Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 23 : Sebuah Kesepakatan


__ADS_3

"I- Itu..."


Pria besar itu terlihat ragu, dia tidak menduga bahwa Wang Lin akan meminta hal yang sangat sulit seperti itu.


Tetapi mempertimbangkan pil pemurnian yang sangat langka itu, pria besar itu tergoda.


Bagaimanapun, basis Kultivasinya saat ini berada di ranah Martial Master. Dia tidak percaya bahwa dirinya akan kalah dari pria muda itu.


"Baiklah, jadi bagaimana kita akan bertaruh." Pria besar itu memantapkan pikirannya, atmosfer di sekitarnya tiba-tiba berubah.


Sosok Wang Lin terlihat setenang air, dia terlihat seolah-olah bahwa kemenangan sudah berada di telapak tangannya.


"Mudah saja... Jika kau bisa mendorongku mundur satu langkah, maka aku akan mengaku kalah."


Semua orang melebarkan mata, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.


Bahkan Yan Ruyu dan Su Yao sedikit terkejut, "Master, bukankah itu terlalu gegabah?"


Wang Lin menatap muridnya, hanya tersenyum lembut tanpa berkata.


"Kakak perempuan, bukankah keputusan master terlalu gegabah. Pil pemurnian jelas merupakan pil langka yang ada di kerajaan Beizhun." Su Yao menarik lengan baju Yan Ruyu, berkata tentang kekhawatirannya.


"Tidak perlu khawatir adik," Yan Ruyu menarik lengan Su Yao, membawanya sedikit menjauh.


"Kau tidak mengerti sifat master, jika dia tersenyum seperti itu kepada kita. Itu artinya master pasti akan memenangkan taruhan ini."


Tak lama setelah itu, kerumunan mulai tertawa sambil melontarkan cibiran dan juga ejekan pada Wang Lin.


"Dasar idiot, Lin Ping termasuk salah satu tetua Paviliun Huang. Menerima serangannya sama saja mencari kematian."


"Hmph, Lin Ping benar-benar beruntung bisa mendapatkan Pil pemurnian dengan mudah. Jika itu aku, pasti aku sudah menamparnya sampai giginya terlepas."


Mengabaikan kerumunan yang menghina dirinya, Wang Lin menatap Lin Ping kemudian bertanya.


"Bagaimana, apakah kau sudah siap?"


Perkataan itu seketika menyadarkan Lin Ping dari lamunannya, dia menatap Wang Lin dengan ragu kemudian berkata.


"I- Ini, apakah kamu serius?"


Meskipun Lin Ping memiliki tampang layaknya seorang penjahat, tetapi dia selalu bersikap adil pada setiap orang.


"Tentu saja..."


Wang Lin memasang kuda-kuda, dia tersenyum sambil meminta Lin Ping untuk menyerangnya kapanpun ia siap.


"Hahh..." Lin Ping menghela nafas berat, dia mengepalkan tinjunya erat sambil berkata.


"Jangan salahkan aku anak muda.. "


Boomm!!

__ADS_1


Gerakan Lin Ping menimbulkan riak angin, hanya kurang dari satu detik ia sudah berada tepat di depan Wang Lin.


Melepas pukulannya yang mengandung kekuatan ratusan ton, itu menghantam kedua Wang Lin layaknya sebuah bom.


Wang Lin menyilangkan tangannya, dia mengalirkan Qi kedalam tangannya hingga memunculkan sisik berkilauan.


Tetapi karena tertutup serangan Lin Ping, tidak seorangpun yang melihat sisik muncul di lengan Wang Lin.


Di tangga menuju lantai dua, seorang perempuan tersenyum lebar. Dai bergumam pelan tanpa seorangpun yang mendengar suaranya.


"Pergilah ke neraka, idiot!"


Boomm!!


Ledakan yang berasal dari pukulan Lin Ping membuat seluruh bangunan bergetar.


Asap yang begitu tebal mengumpul, menutup Wang Lin dan Lin Ping yang menjadi pusat perhatian.


Hanya setelah asap tebal itu menghilang, semua orang terkejut dengan sosok yang berdiri tegak tanpa bergerak satu inci pun.


Sebaliknya, Lin Ping yang berdiri di depannya merasakan sakit di kepalan tangannya.


Dia benar-benar tidak menduga kejadian seperti itu akan terjadi padanya, "Bagaimana itu bisa terjadi, apakah aku baru saja memukul sebuah gunung? Itu terlalu keras."


Berdiri di depan Wang Lin dengan tatapan penuh rasa tidak percaya, Wang Lin bertanya-tanya hal yang sama di benaknya.


Sementara itu, Wang Lin melemaskan tangannya setelah menerima serangan dari Lin Ping.


