Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 21


__ADS_3

Setelah semua hal yang di lalui oleh Sinta, serta mimpi aneh tentang kakaknya Jihan, Sinta terbangun dari tidurnya.


Bahwa Jihan menghadiri mimpi Sinta dan mengatakan jika semua bukanlah kesalahannya, jadi berhenti menyalahkan dirinya sendiri.


Sinta terbangun dari tidur panjangnya, dan dia melihat kearah meja jika hari sudah menunjukkan 30 hari setelah kejadian di hutan dulu.


Sinta terbangun di dalam kamar di rumah Daniel, Sinta yang bingung akan semuanya lalu dia menanyakan segalanya kepada Daniel.


Daniel yang menyatakan jika Sinta telah tidur selama Sebulan penuh, membuatnya menjadi kuatir, Daniel yang selalu menunggu Sinta sadar dari tidurnya selalu melakukan meditasi agar Gadis ini bangun dari tidurnya.


Entah bagaimana Sinta bisa tertidur selama sebulan penuh, Sinta hanya mengingat kejadian di hutan ketika menjerit memanggil kakaknya.


Selama dia tidur kakaknya sering datang kedalam mimpinya dan mengatakan bahwa ini bukan salahnya, hanya itu yang dia ingat sejauh ini.


Daniel yang merasa ada kejanggalan dari semuanya mencoba bermeditasi kembali.


Setelah bermeditasi Daniel melihat Bahwa Jhon yang sengaja membuat Sinta tertidur untuk selamanya.


Daniel mencoba melawan Jhon dengan sebagai macam cara agar bisa membebaskan Sinta dari pengaruh Jhon.


Daniel pun berhasil dengan semuanya, Sinta telah sadar bersamaan dengan Jhon yang telah tiada di dalam rumah Sinta bersamaan terbakarnya rumah itu.


Semua kemampuan Jhon telah hancur bersamaan hancurnya rumah dan meninggalkannya dia di dalam rumah itu.


Setelah kejadian itu Sinta di bawa oleh Daniel kerumahnya dan merawat nya hingga Sinta benar-benar terbebas dari segalanya.


Erwin yang di temui terakhir oleh Sinta, memutuskan untuk bunuh diri agar dia bisa kembali bersama Jihan cinta sejatinya.


Setelah semuanya terjadi Sinta dan Daniel memutuskan untuk menikah dengan resiko yang telah diambil oleh Daniel.


Yaitu kehilangan sebagian dari kemampuannya, dan Daniel sudah tidak bisa berbuat sesuka hatinya.


Dendam dan masalalu telah di selesaikan oleh kedua pasutri ini, dan setelah semua dirasa aman, mereka akhirnya pindah ketempat lain untuk melanjutkan kehidupan mereka selanjutnya.


Sinta dan Daniel tinggal di kota kecil di salah satu daerah, yang jelas daerah ini sangat jauh dari tempat masa lalu mereka.


Mereka menjalankan kehidupan seperti suami istri biasanya, seperti pasangan normal lainnya.


Dan sampai saat Sinta di nyatakan hamil dan mereka akan menjadi orang tua, mereka melakukan segala hal agar anak yang di kandung oleh Sinta menjadi anak yang sehat dan kuat.

__ADS_1


Sinta yang tengah mengandung menjadi lebih sensitif, membuat Daniel harus extra sabar menghadapinya.


Kehamilan Sinta sama seperti kehamilan wanita pada umumnya, dari awal kehamilan hingga sekarang usia kehamilan menginjak enam bulan Sinta masih mengalami penciuman yang sangat sensitif.


Sehingga dia bisa mencium Bau yang bahkan tidak tercium oleh orang lain, dan pandangan Sinta semakin sensitif, dia semakin banyak melihat hal yang tidak dilihat oleh orang lain.


Karena takut anaknya juga mengalami hal itu, Sinta mencoba menghindari semuanya , dengan menutup mata batinnya dan membuang segala yang dia dapatkan dari Daniel.


Pokoknya Sinta ingin anaknya bisa hidup normal seperti anak yang lainnya.


Daniel pun setuju dengan hal itu, mereka mencoba untuk menghindari hal mistis dan mencoba melupakan masalalu mereka agar anaknya menjadi anak yang terbebas dari hal itu.


"Pokoknya mas, aku mau Nanti anak kita ini normal," ucap Sinta.


"Iya sayang, mas akan usaha supaya anak kita tidak aneh-aneh ya," jawab Daniel.


"Ok mas," tambah Sinta.


