Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 21 : Murid Kedua, Su Yao


__ADS_3

Penginapan kota mawar putih~


Tertidur di atas kasur, adalah seorang gadis berumur sekitar 15 tahun. Hanya setelah sinar matahari pagi yang masuk melalui celah jendela mengenai gadis itu, ia terbangun.


Tubuhnya dibasahi dengan keringat, nafasnya terengah-engah seolah dia baru bangkit dari kematian.


"Eh?"


Gadis itu terkejut dengan suasana yang sangat asing, jendela atau bahkan perabotan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


"Pria itu, dimana dia?"


Gadis itu bangkit dari kasur, sebelum ia membuka pintu kamarnya. Pintu kayu itu sudah terbuka terlebih dulu.


Ketika pintu kayu itu terbuka sepenuhnya, sosok perempuan yang terlihat sedikit lebih tinggi menatapnya dengan niat membunuh.


"Grrr... Siapa kamu!"


Yan Ruyu melepas niat membunuhnya yang seketika juga membuat gadis itu kesulitan bernafas.


"Bagaimana bisa kau berada di kamar master..." Yan Ruyu berjalan mendekat, ia bahkan tidak menarik kembali niat membunuhnya.


"Ahh... He.. Hentikan.."


Gadis itu merasa semakin sulit untuk bernafas, bahkan pandangannya menjadi semakin buram.


Tepat pada saat itu, suara dingin terdengar dari belakang mereka berdua.


"Hentikan itu Ruyu..."


Berdiri di pintu masuk, sosok Wang Lin berdiri dengan ekspresi dingin.


Tubuh Yan Ruyu seketika bergetar, dia segera meminta maaf kepada Wang Lin karena takut jika Wang Lin akan membencinya.


Yan Ruyu tidak bisa membayangkan bagaimana jika orang yang ia cintai membencinya.


"Kau tidak seharusnya meminta maaf padaku, minta maaflah padanya."


Yan Ruyu mengangguk, dia menekan rasa permusuhannya dan membantu perempuan itu berdiri.


"Maafkan aku saudari, aku mengira bahwa kamu mencoba melakukan sesuatu di kamar master."


Gadis itu memaksakan senyum di wajahnya, tapi jauh dalam hatinya ia berkata. "Dasar wanita busuk, aku pasti akan membalas ini."


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Wang Lin, ia meminta kedua gadis itu duduk.


"Ah, itu ... terimakasih sudah menolongku dan maaf tentang itu.."


Gadis itu menyesali apa yang ia katakan saat Wang Lin mencoba menolongnya saat itu.


"Tidak usah dipikirkan, selain itu ... siapa namamu?" Tanya Wang Lin.


Gadis itu tersenyum, menampilkan sosoknya yang imut.


"Aku di panggil Su Yao." kata gadis itu.

__ADS_1


Su Yao memiliki wajah yang sangat lucu, rambutnya ungu sepanjang bahu. Ia juga memiliki dua lesung pipi di wajahnya, buku mata lentik, dan juga mata yang besar.


Duduk di sampingnya, Yan Ruyu terlihat sedikit terkejut.


"Su Yao..."


"Ada apa Ruyu? Apakah kamu mengenalnya?"


Yan Ruyu tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak.. tidak master, bagaimana mungkin aku mengenalnya."


"Baiklah."


Wang Lin menoleh, "Apakah kamu mau menjadi murid keduaku?" Dia bertanya pada Su Yao sambil tersenyum ramah.


Bagaimana mungkin Wang Lin melewatkan kesempatan emas seperti itu. Melihat kecepatan Kultivasi Yan Ruyu benar-benar membuat semua jenius tercengang, kecepatan Su Yao pasti juga tidak kalah.


"Anu... Itu.."


Su Yao terlihat sedikit ragu, tetapi setelah mengingat ketulusan yang pria itu berikan padanya. Ia tersenyum, matanya yang besar menatap Wang Lin kemudian bersujud.


"Murid ini memberi hormat kepada master."


Wang Lin mengangguk puas, dia bersikap tenang di luar tetapi di dalam hatinya ia bersorak gembira.


"Wahaha, apakah ada orang lain seberuntung diriku? Dengan dua murid yang memiliki bakat tingkat dewa, masa depanku sudah pasti terjamin."


(Ding)


(Sebagai hadiah, host mendapatkan 4 elemen utama, 100 tahun Kultivasi, dan 100.000 poin)


Tanpa peringatan lebih lanjut, energi spiritual melonjak di dalam tubuh Wang Lin.


"Apa!!?" Keterkejutan terlihat di wajahnya.


