Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 24 : Dukungan yang Kuat


__ADS_3

Karena balas dendamnya semakin dekat, Wang Lin memerlukan seorang rekan yang dapat membantunya nanti.


Jika dia menerobos seorang diri untuk membalas dendam kepada Keluarga Wang, itu sama saja seperti mencari kematiannya sendiri.


Seperti yang di ketahui semua orang, Keluarga Wang terkenal secara umum sebagai salah satu keluarga besar di bawah keluarga Kerajaan.


Alasan mereka di takuti bukan karena kekuatan keseluruhan keluarga Wang, dapat dikatakan bahwa kekuatan Patriak keluarga Wang hanya berada di tingkat Martial Grandmaster.


Alasan sebenarnya mereka di takuti adalah karena koneksi yang mereka miliki dengan sekte pedang hitam.


Patriak keluarga Wang saat ini merupakan murid seorang tetua di sekte pedang hitam.


Sekte pedang hitam sendiri merupakan sekte besar di Kekaisaran Long, tirani terkuat di antara ketiga kekaisaran yang ada.


Duduk di dalam gazebo, perempuan muda itu menutup matanya sambil tersenyum.


"Sebuah kesepakatan katamu? Hahaha, lucu sekali.." Perempuan itu tertawa, tanah di sekitar mereka bergetar.


Bahkan Wang Lin dapat merasakan guncangan itu dengan jelas, kerutan muncul di keningnya.


"Wanita ini, dia tidak sesederhana seperti yang terlihat." Batin Wang Lin.


Awalnya dia cukup percaya diri melihat penampilan wanita itu, apalagi dia juga memiliki senyum yang ramah.


Tetapi saat ini, dia teringat kembali dengan sebuah pepatah...


'Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya'


Pepatah itu persis terjadi dengan dirinya sekarang, ia tetap bersikap tenang sambil melihat situasi di sekitarnya.


Matanya sedikit bercahaya saat Qi murni mengalir melewati Meridian di sekitar matanya.


(Nama : Xia Lin)


(Kultivasi : Martial King Puncak)


(Elemen : Api, Petir)


(Kondisi : Baik)


(Kesukaan : 30)


"Eh, apa maksud dari kesukaan ini?"


Wang Lin sedikit terkejut saat melihat layar hologramnya. Tetapi yang membuatnya terkejut bukanlah tingkat Kultivasi perempuan itu melainkan tulisan yang baru muncul itu.


Yan Ruyu dan Su Yao sedikit mengernyit saat merasakan tekanan kuat menghantam tubuh mereka.


Bahkan Lin Ping merasa sulit untuk bernafas saat ini.

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan mereka bertiga, Wang Lin masih bersikap tenang seolah tekanan itu sama sekali tidak mempengaruhinya.


"Hmm, bocah yang sungguh aneh." Xia Lin menyipitkan matanya yang terfokus pada Wang Lin.


Matanya menunjukkan bahwa Wang Lin hanya berada di ranah Martial Master awal. Tapi melihatnya tidak bergeming sedikitpun saat menghadapi tekanannya, ini membuatnya sedikit tertarik.


"Baiklah." Xia Lin tersenyum sambil menarik tekanan yang ia keluarkan.


"Aku sedikit tertarik dengan truk yang kau gunakan anak muda."


Permusuhan di matanya hilang seketika, senyuman ramah yang ia tunjukkan pertama kali kembali terukur di wajahnya.


"Trik? Heh..." Wang Lin tertawa kecil, "Apa kau meremehkanku?"


Mata Wang Lin menyipitkan, tubuhnya memunculkan petir biru yang kemudian menghilang tanpa meninggalkan jejak.


Detik berikutnya, ledakan terdengar dari gazebo tempat Xia Lin duduk.


Dia terlihat mengangkat satu jarinya saat menahan sebuah pukulan yang mengarah padanya.


"Tidak buruk, aku tidak menyangka anak buangan dari keluarga Wang akan menjadi sekuat ini." Xia Lin menyeringai puas, dia melepaskan sedikit tekanannya yang membuat tubuh Wang Lin terdorong mundur.


"Baiklah, kau mengejutkanku. Katakan kesepakatan apa yang ingin kau buat?"


Xia Lin berdiri, mengangkat kedua tangannya untuk meregangkan tubuhnya yang sedikit kaku.


Lekukan di tubuhnya terlihat begitu jelas, bahkan jika fitur wajahnya tidak secantik Yan Ruyu atau Su Yao. Tetapi kecantikannya masih dianggap sebagai kelas atas.


"Sial, dia terlalu sexy.." Batin Wang Lin sambil menahan gairahnya.


"Aku ingin membuat Paviliun Huang sebagai pendukungku, sebagai gantinya... Aku akan memberikan ini."