Jauh dari peradaban membuat mereka menjadi damai, dengan tidak berkomunikasi dengan orang banyak dan siapapun.


Tapi setelah Hamil Sinta memiliki firasat jika anaknya akan berbeda dari orang kebanyakan dia lantas mengobati perutnya dan membuang semua yang akan mempengaruhi anaknya kelak.


Mereka mulai mencari rumah di tengah kota, mendidik anaknya seperti kebanyakan orang, dan memperkenalkan anak tentang teknologi canggih ini.


Malam ini hari kelahiran bayi Sinta, mereka membawa Sinta kerumah sakit terdekat.


Sinta melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan, Sinta melihat wajah putranya sangat mirip dengan Daniel.


Daniel yang bahagia lantas memberi nama untuk anaknya yaitu, Bagaskara.. Sinta pun setuju dengan nama itu.


Seperti keluarga pada kebanyakan, Mereka sangat bahagia sekali. Memiliki anak yang tampan membuat keluarga mereka menjadi lengkap.


Akhirnya Sinta pulang dari rumah sakit, mereka menyiapkan kamar bayi yang sangat lucu dan nyaman untuk anak mereka.


Hal yang paling membahagiakan bagi mereka saat ini, Sinta yang sudah pulih pasca melahirkan sudah bisa menjalankan hari-hari seperti biasanya.


"Mas lihat anak kita, tidur dengan nyenyak!" ujar Sinta.


"Iya sayang... mas akan selalu jaga kalian berdua saat ini," sahut Daniel.

__ADS_1


Sinta pun tersenyum setelah mendengar hal itu dari Daniel.


Hari semakin cepat berlalu, kehidupan Daniel dan Sinta semakin tersorot oleh orang banyak, dengan bisnis yang mereka geluti sampai saat ini sudah memiliki omset yang sangat fantastis.


Bahas yang berusia satu tahun, mulai menginjakkan kakinya di tanah, dan semua semakin lengkap saat Sinta mengumumkan kehamilan keduanya.


Di kehamilan kedua ini Sinta sangat bahagia tetapi kandungannya di nyatakan bermasalah oleh dokter, jadi Sinta harus benar-benar betres sampai hari persalinan tiba.


Melihat kondisi Sinta Daniel memutuskan untuk membawa orang kerja kerumahnya, yaitu seorang pembantu dan supir untuk membantu Sinta dirumah.


Sinta pun tidak mempermasalahkan semua itu, yang penting semua orang bahagia.


Bagas yang semakin hari semakin lucu, juga sudah memiliki pengasuhnya sendiri, Jadi Sinta hanya fokus dalam kehamilannya saja.


Makasih ya Lastri kamu sudah banyak membantu disini," ucap Sinta kepada pengasuh anaknya.


Iya buk, saya senang jika bisa bermain dengan Bagas," ucap nya.


Lastri terpaut usia jauh dibawah Sinta, jadi Sinta seakan memiliki seorang adik dan Sinta sangat percaya pada Lastri.


Sedangkan yang membantu Sinta membersihkan rumah dan memasak adalah Mbok Sri, mbok Sri adalah bude dari Lastri.


Sinta merasa tidak tidak sendirian lagi, kehadiran kedua orang ini sangat membuat Sinta merasakan kehadiran ibu dan kakaknya.


Jadi setiap hari perkembangan Sinta sangat bagus, sehingga dia sudah bisa berjalan-jalan dirumah walau dia masih belum bisa bekerja yang berat, walaupun hanya menggendong putra pertama nya.


Sinta pun melahirkan anak keduanya di dalam rumah mereka, Daniel membawa dokter kerumah itu karena kondisi Sinta yang tidak memungkinkan untuk keluar.


Mereka dianugerahkan putri yang sangat cantik yang di beri nama, Saraswati.


"Sudah lengkap mas, putra dan putri yang sangat cantik dan tampan aku sangat bahagia sekarang," ucap Sinta.


"Iya sayang, mas juga bahagia," jawab Daniel.


"Semoga anak-kita seperti anak yang lainnya ya mas tidak aneh-aneh," ucap Sinta.


"Kamu tenang, semua akan berjalan dengan lancar, kamu harus yakin itu. Anak-anak kita akan baik-baik saja, hal yang dulu terjadi sama kamu tidak akan terjadi pada anak kita," Jelas Daniel.


"Semoga ya mas," sahut Sinta.

__ADS_1


Mereka melihat Kedua anak-anak itu tidur dengan pulas, yang satu tidur di box bayi dan yang satu tidur di pangkuan Sinta.


To be continued, Season 2...


__ADS_2