
Siang hari, Paviliun Obat telah penuh dengan para Kultivator dari berbagai kota. Bahkan beberapa sekte besar juga mengirimkan perwakilan untuk menghadiri kompetisi Alkimia.
Saat ini di panggung penonton, Wang Lin duduk bersama dengan muridnya di kursi paling depan.
Dari awal mereka masuk, Yan Ruyu sama sekali tidak pernah melepas pelukannya dari lengan gurunya.
"Anu Ruyu, ada banyak orang sekarang. Bisakah kamu melepas pelukanmu, ada banyak orang yang melihat." Wang Lin merasa sedikit tertekan merasakan tekanan dari banyak pria.
Karena kecantikan Yan Ruyu, mereka berdua menjadi pusat perhatian diantara semua orang yang hadir.
"Sial, pria itu sangat beruntung!" Seorang pria yang duduk tidak jauh mengumpat kesal.
"Hmph, bukankah aku lebih tampan darinya." Ujar seorang Kultivator di ranah Foundation Establishment.
Mendengar perkataannya, beberapa orang menatapnya dan menganggap itu lucu.
"Lihatlah dirimu sialan, pria itu jelas lebih tampan darimu." Seorang Kultivator di ranah yang sama mencibirnya.
"Ha! Apa kau punya masalah denganku sialan!"
"Tidak-tidak, aku hanya mengatakan fakta." Jawab pria disampingnya acuh.
"Kauu..."
Saat keributan diantara mereka berdua terjadi, seorang pria tua dengan jubah hijau berjalan masuk melewati pintu.
Semua penonton dan juga perwakilan dari berbagai sekte berdiri untuk memberikan rasa hormat kepadanya.
Hanya Wang Lin dan muridnya yang masih tetap duduk. Mereka bahkan tidak peduli dengan pria tua itu, satu-satunya yang mereka pedulikan adalah Su Yao.
"Cepat berdiri bodoh! Dia adalah tetua Paviliun Obat sekaligus Alkemis tingkat 4 di kerajaan Beizhun." Seorang wanita paruh baya berteriak pada Wang Lin, kemarahan terpancar melalui matanya.
"Aku tidak mengenalnya." Wang Lin menjawab acuh, bahkan tidak peduli dengan identitasnya.
"Hmph, hanya seorang Kultivator kecil berani sekali berbicara seperti itu pada tetua Xu."
Mengabaikan ucapan dari berbagai orang, Wang Lin hanya memperhatikan muridnya yang berdiri di tengah lapangan.
Selain muridnya, ada juga ratusan orang yang berdiri. Mereka semua dihadapkan dengan sebuah tungku pil yang sudah di sediakan.
"Ekhem!!..."
Saat tetua Xu duduk, suaranya seketika menggema di seluruh lapangan Paviliun.
Duduk di sampingnya ada seorang pria paruh baya dan wanita muda, mereka berdua ada perwakilan dari sekte besar Kekaisaran Xu.
"Hari ini, aku Xu Tian mengadakan kompetisi Alkimia untuk melihat bakat generasi muda." Dia mengelus janggut panjangnya dan terus melanjutkan perkataannya.
"Kompetisi ini akan dibagi menjadi tiga babak. Babak yang pertama ada penyisihan, dimana kami akan mengambil 10 orang yang memenuhi syarat."
"Babak kedua adalah eliminasi, peserta akan diberikan beberapa formula pil dan membuatnya. Akan ada 5 orang yang di eliminasi berdasarkan kualitas pil yang mereka buat."
Xu Tian menarik nafas panjang, tak begitu lama kemudian ia menjelaskan tentang babak yang ketiga.
"Babak ketiga adalah final, syarat minimal pil yang di buat adalah pil tingkat 2. Aku akan menilainya berdasarkan kualitas pil itu sendiri."
__ADS_1
Setelah Xu Tian menjelaskan aturan kompetisi secara rinci, dia kemudian mengumumkan dimulainya babak pertama.
Para peserta kompetisi mulai berlari mengambil herbal yang sudah di sediakan oleh paviliun obat.
Di antara mereka, ada 3 orang yang diprediksikan akan memasuki final.
Ketiga orang itu adalah murid dari sekte besar dan juga keluarga besar di kekaisaran Xu. Bahkan bakat mereka sudah di akui oleh beberapa Alkemis terkenal.
"Hmm, menurutku Peri Wu akan memenangkan kompetisi ini." Seorang penonton mengeluarkan pendapatnya.
Tetapi itu cepat di sangkal oleh wanita disampingnya, "Hmph, itu tidak mungkin terjadi! Tuan muda Wang Ye baru saja mendapatkan api rubah. Dia seharusnya memiliki peluang terbesar untuk menang."
Perdebatan terjadi diantara penonton, sementara itu tiga orang yang duduk di kursi saling berdiskusi.
"Junor Ye, menurutmu siapa yang berpeluang memenangkan kompetisi ini." Tetua Xu, bertanya pada seorang pria paruh baya yang duduk di samping kirinya.
Pria itu bernama Han Ye, seorang tetua dari sekte Xuantian. Meski pria paruh baya itu terlihat arogan, tetapi basis Kultivasinya telah menyampaikan Martial King awal.