Wang Lin mengeluarkan sebuah batu hitam seukuran kepalan tangan.


Xia Lin mengerutkan kening, senyum di wajahnya menghilang seketika.


"Apa kau bercanda padaku?"


Wang Lin tetap bersikap tenang, dia kemudian menjelaskan tentang kegunaan dari batu hitam itu.


"Benda ini disebut sebagai batu pembunuh, jika kau memberinya sepuluh batu spiritual. Batu ini akan menyerapnya dan mengubahnya menjadi formasi pembunuh tingkat satu." Jelasnya, sikapnya sangat percaya diri dengan apa yang ia katakan.


"Hanya itu?" Tanya Xia Lin dengan ekspresi cemberut.


"Tentu saja tidak, jika kamu memberikan seratus batu spiritual, benda ini akan menghasilkan formasi pembunuh tingkat dua." Menarik nafas, Wang Lin menyeringai lebar dan melanjutkan ucapannya.


"Ingat ini juga, jika kau memiliki lebih banyak batu spiritual. Kau bahkan bisa membuat formasi pembunuh tingkat lima menggunakan batu ini."


Tepat begitu Wang Lin menyelesaikan ucapannya, suasana di hutan itu menjadi hening.

__ADS_1


Xia Lin yang awalnya acuh dengan batu hitam itu kini merasa darah di tubuhnya membeku. Keringat dingin membasahi punggungnya, matanya terbuka lebar seolah tidak mempercayai apa yang baru saja Wang Lin katakan.


"Apakah kau ... serius?" Xia Lin bertanya, kini ekspresi berubah 180 derajat.


Wang Lin menganggukkan kepala sebagai jawaban, "Jika kau tidak percaya, kenapa kau tidak mencobanya sendiri.."


Formasi pembunuh tingkat lima, bahkan di kekaisaran Long, tidak seorangpun yang dapat membuatnya.


Menurut catatan yang di tinggalkan oleh seorang Master Array di masa lalu, formasi pembunuh tingkat lima dapat membunuh seorang Martial Ancestor.


Wang Lin berjalan menuju gazebo, setelah ia memberikan batu hitam itu pada Xia Lin dia berbalik dan membawa muridnya pergi.


"Jangan lupakan kesepakatan ini, jika kamu menganggap ini hanya omong kosong belaka... Tunggu saja pembalasan dariku." Tegas Wang Lin sebelum ia dan kedua muridnya menghilang.


Xia Lin menelan ludah dan berkeringat dingin, dia tidak menduga akan merasakan niat membunuh yang sangat kuat dari pria yang bahkan belum berumur 20 tahun.


"Lin Ping, mulai sekarang Paviliun Huang akan berkerja sama dengan tuan Lin sebagai rekan. Ingat itu!" Ucap Xia Lin sambil menyimpan batu hitam itu di sakunya.


"B- Baik nona.." Lin Ping memberi hormat, tanpa menanyakan hal lain, ia pergi keluar dari hutan.


Duduk di gazebo sendirian tanpa seorang teman, Xia Lin berdiri meninggalkan ziter di gazebo.


Ia mengembuskan nafas sambil mengangkat sudut bibirnya, "Keluarga Wang, kalian pasti akan menyesal menjadikan monster seperti dia sebagai musuh."


"Hahh, kurasa aku sudah terlalu tua sekarang. Dulu saat aku muncul, setiap pria pasti akan tergila-gila padaku. Tapi orang itu berbeda, Wang Lin ya ... aku menantikan apa yang akan kau lakukan di masa depan."


***


Kembali ke ruangan sebelum mereka pindah ke hutan, Wang Lin menghela nafas berat.


"Perempuan itu sangat kuat, jadi seperti itu ya kekuatan seorang Martial King... Sial, ini membuatku bersemangat." Wang Lin mengepalkan tangannya sambil menyeringai.


Batu yang ia berikan untuk kesepakatan dengan Wang Lin adalah hadiah yang ia dapatkan setelah menerobos ke ranah Martial Master.


Meskipun batu itu adalah artefak yang sangat kuat, tetapi penggunaan terlalu banyak menggunakan batu spiritual.


Dengan kondis Wang Ling yang sekarang, batu itu sama sekali tidak berguna baginya..


"Ruyu, Yao! Ayo pergi, maaf membuat kalian berada di situasi itu. Padahal aku sudah berjanji membelikan kalian berdua pakaian baru."


"Itu tidak masalah selama aku bersama master. "


"A- Aku juga!"


Wang Lin tersenyum tipis, dia melihat kedua muridnya dan bergumam. "Yah, akan ku pastikan menjaga senyuman kalian apapun yang terjadi."


Setelah Wang Lin membeli pakaian untuk kedua muridnya, dia pergi ke rumah makan.


***

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2