
"Alamat apa?" tanya Sinar.
"Gak semuanya Lo harus tahu kan," ucap Sinta.
"Aneh Lo," sahut Senja.
"Lagian gue juga gak perduli dengan semua itu," jelas Senja lagi.
Mereka pun duduk terdiam di area air terjun itu, hari yang semakin larut, membuat langkah mereka terhenti disana.
Begitu banyak pertanyaan dan begitu banyak yang dibingungkan disini.
Semua terasa sedang melakukan rencana sesuatu yang besar, sehingga mereka bertiga tidak saling percaya satu sama lain.
Sinta melihat alamat yang di genggam nya, dia juga belum melihat Air terjun itu, setelah memastikan kedua orang itu tidur Sinta berencana untuk melihat bayangannya di air terjun merah itu.
Sinta berdiri dan mendekati air terjun, dia mencoba bertanya kembali dan melihat jawabannya di dalam pantulan air tersebut.
Saat dia sudah membaca pertanyaannya dan bayangan itu sudah mulai terlihat, tiba-tiba Sinar berdiri tepat disampingnya, sehingga dia bisa melihat semuanya.
"Sudah gue duga," jelasnya.
"Ngapain Lo, bukannya tadi Lo tidur," ucap Sinta.
"Kita bukan orang jahat kok, gue sama dengan Lo, mempunyai masalah makanya kita bisa sampai disini." jelasnya.
"Gak seharusnya Lo curigain kita berdua," ucap Sinar lagi.
Sinta pun terbangun mendengar suara mereka berdua, dia yang sudah curiga dari tadi mencoba menarik alamat yang di pegang oleh Sinta.
Set..
"Apaan Lo, kembalikan," ucap Sinta.
Senja melihat Alamat itu dan betapa terkejutnya dia jika alamat yang dilihatnya adalah alamat desa milik nya.
"Ngapain Lo, mau kesini?" tanya Senja.
"Bukan urusan Lo," sahut Sinta.
"Sudah jadi urusan gue, karena itu alamat desa gue," jawabnya.
"Apa yang Lo mau tahu?" tanya Nya lagi.
"Kalian... gue mau tahu tentang kalian!" tanya Sinta.
"Hahahaha,... bodoh...," ucap Senja.
"Sinta! seperti yang gue bilang tadi, Lo cuman membuang waktu jika Lo melanjutkan perjalanan," jelas Sinar.
"Gue gak pernah bohong tentang wajah ini, gue juga ga tahu kenapa wajah ini bisa sama gue," jelas Senja.
__ADS_1
"Kenapa gue harus percaya sama Lo berdua!" tanya Sinta.
"Kita memang ga tau siapa pria yang bernama Daniel dan apa hubungannya, gue juga gak tau," jelas Sinar.
"Tapi satu hal yang gue tahu, wajah ini bukan wajah awalnya," Tambah Sinar.
"Maksud Lo!" tanya Sinta.
"Mereka terpaksa merubah salah satu dari wajah anak mereka agar bisa selamat," jawabnya.
"Lo bisa tahu banyak!" tanya sinta lagi.
"Kenapa, benar kan yang dibilang Sinar," jawab Senja.
"Jihan adalah saudara kembar gue, dan yang Lo bilang semuanya benar, gue juga baru tahu," jelas Sinta.
Setelah Sinta menceritakan segalanya seketika Air terjun itu menjadi bergelembung dan bergetar.
Sinta menjadi ingat dengan ucapan pamannya, mungkin semua yang terjadi karena dia telah mengungkapkan identitas kepada Sinar dan Senja.
"Ada apa ini!" tanya Sinta.
"Menjauh Sinta," ucap Sinar.
"Dia akan datang," ucap Senja.
"Siapa?" tanya Sinta.
Sinta mencoba telepati kepada pamannya, dia mencoba menanyakan semua yang terjadi kepada pamannya.
Tapi sekali lagi pamannya tidak menjawab apapun, Sinta semakin bingung sekarang.
Tiba-tiba Daniel datang dan menghentikan gemuruh air terjun itu, Daniel mencoba sekeras hati untuk membantu tiga gadis itu.
"Daniel," ucap Sinta.
"Ngapain Lo kesini!" tanya Sinta.
"Aku sudah memperhatikan kamu Sinta, kamu begitu bodoh dan ceroboh." jelas Daniel.
"Jangan lancang Lo," jawab Sinta .
