu hidup. Klan Wang tidak mungkin akan membiarkanku begitu saja."


Setelah memahami ingatan dari pemilik tubuh sebelumnya Wang Lin mengerti seberapa kejam dunia ia berada saat ini.


Dalam novel-novel bergenre fantasi yang ia baca di kehidupan pertamanya, ia cukup memahami sifat-sifat orang biadab seperti mereka.


"Hoekk..."


Detik selanjutnya, Wang Lin memuntahkan isi perutnya dan merasa kepala terasa pusing.


Ini adalah pertama kalinya dia membunuh seseorang dan melihat kejadian mengerikan seperti itu.

__ADS_1


Bahkan jika ia mencoba untuk bersikap biasa, tetapi dia hanyalah seorang remaja yang hidup di era damai.


Bagaimana mungkin ia bisa terbiasa dengan dunia penuh pertumpahan darah saat ini.


Tak lama berlalu, Wang Lin merasa pikirannya kembali jernih. Ia membereskan kedua mayat itu dan mengambil barang-barang yang ada di tubuh mereka.


"Hmm, mereka berdua ternyata cukup kaya..." Wang Lin bergumam saat mengambil sekantung kain yang berisi 30 koin emas.


Dia juga mengambil tiga botol pil Foundation Establishment, dan juga dua pedang yang bisa dijual nanti.


"Tempat ini sudah tidak aman lagi, setelah aku membunuh mereka berdua. Orang-orang dari Klan Wang pasti menyadari ada hal yang aneh dengan tablet jiwa mereka berdua." Ucap Wang Lin saat dia berpikir sambil menyentuh dagunya.


Tablet jiwa adalah artefak yang terhubung secara langsung dengan jiwa seseorang. Jika orang itu mati, maka tablet jiwa yang terhubung dengannya akan hancur pada saat itu juga.


"Baiklah sudah kuputuskan, aku akan meninggalkan tempat ini setelah muridku menerobos ke ranah Foundation Establishment."


Setelah memasukkan barang-barang itu kedalam cincin penyimpanannya Wang Lin membuka toko sistem dan membeli array pertahanan seharga 50 poin.


"Selama aku berlatih, muridku akan aman di dalam array pelindung ini."


Wang Lin pergi ke area latihan yang berada di sekitar rumahnya, karena ia hanya memiliki beberapa teknik pertarungan, ia membutuhkan beberapa teknik baru untuk menghadapi lawan yang akan datang.


Saat matahari tenggelam di arah barat, langit menghitam dengan cahaya bulan keperakan yang menerangi malam itu.


Di atas kasur yang berada di rumah kayu tua, Yan Ruyu perlahan membuka mata.


Kepalanya sedikit sakit sebagai akibat dari beban yang ia terima, dia melihat ke sekitarnya dan menyadari bahwa ia saat ini berada di dalam rumah gurunya.


"Itu tidak salah lagi, bentuk dan juga aura yang master keluarkan saat itu jelas milik naga emas. Apakah master memiliki hubungan dengan mereka?" Yan Ruyu memikirkan beberapa alasan yang masuk akal.


Naga Emas, mereka adalah puncak dari ras naga yang ada di Dunia Mortal. Saat berada di Tanah Kekacauan, Yan Ruyu pernah menghadapi beberapa dari mereka.


Meskipun Yan Ruyu berhasil memenangkan pertarungan melawan mereka, tetapi itu adalah kemenangan tipis.


"Bagaimanapun juga, master masih terlihat tampan dengan bentuk itu. Kyaa~..."


Yan Ruyu berfantasi sambil mengendus selimut yang ada di tubuhnya. Wajahnya sangat merah seolah dia sedang mabuk.


Tok! tok!.


Mendengar suara ketukan pintu, Yan Ruyu meletakkan selimut itu seketika dan berkata.


"Apakah itu kamu, master?"


Klakk!!


Pintu terbuka, sosok Wang Lin yang gagah dengan tinggi tubuh mencapai 190 memasuki rumah yang hanya terdiri dari satu ruangan saja.


Melihat Yan Ruyu yang sudah bangun, Wang Lin tersenyum dan bertanya. "Bagaimana kondisimu?"

__ADS_1


Yan Ruyu menjawab dengan senyuman lembut seperti biasanya, "Aku sudah baikan master..."


Meskipun Wang Lin melihat senyuman itu, tetapi ia masih diliputi oleh rasa bersalah. Bagaimana mungkin seorang guru membuat muridnya terluka karena dirinya.


Karena itu, Wang Lin meminta maaf secara tulus pada Yan Ruyu.


"Maafkan aku, kurasa aku sudah gagal sebagai seorang guru..."


Yan Ruyu tidak menjawab, dia keluar dari kasurnya dan memeluk Wang Lin yang berada di dekatnya.


"Tidak perlu meminta maaf master, kejadian ini murni karena ketidaksengajaan.."


Menerima pelukan dari muridnya, Wang Lin merasakan aliran emosi yang telah lama ia lupakan.


"Hangat... Perasaan ini mengingatkanku pada kedua orangtuaku."


Tanpa ia sadari, kedua tangannya bergerak sendirinya dan memeluk tubuh Yan Ruyu dengan erat.


"Eh..." Yan Ruyu membuka matanya karena gerakan gurunya yang begitu tiba-tiba.


"Ahh, ini enak.. Aku bisa mencium aroma master dari jarak sedekat ini."


Mereka berpelukan dalam waktu yang tidak singkat. Setelah Wang Lin menyadari tindakannya, ia segera melepas pelukan tangannya dan berkata.


"Maaf, aku tidak bermaksud memelukmu seperti itu.."


Wang Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mengalihkan pandangannya karena malu.


Meskipun Yan Ruyu adalah muridnya, perbedaan usia mereka sangat dekat.


Wang Lin saat ini berusia 18 tahun, sedangkan Yan Ruyu berusia tepat 15 tahun bulan ini.


Kadang kala Wang Lin juga sedikit terpesona oleh kecantikan Yan Ruyu, tetapi ia menghapuskan pemikiran kotor itu dan fokus memperkuat dirinya terlebih dulu.


"Ruyu, sebagai permintaan maaf. Apakah kamu memiliki hak yang kamu inginkan? Aku akan mengabulkan selama aku bisa.." Ucap Wang Lin.


Meskipun dia sudah meminta maaf, tetapi ia merasa itu belum cukup. Selain Yan Ruyu menyelamatkan dari kegilaan fisik naga, ia juga terluka karena hal itu.


Sebagai gurunya, tentu saja Wang Lin harus memberinya hadiah.


"Dengan toko sistem bersamaku, aku cukup percaya diri dengan apapun permintaan dari muridku yang manis ini." Batin Wang Lin.


Tetapi jawaban yang ia dengar dari Yan Ruyu sangat membuatnya terkejut...


"A–Aku, aku ingin kita mandi bersama master."


"Eh?"


***

__ADS_1


To Be Continued.


Note : Muridnya mesum juga hehe, saya juga mw😅


__ADS_2