Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 12 : Sampai di Kota Mawar Putih


__ADS_3

Sehari berlalu sejak Wang Lin dan muridnya memutuskan untuk pergi keluar dari hutan. Mereka saat ini sudah berada cukup jauh di Utara hutan terlarang, dan setidaknya membutuhkan beberapa waktu lagi untuk sampai di kota mawar putih.


"Master, apakah perjalanannya masih jauh?" Tanya Yan Ruyu.


Wang Lin berhenti sambil menahan dagunya dengan tangan, ia berbalik dan menjawabnya.


"Hmm, kurasa kita akan sampai di kota mawar saat malam nanti."


"Apakah kamu lelah?" Tanya Wang Lin ketika melihat ekspresi muridnya.


"Ah, aku sama sekali tidak lelah master."


Wang Lin jongkok sambil membuka lebar punggungnya, dia menoleh ke belakang dan berkata.


"Kemarilah, aku akan menggendongmu."


"Ah, itu tidak perlu master..." Yan Ruyu tersipu, dia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.


"Aku memaksa.."


Menghela nafas, Yan Ruyu mencoba bersikap setenang mungkin. Dia berjalan kemudian mengikatkan kedua lengannya di leher Wang Lin.


"Kita berangkat..."


Whuss!!


Wang Lin dan Yan Ruyu bergerak dengan cepat ke utara. Karena area hutan di penuhi dengan rawa, Wang Lin bergerak cepat melalui dahan-dahan pohon yang ada di sekitarnya.


Setelah berselang cukup lama, Wang Lin berhenti saat mendengar suara pertarungan yang berada tidak jauh dari lokasinya.


"Apakah kamu mendengarnya juga Ruyu?" Tanya Wang Lin.


"Ya master, kurasa pertarungan itu terjadi 70 meter dari sini." Jelas Yan Ruyu.


Wang Lin terkejut sekaligus mengangguk, "Persepsi gadis ini benar-benar mengerikan, bahkan itu lebih baik dari yang aku punya."


"Apakah kita akan pergi kesana? Bukankah seharusnya kita tidak perlu ikut campur master?"


"Ya, kita akan melihatnya dulu."


Dengan begitu, kedua orang itu melesat ke tempat pertarungan terjadi.


Di balik semak-semak, terlihat tiga orang perempuan terpojok dengan tubuh yang di basahi oleh darah.


Lengan, kaki, dan wajah mereka dipenuhi oleh bekas sayatan pedang.


"Adik junior, kalian cepatlah lari ke sekte untuk memberitahu guru tentang ini.." Tegas seorang perempuan yang paling tua di antara mereka.


"Tapi kakak senior, bukankah kamu akan dalam masalah jika kamu pergi?"


"Tidak masalah, itu lebih baik daripada kita bertiga terbunuh disini."


Kedua saudari junior itu mengangguk, setelah mereka melihat sinyal yang diberikan oleh kakak seniornya. Kedua orang itu melarikan diri dengan teknik sekte mereka.

__ADS_1


"Sialan, cepat tangkap kedua gadis itu!" Teriak seorang pria muda yang tidak lain adalah pemimpin mereka.


"Baik bos.."


Saat bawahannya mencoba mengejar kedua gadis yang lari tadi, tebasan pedang melesat kearah mereka.


"Tidak akan kubiarkan kalian pergi!!"


"Gadis bangsat!!, Jangan salahkan aku karena bertindak kejam."


Pria itu menghunus pedang dengan secepat kilat melesat kearah wanita itu.


Slashh!!


Dentang!!


Suara benturan logam terdengar setiap kali mereka berdua melepaskan serangan.


Sayangnya, wanita itu kalah jauh dalam hal kekuatan. Hanya dalam beberapa gerakan, tubuh wanita itu terlempar sampai membentur batang pohon.


"Keke, beraninya kau mengehentikanku. Kultivasimu hanya berada di ranah Qi Refining Akhir, bagaimana kau bisa bersaing denganku yang merupakan seorang Ahli di ranah Qi Refining puncak." Pria itu terkekeh.


Dia mencengkeram pergelangan gadis itu dan mendorongnya ke batang pohon yang menyebabkan gadis itu tidak bisa bergerak.


"Kalian tangkap kedua gadis yang melarikan diri itu, aku akan menikmati gadis ini lebih dulu sebelum membawanya ke sekte."


Kelima bawahannya mengangguk, mereka segera pergi ke arah kedua gadis itu melarikan diri.


