Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 19 : Ketakutan Lima Benua


__ADS_3

Berdiri di kaki bukit, Yan Ruyu menatap kosong pada puluhan bangunan yang berdiri kokoh di puncak bukit.


Dia melepaskan tudung yang menutupi kepalanya, dan memejamkan kedua matanya.


Saat kedua matanya terbuka, sosoknya mengalami transformasi. Rambutnya memutih, rune-rune kuno bermunculan dan memenuhi setiap bagian tubuhnya.


Ketika tanda api muncul di keningnya, Yan Ruyu membuka mata.


"Hmm, senang rasanya aku dapat menggunakan satu persen dari kekuatan asliku." Yan Ruyu tersenyum menatap tubuhnya yang bercahaya.


"Meskipun batas waktunya hanya satu menit, tapi ini sudah cukup untuk menghancurkan sekte sampah seperti mereka."


Yan Ruyu mengangkat tangannya, rune kuno yang menyelimuti tubuhnya tiba-tiba bercahaya.


Energi yang sangat besar memenuhi tubuh Yan Ruyu, energi itu terus membesar hingga berhenti saat Yan Ruyu mengangkat salah satu jarinya.


"Pedang Surgawi!"


Seperti namanya, pedang surgawi merupakan salah satu teknik milik Yan Ruyu di kehidupan sebelumnya sebelum regresi.


Meskipun pedang surgawi termasuk salah satu tekniknya yang paling lemah, tetapi jika Yan Ruyu mau. Teknik itu bisa menghancurkan seluruh Benua Langit.


Langit malam yang begitu indah berubah menjadi sangat menyeramkan dalam sekejap.


Bintang dan bulan menghilang digantikan oleh pusaran angin dan juga kilatan petir yang terus bermunculan di langit.


Fenomena yang terjadi karena teknik Yan Ruyu menyebabkan gejolak di seluruh Benua di Dunia Mortal.


Dari atas langit, sebilah pedang raksasa membelah awan hitam yang berkumpul.


Tekanan yang datang dari pedang besar itu membuat seluruh daratan Dunia Mortal bergetar.


Bahkan penguasa Benua Utama, seseorang yang dikatakan hampir mendekati ranah Immortal bergetar ketakutan merasakan guncangan hebat yang saat ini mengguncang Benua Utama.


Dia menatap jauh ke langit selatan, dengan mata ilahinya. Dia dapat melihat sesuatu bahkan dalam jarak ribuan bahkan puluhan ribu mil jauhnya.


Tepat saat mata ilahinya mencapai pedang besar yang turun dari atas langit. Rasa sakit tiba-tiba menyerang kedua matanya.


"Arghh!!."


Dia terjatuh sambil menutupi matanya dengan kedua tangan. Ketika dia melepaskan tangannya dari matanya, pandangannya menjadi gelap.


Atau lebih tepatnya, kedua matanya saat ini hancur.


Telapak tangannya di penuhi dengan bercak darah, sementara itu darah terus mengalir keluar dari matanya.


"Aaa... Seseorang!! Cepat panggil seorang tabib.."


Sementara itu di lembah api, tepatnya di atas bukit sekte api mengamuk.


Ribuan murid, tetua, bahkan ketua sekte api mengamuk jatuh dalam posisi berlutut.


Mereka bahkan tidak dapat menggerakkan satu jaripun, ratusan murid dengan basis Kultivasi di bawah Martial Spirit hancur menjadi debu.


Sementara itu, ketua sekte api mengamuk merasakan ketakutan saat ini. Dia bisa merasakan kematiannya semakin dekat setiap kali tekanan yang ia rasakan bertambah.


"Apakah sekte api mengamuk yang telah berdiri selama puluhan tahun akan hancur seperti ini?"


"Sebenarnya dimana kesalahan yang telah ku perbuat." Batin ketua sekte api saat merasakan kematiannya semakin mendekat.


Tepat pada saat itu, pintu ruangannya terbuka. Langkah kaki seseorang terdengar semakin jelas.

__ADS_1


Karena ia tidak bisa mengangkat kepalanya karena tekanan dari pedang surgawi, dia tidak mengetahui siapa yang telah memasuki ruangannya.


"S–Siapa itu?" Teriak ketua sekte api ketakutan.


Tap tap tap!.


Suara langkah kaki itu berhenti, berdiri di depan ketua sekte yang sedang berlutut. Yan Ruyu menatapnya dingin, niat membunuh yang lepas kendali membuat ketua sekte api merasa tercekik.


Ia bahkan tidak bisa bernafas dengan benar.


"Si.. Siapa kamu!"


"Apakah kau pikir layak mengetahui identitas ku?"


Ketua sekte api menelan ludahnya, melihat perempuan itu bisa berjalan bahkan berbicara dengan lancar.


Kekuatannya pasti jauh melampaui imajinasinya.


"Ke–Kenapa kau melakukan ini, apakah sekte kami pernah menyinggungmu?"


Yan Ruyu mendengus dingin, dia membuka mulutnya dan berkata.


"Keangkuhanmu, membuatmu menyinggung orang yang seharusnya tidak kau singgung."