Selain pakaiannya yang hancur akibat pukulan dari Lin Ping, ia tidak merasakan hal aneh selain itu.


Menghela nafas dan tersenyum pahit, Lin Ping berkata sambil membalas jabat tangan itu.


"Haha, ini kekalahanku. Aku terlalu percaya diri dapat mengalahkan ku hanya dengan pukulan ku. Tapi harus kuakui, kau memiliki fisik yang sangat kuat." Lin Ping memuji.


"Jika kita berada di tingkat yang sama, aku takut aku tidak dapat bertahan tiga gerakan darimu."


Semua orang merasakan tekanan yang begitu mencengkam, mereka tidak pernah mendengar Lin Ping memuji orang lain selain tetua Paviliun.


Pak pak!


"H- Hei, katakan! Apakah aku sedang bermimpi saat ini?" Pria itu menampar pipinya sendiri beberapa kali.


Sementara itu di tangga yang menghubungkan lantai pertama dan kedua, sosok perempuan muda yang terlihat tidak senang berjalan pergi.


Dia mengeluarkan sebuah batu giok berwarna-warni hijau kemudian mengalirkan Qi kedalam giok itu.


Seolah giok itu tersambung dengan seseorang layaknya sebuah ponsel, perempuan itu memberikan pesan singkat.


"Malam hari setelah kompetisi Alkimia, bawa seluruh bawahanmu. Kita akan membunuh Wang Lin pada saat itu juga."


***

__ADS_1


Lantai pertama Paviliun Huang~


Setelah taruhan antara Wang Lin dan Lin Ping berakhir, semua orang kembali pada kesibukannya.


Tidak ada hal yang menarik untuk dilihat, "Jadi, sesuai taruhan yang kita buat. Aku akan membawamu pada pemilik Paviliun, ikuti aku!"


Ekspresi Lin Ping berubah seketika saat dia menyebut pemilik Paviliun, mereka berempat mengikuti Lin Ping di belakangnya.


"Nee, saudari! Meskipun aku hanya melihat sekilas, tetapi aku merasakan aura naga di tubuh master."


Yan Ruyu mengangkat sudut bibirnya, "Hoo, gadis ini lebih teliti daripada yang aku juga. Yah, itu sangat cocok dengan julukannya waktu itu ... Dewi Obat!"


"Aku terkejut kau dapat melihatnya adik. Seperti yang kau katakan tadi, master sebenarnya memiliki fisik naga." Jawab Yan Ruyu.


"Naga? Ahh apakah maksudmu mereka ras naga yang hidup di Tanah Kekacauan?"


Yan Ruyu mengangguk, dia tidak menjelaskan lebih lanjut. Dengan pengetahuan Su Yao, Yan Ruyu yakin dia akan mengetahuinya dalam waktu singkat.


"Baiklah, kita sampai!" Lin Ping menghentikan langkah di tengah aula kosong.


Dia mengeluarkan secarik kertas yang bertuliskan sebuah mantra untuk membuka formasi tersembunyi.


Saat formasi itu sepenuhnya terbuka, tubuh Wang Lin dan kedua muridnya seolah terhisap semacam cahaya.


Pandangan mereka dibuatkan oleh sinar cahaya terang. Hanya berselang dua detik, aliran udara yang ia rasakan telah berubah.


Udara yang awalnya terasa sedikit panas kini menjadi sejuk dan juga segar.


Saat dirinya membuka mata, ia sudah tidak berada di Paviliun Huang, melainkan tempat lain.


Ada banyak pohon bambu yang tumbuh di sekitar mereka, selain itu juga, energi spiritual yang ia rasakan jauh lebih padat beberapa kali lipat dibandingkan dengan kita mawar putih.


"Bawahan ini memberi hormat pada nona muda." Lin Ping berlutut sambil menangkupkan tangannya.


Tak jauh dari lokasi mereka, terlihat sebuah gazebo indah yang berdiri di pinggiran danau.


Duduk di dalam gazebo itu, adalah seorang perempuan muda yang memainkan ziter dengan sangat baik.


Dia menghentikan permainannya dan menjawab salam dari Lin Ping..


"Ah, tetua Lin. Apa yang membawamu kemari?" Tanya perempuan itu.


"I- Itu," Lin Ping terlihat sedikit gugup, dia kemudian menjelaskan tentang taruhan yang ia lakukan.


"Menarik!!"


Mendengar penjelasan dari Lin Ping, perempuan muda itu menunjukkan ketertarikan pada Wang Lin.


Dia tersenyum lembut kemudian, "Katakan apa yang kau mau."


"Mudah saja, aku ingin membuat kesepakatan."

__ADS_1


***


To Be Continued.


__ADS_2