Statusnya bahkan tidak lebih rendah dari Lin Chu yang merupakan penguasa kota mawar putih.
"Tentu saja Wang Ye yang akan memenangkan kompetisi ini. Kudengar dari kenalanku, dia menerima bimbingan dari seorang tetua sekte pedang hitam."
Mendengar Han Ye berbicara tentang sekte pedang hitam, tetua Xu dan wanita di sampingnya mengangkat alis karena terkejut.
"Hoo, jadi seperti itu... Kurasa pemenang kompetisi ini sudah di tentukan." Wajah tua Xu Tian tersenyum menunjukkan keriput di wajahnya.
Dia mengelus janggutnya yang panjang seolah tidak sabar menunggu babak final.
Di lapangan, setengah jam sudah berlalu dalam sekejap. Seorang pria muda dengan fitur wajah yang tampan mengeluarkan beberapa butir pil dari tungku di depannya.
"Pil tingkat dua, kualitas baik."
Setelah mendengar seorang juri menilainya, teriakan terdengar dari panggung penonton. Para wanita dengan antusias berteriak, 'Kyaa, andai saja aku menjadi istrinya'
Setelah keberhasilan Wang Ye menyuling Pil tingkat dua, tanpa di duga seorang wanita juga berhasil menyulingnya.
Perbedaan waktu mereka hanya beberapa detik.
"Pil tingkat dua, kualitas sempurna."
Tepat setelah seorang juri mengumumkan penilaiannya, semua orang yang menonton kompetisi tertegun.
Bahkan tetua Xu tidak terkecuali.
Mengabaikan semua orang yang terkejut dengannya, gadis itu menghela nafas kecewa.
"Hah, seharusnya itu menjadi pil tingkat 3. Sayang sekali kekuatan jiwaku cukup terbatas."
Mendecakkan lidahnya, gadis itu yang tidak lain adalah Su Yao pergi ke ruang tunggu.
Ketika sosoknya menghilang, tekanan berat yang di rasakan peserta lain menghilang. Mereka semua menatap sosok Su Yao dari jauh dengan pandangan kagum, "Cantik sekali."
"H- Hei! Si... Siapa gadis itu!"
Keributan terjadi di panggung penonton, tidak sedikit orang yang penasaran dengan identitas gadis itu.
__ADS_1
Bahkan di kursi tetua, mereka bertiga saling memandang satu sama lain.
"Ha, jadi kau bahkan tidak mengetahuinya tetua Xu?" Wanita muda itu mengerutkan kening saat melihat Xu Tian sama terkejut seperti mereka.
"Sayangnya aku tidak tahu, mungkinkah gadis ini murid dari master tersembunyi?" Xu Tian memikirkan tersebut sebagai alasan yang masuk akal.
"Mungkin begitu.."
Sementara ketiga tetua itu sibuk mendiskusikan sesuatu, Wang Ye melihat sosok Su Yao dengan ekspresi licik.
Dia menjulurkan lidahnya sambil bergumam, "Hehe.. Gadis berbakat sepertinya harus menjadi kekasihku."
Wang Ye berdiri dari kursinya, dia menghampiri Su Yao sambil melengkungkan senyumnya.
"Gadis cantik, siapa namamu?"
Seolah tidak menganggap keberadaan Wang Ye, Su Yao bersikap dingin sambil mendengus kejam.
"Pergi!"
Mendengar penolakan dari gadis cantik itu, Wang Ye mengerutkan keningnya, sedikit kemarahan terpancar dari matanya.
"Ayolah, jangan bersikap dingin seperti itu.." Wang Ye memaksakan senyum di wajahnya.
Meski begitu, sikap Su Yao kepadanya tetap tidak berubah. Dia menatap Wang Ye dengan rasa jijik, mengangkat sudut mulutnya dan berkata.
"Pergi kau, dasar menjijikkan!"
Mendengar penghinaan itu, Wang Ye merasakan darah di tubuhnya mendidih.
"Kau!! Dada sialan.."
Berhenti!!
Tepat sebelum Wang Ye melepaskan tamparan pada Su Yao, dia dihentikan oleh seorang pria yang tidak lain adalah pengawas kompetisi.
"Selema kompetisi berlangsung, pertarungan sangat dilarang. Jika kau melanggarnya..." Pria itu melepaskan niat membunuh dari tubuhnya yang membuat Wang Ye bergidik ketakutan.
"Si.. Sialan!! Tunggu saja kau gadis kecil."
Wang Ye kembali ke tempat duduknya menahan amarahnya, tak lama setelah itu beberapa peserta lain juga memasuki ruang tunggu.
Sementara di panggung penonton, seorang pria pendek mengumumkan pada semua orang bahwa dia membuka taruhan.
Perkataan itu segera menarik banyak penonton, mereka semua mempertaruhkan harta mereka untuk Wang Ye, ada juga yang mempertaruhkan untuk peri Wu.
Sementara semua penonton mulai memasang taruhannya, seorang pria tinggi dengan fitur wajah sedikit tampan mengeluarkan sekantung kain.
"Seribu koin emas untuk Su Yao!"
Pria itu tidak lain adalah, Wang Lin!.
***
To Be Continued.
__ADS_1