"S–Siapa dia?"


Yan Ruyu tetap diam, dia menarik niat membunuhnya dan menghilang sambil meninggalkan satu kata.


"Masterku!"


Tak lama setelah Yan Ruyu meninggalkan kediaman ketua sekte, pedang surgawi telah jatuh sepenuhnya dari atas langit.


Ledakan itu mengguncang seluruh Dunia Mortal dan menyebabkan ketakutan di kelima benua.


Entah itu Benua Dangsa, Benua Iblis, Benua Langit, Benua Utama, atau bahkan Tanah Kekacauan.


Bahkan penguasa Benua Utama saat ini terbaring di tempat tidurnya karena luka yang ia derita saat mencoba melihat pedang surgawi.


Dalam satu malam, berita tentang hancurnya lembah api menyebar di seluruh Benua Langit.


Dengan bukit dan gunung yang hancur, dapat di simpulkan bahwa pedang besar itu mendarat di lembah api.


Semua Kultivator kuat berdatangan untuk melihat langsung bagaimana kerusakan yang menyebabkan ketakutan di seluruh Dunia Mortal.


Sementara itu di hutan yang berada di dekat sungai, Wang Lin membuka matanya. Dia menghirup udara segar dan menghembuskan dengan ekspresi puas.


"Ada sedikit peningkatan pada Kultivasiku, saatnya melihat status..."


(Ding)


(Nama : Wang Lin)


(Kultivasi: Martial Spirit menengah)


(Teknik : Tebasan Petir, Berserk, ...)


(Budidaya : Metode Yin Yang)


(Kondisi : Prima)


(Saldo : 114.000)

__ADS_1


Mata Wang Lin membelalakkan matanya begitu melihat jumlah poin yang ia miliki.


"Sial, bagaimana mungkin saldo poinku melebihi seratus ribu.. Apakah ada bug dengan sistemnya?" Wang Lin bertanya-tanya sambil menggaruk kepalanya.


Jauh di depannya, Yan Ruyu yang baru saja pergi mencari ayah hutan berlari kemudian memeluk Wang Lin sambil tersenyum.


"Apakah kamu mencari ayan hutan lagi? Maaf merepotkanmu Ruyu.."


Wang Lin tersenyum, tapi ketika dia melihat ekspresi cemberut di wajah muridnya. Dia mengangkat salah satu alisnya menatap Yan Ruyu bingung.


"Apakah ada yang salah ... Ruyu?"


"Hmph.." Yan Ruyu menggembungkan pipinya sambil bertingkah imut, "Master, jika kamu ingin berterima kasih seharusnya kamu mengelus kepalaku."


"Ahh, maaf-maaf..."


Wang Lin tertawa, dia mengelus kepala Yan Ruyu selama setengah jam penuh.


Siapa yang menyangka, gadis yang sedang bertingkah imut di depan Wang Lin saat ini telah memusnahkan sebuah sekte dalam satu malam.


Selain itu juga, ia bahkan menyebabkan ketakutan di kelima benua.


"Apakah kamu sudah puas Ruyu?" Wang Lin bertanya, tangannya menjadi mati rasa karena mengelus kepala Yan Ruyu selama setengah jam tanpa istirahat.


"Tidak tidak tidak! Jika master ingin berhenti, kamu harus menciumku terlebih dulu.." Ucap Yan Ruyu.


Dia sebenarnya mengatakan itu hanya untuk menggoda gurunya.


"Haha, aku hanya bercan–..."


Sebelum Yan Ruyu menyelesaikan apa yang akan ia katakan, ia menerima sebuah ciuman di dahinya.


Deg–


Jantungnya terasa berhenti berdetak sejenak, pikirannya menjadi kosong. Saat Yan Ruyu sadar, wajahnya memerah seketika.


Dia menundukkan kepalanya supaya Wang Lin tidak bisa melihat wajahnya yang sedang malu.


Menggaruk pipinya, Wang Lin tersenyum canggung.


"Apakah aku melakukannya dengan benar? Ini adalah pertama kalinya aku mencium seorang perempuan..."


Sama seperti Yan Ruyu, Wang Lin juga sedikit malu melakukan itu.


Suasana di antara mereka menjadi canggung selama beberapa waktu hingga Yan Ruyu membuka mulutnya dan berkata untuk mencairkan suasana.


"Ma... Master!!..."


"Ya?"


"Itu, di Paviliun Obat yang ada di kota mawar putih akan mengadakan kompetisi Alkimia dua hari lagi. Ada banyak Alkemis muda dari berbagai kota yang datang untuk mengikuti kompetisi itu. Apakah master tertarik untuk menontonnya?"


Wang Lin berpikir sejenak setelah mendengar perkataan Yan Ruyu. "Alkemis? Apakah itu profesi bagi seseorang yang membuat pil?"


"Aku selalu membeli pil dari toko sistem, melihat seseorang membuat pil secara langsung. Kurasa itu sedikit menarik."


Dia tersenyum kemudian menjawab, "Baiklah, ayo pergi!"


***


To Be Continued.

__ADS_1


__ADS_2