"Sinta.. Sinta.. begitu percaya nya kamu dengan pria itu, Jho yang sudah membuat kamu hampir mati kemaren," jelas Daniel lagi.
" Gue jadi gak ngerti, apa maksud semuanya.." tanya Sinta.
"Maaf kalian harus terbawa-bawa oleh ini semua," ucap Daniel.
"Lo Daniel yang di bicarakan oleh Sinta, siapa Lo sebenarnya!" tanya Sinar.
"Kenapa Lo merubah wajah gue!" tanya Senja.
__ADS_1
Sebelumnya maafkan aku, karena ini kalian berdua jadi terbawa-bawa. Hari dimana aku mengantarkan cahaya ke Jhon waktu itu, aku sudah mulai curiga sekali." jelas Daniel.
"Cahaya, cahaya merah!" tanya Sinta.
"Betul Sinta, Dan dugaan ku benar, Jhon mengirim sebuah batu yang aku sendiri juga belum melihat batu itu," ucap Daniel.
"Batu, jangan-jangan batu yang Lo pake buat ngalahin pusaran," tanya Sinar.
"Apa Batu ini!" tanya Sinta.
"Ya itu batu nya, Jhon sengaja menjebak ku, dia sangat ingin melenyapkan aku, dengan memanfaatkan mu Sinta, dia juga ingin menghabisi mu.
Akhirnya Daniel menceritakan semuanya jika pusaran dan semua alamat yang di beri oleh Jhon itu semua palsu, dia ingin menjebak Sinta agar Sinta bisa lenyap.
Dia sangat marah kepada Sinta, karena telah melenyapkan Jihan orang yang dia cintai selama ini, Jhon yang sangat tidak mungkin menikah dengan Jihan, menyuruh Erwin menggantikan tempatnya.
Tetapi Sinta malah menghancurkan semua rencana Jhon, dia ingin membuat Jihan hidup kembali dengan merubah wajah Senja menjadi seperti Jihan.
Tetapi saat dia ingin menjemput Senja, wanita itu malah kabur entah kemana, maka dari itu dia membutuhkan Sinta untuk mencari Senja supaya dia bisa membawanya pulang dan menghidupkan kembali Jihan dalam raga Senja.
Sinta hanya di jadi kan alat bagi Jhon untuk mendapatkan yang dia mau, setelah itu Sinta akan di lenyapkannya sama seperti dia melenyapkan kembaran Sinta di waktu kecil.
"Hah... Jhon berbuat seperti itu," ucap Sinta tidak percaya.
"Kalau memang benar sangat gila tu orang," ucap Senja.
"Gak usah bohong Daniel, Lo adalah musuh buyut kita, Lo ingin mengambil nyawa gue dan Jihan, maka dari itu wajah Jihan di rubah," jelas Sinta.
Jihan terlahir sendiri Sinta, dia memiliki kemampuan yang sangat besar, tapi Jihan tidak mau dengan hal itu, dia berusaha membuang semuanya.
Tapi Jhon selalu menginginkan kekuatan itu, dengan raga yang baru kemampuan itu bisa diambil oleh Jhon dan itu akan membuat nya menjadi bertambah kuat.
Alasan kenapa senja orang yang dipilih oleh Jhon, senja wanita suci akan di dipersunting oleh kekasihnya.
Jhon sudah melihat bahwa kembaran kamu memiliki Kemampuan yang akan melawan Jhon ketika besar makanya dia di lenyapkannya oleh Jhon.
Dan buku yang kamu temui itu hanya karangan dia saja Sinta," jelas Daniel panjang.
Sinta yang mendengar semuanya menjadi bingung, dia menjadi sulit mempercayai siapapun yang ditemuinya.
Entahlah, gue sangat tidak tahu harus percaya dengan siapa saat ini," ucap Sinta yang menjadi pusing oleh hal ini.
Tenang lah Sinta, kamu harus tenang.. Jhon sudah merencanakan semuanya sejak lama, dia tidak akan main-main sekarang," jelas Daniel.
Sinar Sebaiknya kamu pergi mencari sesuatu buat tetangin Sinta," tambah Daniel.
Mereka menjadi ketakutan Hal besar keluar dari tubuh Sinta, Sinta semakin mengerak dan menegang semua seakan hancur seketika juga.
Daniel terus berusaha menenangkan Sinta yang tengah mengamuk, dia semakin tidak percaya bahwa pamannya orang yang paling dia percaya malah mengkhianatinya.
Bersambung...
__ADS_1