Ia mengerutkan kening dan segera mengambil sikap lotus. Dengan keahliannya dalam mengendalikan energi spiritual, Wang Lin memasarkan energi itu di dalam Dantiannya.


Dantiannya semakin membesar layaknya sebuah danau sementara garis Meridiannya melebar.


Energi yang begitu besar itu berputar di tubuh Wang Lin hingga akhirnya membuat ledakan yang begitu hebat.


Boomm!!


Seluruh bangunan di lantai dua hancur, hanya tersisa kepingan kayu kecil bersama dengan Wang Lin dan kedua muridnya.


Duduk di depan master mereka, Yan Ruyu dan Su Yao menutup mata. Mereka tidak bisa menahan cahaya terang yang berasal dari terobosan master mereka.


Hanya setelah cahaya terang itu meredup, Yan Ruyu dan Su Yao akhirnya membuka mata mereka.


Mereka berdua terkejut, bahkan tidak bisa berkata sepatah katapun. Itu karena di depan mereka, sosok Wang Lin melayang di udara, matanya masih terpejam rapat.


Ketika Wang Lin membuka kedua matanya, persepsinya telah meluas tiga kali lipat. Aura di tubuhnya juga menjadi semakin murni dan juga hangat.


Tidak seperti para Kultivator lain di ranah Martial Master, Wang Lin memiliki aura yang jauh lebih kuat.

__ADS_1


"Saudari, apakah kamu juga merasakannya?" Yan Ruyu berbisik pada Su Yao.


Su Yao mengangguk, dia membalas bisikan Yan Ruyu dengan berkata. "Ya, energi spiritual yang tiba-tiba melonjak di tubuh master. Itu sangat mengerikan, tapi kenapa master hanya menerobos ke ranah Martial Master awal?"


Yan Ruyu menghela nafas, karena Su Yao baru saja di terima sebagai murid kedua. Ia tidak mengetahui bahwa gurunya memiliki fisik naga emas.


"Apa? bisakah manusia benar-benar terlahir dengan fisik naga?" Su Yao melebarkan matanya.


Melihat itu, Yan Ruyu semakin yakin dengan hipotesisnya.


Dia mengangguk kemudian mengucapkan satu kalimat yang seketika membuat tubuh Su Yao mematung.


"Saudari, apakah kamu juga seorang ... Regresor?"


Deg–


Jantung Su Yao berdetak cepat, ia tergagap seolah tidak menduga bahwa identitasnya di ketahui semudah itu oleh seseorang.


Saat ia akan menjawab pertanyaan Yan Ruyu, mereka dikejutkan dengan perkataan Wang Lin.


"Apa yang kalian berdua bicarakan?"


"Ah.."


Yan Ruyu dan Su Yao sama-sama terkejut, mereka tertawa canggung kemudian memberi hormat pada Wang Lin.


"Selamat karena telah menerobos master!"


Wang Lin mengangguk puas, dia menepuk kepala kedua muridnya sambil tertawa.


"Baiklah, karena aku dalam suasana hati yang baik saat ini. Aku akan memberi kalian berdua hadiah yang kalian inginkan."


Wang Lin sedikit terkejut, dia sebenarnya tidak menduga bahwa Kultivasi 100 tahun akan membuatnya secara langsung menerobos ke ranah Martial Master.


Ia sendiri memperkirakan butuh setidaknya 1 tahun baginya untuk menerobos ke ranah Martial Master dengan bantuan sistem.


"Jadi, apa yang kalian berdua inginkan?" Wang Lin kembali bertanya saat melihat kedua muridnya masih terlihat bingung.


"Ituu, bisakah aku memintanya malam nanti?" Orang yang berbicara pertama adalah Yan Ruyu.


"Hmm, tentu." Wang Lin mengangguk, ia menoleh dan menunggu permintaan Su Yao.


"Aku..." Su Yao tersipu, dia menundukkan kepala sambil berkata. "Aku juga memintanya saat malam nanti."


"Ha?" Wang Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menghela nafas yang cukup panjang ia mengangguk.


Mereka bertiga memutuskan untuk turun, Wang Lin meminta kedua muridnya untuk menunggu sementara ia pergi menemui pemilik penginapan.


Setelah menunjukkan permintaan maafnya, ia kembali menjemput muridnya dan membawa mereka keluar.


"Master, kemana kita akan pergi?" Berjalan di samping kirinya, Su Yao bertanya.


"Pertanyaan bagus!" Wang Lin terkekeh, "Sebagai guru yang baik, aku akan membelikan kalian beberapa set pakaian dan juga aksesoris."


***

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2