"Keke, sekarang hanya tinggal kita berdua. Apakah aku harus melepaskan pakaian atasmu dulu.." Pria itu menyeringai.


Plakk!!


Dia menerima tamparan keras di pipi kanannya yang menyebabkan pipi kanannya membengkak.


"Wanita sialan!! Bahkan jika aku membunuhmu, aku akan mengotori mayatmu kemudian membuangnya untuk di jadikan makanan binatang buas... Hahaha.. "


Mendengar itu, tubuh gadis itu bergetar. Dia tidak dapat menahan ketakutan yang membuatnya mengeluarkan air mata.


"T–Tidak, dasar biadab! Manusia sepertimu jauh lebih buruk dari iblis."


Pria itu sama sekali tidak menghiraukan perkataannya, di menikmati bagaimana ekspresi ketakutan gadis itu.


Sementara itu di balik semak-semak, Wang Lin melebarkan matanya, tubuhnya bergetar karena amarah, niat membunuh yang keluar dari tubuhnya terasa sangat mengerikan.


"Ruyu, tutup matamu sebentar. Ini akan berakhir dalam sedetik."


Yan Ruyu dengan patuh menutup matanya, saat dia membuka matanya. Wang Lin sudah tidak berada di sampingnya, sebaliknya kepala pria itu terlepas dari tubuhnya dan terjatuh tepat di belakang badannya.


"Pria sampah sepertimu tidak sepantasnya hidup." Ucap Wang Lin dengan suara dingin.


Sementara itu, gadis yang berada di dekat pohon terjatuh tanpa berkata-kata.


Dia benar-benar tidak mengharapkan kejadian seperti itu terjadi.

__ADS_1


"Ambilah ini, itu akan menyembuhkan luka tubuhmu."


Sebelum pergi, Wang Lin memberikan sebutir pil penyembuh pada gadis itu.


"Telanlah, belum terlambat untuk menyelamatkanmu kedua juniormu itu."


Wang Lin berbalik dan pergi tanpa menoleh.


Saat sosoknya menghilang, gadis itu sedikit ragu untuk menelan pil yang Wang Lin berikan. Tetapi karena nasib kedua juniornya berada di tangannya, dia tidak memiliki pilihan lain selain menelan itu.


Dalam beberapa detik, luka di tubuhnya menghilang. Selain itu, kelelahan yang ia rasakan menghilang dalam sekejap.


"Apa?" Gadis itu bingung, dia tidak menduga bahwa efek dari pil itu akan membuatnya sembuh dalam hitungan detik.


"Siapa pria itu? Mengeluarkan pil seperti ini hanya untuk gadis sepertiku..."


"Tidak! Tidak!.." Gadis itu menggelengkan kepala, "Prioritasku saat ini adalah kedua juniorku.. "


Setelah berdiri, dia menatap kearah perginya Wang Lin. Dia membungkukkan kepalanya sambil berkata, "Terimakasih, aku akan membalas ini di masa depan."


Setelah mengucapkan terimakasih, gadis itu mengejar kedua juniornya yang melarikan diri.


Di balik semak-semak, Wang Lin menjemput muridnya dan berkata. "Maaf telah membuatmu melihat sesuatu yang mengerikan Ruyu."


Yan Ruyu menggeleng, "Tidak, master melakukan itu untuk menyelamatkan gadis tadi. Aku sama sekali tidak masalah dengan hal itu."


Wang Lin tersenyum, di mengelus kepala muridnya sambil mengatakan terimakasih padanya.


"Ayo berangkat, kita harus sampai di kota mawar putih sebelum malam hari."


Yan Ruyu mengangguk, dia berdiri kemudian berjalan menuju kota mawar putih.


Ketika matahari hampir tenggelam di arah barat, Wang Lin dan muridnya berhenti tepat di tepi tebing.


Dari atas sana, dia melihat sebuah kota besar dengan sebuah array pelindung tingkat empat yang mengelilingi setiap sudut kota.


"Akhirnya kita sampai ... Kota mawar putih."


"Mendekatlah Ruyu."


Yan Ruyu yang berada di belakangnya mengangguk, dia berjalan tepat disamping Wang Lin dan berkata.


"Ya Master?"


Tanpa mengatakan sepatah katapun, Wang Lin menggendong Yan Ruyu layaknya tuan putri.


Dia melapisi seluruh tubuhnya menggunakan Qi, "Pegangan dengan erat Ruyu, kita akan turun."


Whuss!!


Dari tebing yang tingginya hampir seratus meter, sosok Wang Lin terjun kebawah sambil membawa Yan Ruyu di pelukannya.


***

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2