Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 1


__ADS_3

"Aku udah ga sabar Lo mas," ucap Jihan sambil memeluk tangan calon suaminya.


Aku juga dek," ucap Erwin juga.


Erwin dan Jihan adalah sepasang kekasih yang tengah mempersiapkan pernikahan, pesta pernikahan yang tak lama lagi akan dilangsungkan, persiapannya pun sudah hampir delapan puluh persen.


Erwin dan Jihan bertemu disalah satu galeri foto pada tahun lalu, cinta pada pandangan pertama mungkin itu yang cocok dikatakan untuk kisah cinta mereka.


Tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk saling menyukai dan mengungkapkan perasaan satu sama yang lain.


Menjalin hubungan serius itu yang dikatakan oleh Jihan, bahwa dia tidak mencari pacar melainkan mencari pasangan hidup alias suami.


Erwin pun menyetujui syarat dari Jihan bahwa mereka tidak akan berpacaran, dari mulai bertemu dan masa pendekatan hingga mereka memutuskan untuk menikah semua berjalan dengan lancar.


Seakan alam pun menerima hubungan ini, banyak yang bilang jika mereka sangat mirip, katanya jika kita mirip dengan pasangan kita berarti kita sangat berjodoh dunia akhirat.


Keluarga dari kedua belah pihak sudah sangat merestui hubungan ini, bahkan mereka sangat ingin mempercepat hari baik ini.


"Semua sudah hanya tinggal Menunggu hari H saja," jelas Jihan di telfon.


"Jangan sampai ada yang tertinggal sayang," ucap Mamanya di telfon.


Ia ma pokoknya aman paling tinggal tunggu final aja ma, baju pengantin nya juga udah di revisi ulang." sahutnya lagi.


"yang terpenting mas Erwin suka,"tambahnya.


Jihan menutup telfonnya dan langsung bergegas menemui calon suaminya, karena ini terakhir kali mereka bertemu sebelum pernikahan berlangsung.


Ada bahasa pingit, tradisi itulah yang sedang di jalani oleh kedua mempelai mereka memutus kan untuk tidak bertemu seminggu sebelum acara.


"Hari ini terakhir kita bertemu mas,"ujar Jihan.


Ya sayang, tapi mas takut kangen sama kamu dek," ucap manja Erwin.


Sabar ya mas kita akan bertemu setelah acaranya selesai." ungkap Jihan meyakinkan calon suaminya.


Pertemuan terakhir bagi Jihan dan Erwin sangat berarti sekali, mereka tidak akan bertemu selama seminggu.


Selama seminggu itu pulang rasa kangen pasti tidak akan tertahankan bagi Erwin yang merasa tidak bisa jauh dari Jihan kesayangannya.

__ADS_1


Bahagia! pasti sangat bahagia rasanya bukan, saling mencintai dan bisa menikahi orang yang kita cintai, di benak Erwin Jihan wanita sempurna yang mampu mengobati kegundahannya dan melengkapi hidupnya kelak.


Gimana persiapan nya kak!" tanya Sinta adik Jihan.


"Sudah hampir siap sayang,"jawab Jihan.


"Malam ini aku tidur sama kakak ya," pinta Sinta.


"Sebentar lagi kakak akan menikah, rumah ini pasti sepi rasanya tanpa kakak," ungkapnya.


"Ia boleh, ya udah Ayuk kita kekamar kakak juga udah ngantuk nih," ajak Jihan.


"Jangan tidur dulu kak, ada yang mesti kakak cobain dulu," ucap Sinta.


Sinta memberikan segelas susu kepada Jihan, Jihan pun menenggak susu itu sampai habis, tanpa curiga sedikit pun kepada adiknya.


Ya adik kesayangannya, Sinta berjarak dua tahun dari Jihan, mereka sudah seperti anak kembar karena usia mereka juga tidak begitu jauh, jadi mereka sudah seperti seorang teman.


Sinta bekerja di salah satu pabrik susu di daerahnya, dia memang sering memberikan sampel susu kepada kakaknya jika ada rasa baru yang keluar.


Sifat Sinta bertolak belakang dengan Jihan, Jihan yang lemah lembut dan rajin di dapur sementara Sinta adalah kebalikan dari Jihan.


Semenjak kecil mereka hampir tidak pernah bertengkar sama sekali, Jihan selalu bisa memberi apa yang adiknya mau.


Semua keluarga sangat bingung melihat kondisi Jihan yang tiba-tiba drop, mereka berusaha menyembuhkan Jihan dengan memanggil Bidan dan dokter kerumah.


Semakin hari Kondisi Jihan semakin remuk seperti lilin yang hampir padam, Jihan hampir kehilangan kesadaran nya.


Keluarga dari Erwin pun sudah mengetahui kondisi Jihan, mereka merencanakan untuk mengadakan pertemuan keluarga untuk membahas kondisi Jihan yang tiba-tiba sakit begini.


Banyak yang bilang jika Jihan di guna-guna orang, ada yang bilang jika pengantin itu sangat disukai oleh jin karena auranya yang sangat terpancar.


Tetapi keluarga tidak menggubris perkataan dari warga, mereka tetap memberi pengobatan dokter kepada Jihan.


Jadi apa yang dikatakan oleh dokter mbak," ucap dari Ibu Erwin saat mereka membicarakan pertemuan keluarga.


"Lagi dalam pemeriksaan dalam dua hari ini keluar hasilnya," jawab mama Jihan.


"Apa Jihan memiliki riwayat penyakit," tanya nya lagi.

__ADS_1


Sebaiknya kita bahas nanti malam saja, saat semua keluarga sudah datang,"jawabnya.


Dan tiba di malam harinya semua keluarga telah tiba di kediaman Orang tua Jihan, mereka membahas soal Jihan yang tiba- tiba jatuh sakit.


Ada yang menyarankan jika Jihan sebaiknya di beri pengobatan alternatif dan ada pula yang menyarankan jika Jihan sebaiknya di rukiah takut ada jin yang masuk kedalam tubuhnya.


Tetapi tetap Keluarga Jihan sangat tidak percaya tentang hal itu, mereka tetap ingin menunggu Hasil dari dokter saja.


Hari pernikahan yang tinggal 2 hari lagi membuat semuanya menjadi panik, bahkan mereka sepakat untuk menunda semuanya.


Tetapi salah satu dari keluarga Erwin mengatakan bahwa jika undangan telah di sebar kita akan malu jika acara ini harus di batalkan.


Santi pergi menyelinap masuk kekamar kakaknya dan mengungkapkan segalanya disana.


"Izinkan aku menikahi Mas Erwin Kak, Izinkan aku menggantikan mu di pelaminan, izinkan aku memiliki apa yang kamu punya," pinta Sinta sambil tersenyum jahat.


Jihan yang sudah kehilangan semua kesadaran nya tentunya tidak mendengar perkataan dari Sinta.


Setelah mengucapkan itu Sinta mengucapkan satu mantra yang membuat tubuh Jihan menegang dan gemetar.


Sinta segera memanggil keluarganya seolah bukan dia pelakunya,Sinta pun berpura- pura bersedih dan menangis di pangkuan mamanya melihat kondisi kakaknya yang semakin di ambang kematian.


Hampir satu jam Jihan gemetar begini dokter pun datang memeriksa keadaan nya, dan dokter juga belum bisa mengambil tindakan banyak dari Jihan selama tubuhnya masih gemetar seperti ini.


pernikahan tinggal besok, tapi Jihan bertambah parah saja," ucap mamanya.


kring...


kring...


Sekar ibu Jihan mengangkat telfon dan mengucapkan jika Jihan pasti baik- baik saja.


"Kamu yang sabar nunggu Jihan ya win."


"saya akan tetap menikahi Jihan besok," jelas Erwin.


Mama pun menutup Telfon dan menyampaikan segala yang diucapkan oleh Erwin kepada keluarganya dan akhirnya mereka tetap mengadakan acara pernikahan itu.


Mendengar hal itu Sinta menjadi takut rencananya tidak berhasil dan dia kembali kekamar Jihan untuk melihat kondisinya.

__ADS_1


Kau harus Mati ,mati, mati," gumam Sinta dalam hatinya.


Bersambung...


__ADS_2