
Sinta yang memutuskan untuk menyendiri sementara waktu, tidak mendapatkan hasil apapun dalam kesendiriannya, rasa penyesalannya tidak akan membuat kakaknya hidup kembali.
Sinta yang selalu merasa jika dia tidak pantas untuk hidup di dunia ini selalu ingin mengakhiri hidupnya sendiri.
Didaerahnya terdapat jembatan besar yang kokoh yang telah lama dibangun oleh pemerintah setempat, di daerah itu memang sering terjadi aksi bunuh diri.
Sinta memutuskan untuk bunuh diri di jembatan itu, dia menaiki sedikit demi sedikit jembatan yang tingginya hampir sedada orang dewasa itu.
Dan ketika sudah hampir di atas dia sedikit ragu dengan apa yang sedang ia lakukan, Sinta menangis dan melihat kebawah, arus air yang sangat kencang dan dalam.
Gadis yang pemberani tapi juga sedikit takut ini, memulai aksinya lagi dengan tidak memperdulikan apa yang telah terjadi ketika dia jatuh nanti.
Dia pun melompat dan menjatuhkan dirinya, tetapi saat dia ingin melompat kebawah dimalah terjatuh kebelakang jembatan, sehingga dia masih hidup sekarang.
"Lo sudah gila apa," ucap seseorang yang menarik tangannya.
"Kenapa Lo bantuin gue, gue ingin mati saja," ucap Sinta yang menyesal karena orang itu tidak membiarkannya lompat saja.
Bodoh amat jika Lo mau mati atau gak, yang jelas gue gak akan biarin orang mati di hadapan gue," ucap nya lagi.
Sinta yang semakin kesal bangun dari duduknya dan melihat seseorang yang telah membuatnya tidak jadi mengakhiri hidupnya ini.
"Dasar Lo suka banget campuri urusan orang," ucap Sinta dengan nada bergetar dan melihat wajah orang tersebut.
"Gue campuri urusan Lo, kalau Lo mau mati nanti! tunggu gue pergi dulu," ucapnya sambil menunjuk Sinta.
Saat melihat wanita itu, Sinta menghentikan tangisnya dan seketika terdiam.. dengan apa yang ada dihadapannya, seorang wanita yang membantunya sangat mirip dengan Jihan kakaknya.
"Kak Jihan," gumamnya dalam hati.
Wanita itu memang sangat mirip dengan Jihan, tetapi tentu saja bukan Jihan, dia Seperti satu orang yang sama tapi dengan penampilan yang berbeda.
Jika Jihan adalah wanita yang anggun dan sangat lembut dalam tutur katanya, tetapi wanita ini sangat tomboy dengan rambut pendeknya seperti pria tapi dia juga sangat kasar dalam ucapannya.
Kakak! kakak masih hidup," ucap Sinta yang memegang bahu wanita itu.
Lepas..dasar Lo orang gak waras," ucap gadis tomboy itu sambil pergi dari sana.
Tunggu! tunggu gue bilang...tunggu," ucap Sinta sambil menarik tangan Wanita itu.
Apalagi, Lo mau bunuh diri kan! ya tunggu gue pergi dulu, baru Lo panjat tu jembatan," ujarnya.
"Tunggu, Lo siapa sebenarnya, wajah Lo sangat mirip dengan seseorang?" tanya Sinta.
__ADS_1
Bukan urusan Lo, gue siapa," ucap nya lalu berlari dari sana.
Saat Sinta menarik wanita itu, tanpa sengaja baju kaos yang dikenakannya robek saat ditarik oleh Sinta.
Sinta melihat yang ada dalam genggaman dan menggenggamnya lagi, sambil menatap wanita itu yang hampir tidak terlihat lagi.
Sinta mengurungkan Niatnya untuk bunuh diri, dan ingin mencari tahu tentang wanita ini misterius itu.
Ditempat lain Jhon yang masih meditasi akhirnya menyadari jika Erwin telah meninggal tempat itu dari tadi, Jhon melihat cahaya merah yang datang menghampirinya.
Siapa kau?" tanya Jhon.
Cahaya itu lantas pergi meninggalkan Jhon, tanpa menjawabnya sedikit pun.
Jhon pun berdiri dari duduknya dan melihat kearah cahaya itu pergi.
Di sisi lain! Daniel yang sedang melakukan meditasi juga, mengambil cahaya yang datang menghampirinya.
Dan ternyata cahaya itu dia yang Kirim untuk memantau Jhon, Daniel yang ingin melihat apakah Sinta bersamanya atau tidak.
Daniel membuka matanya dan berdiri, Ketika dia melihat Sinta tidak bersamanya, sementara Sinta yang susah untuk dilacak membuat Daniel hilang arah jadinya.
Ditempat lain, Erwin yang telah sampai di kediamannya, duduk merenungi apa yang telah terjadi padanya, dia menjadi kuatir dengan keluarganya.
"Aku harus lebih perhatian dengan kalian, aku tidak ingin ini semua terjadi lagi," jelas Erwin sambil menggenggam tangan adiknya.
"Iya bang, kita akan sama-sama saling menjaga ya," ucap Ani.
...****************...
Dua hari setelahnya Sinta menemui Jhon, di kediaman orang tuanya, Sinta yang ingin menjelaskan perasaannya saat ini kepada Jhon, dan dia juga ingin menceritakan tentang wanita yang mirip dengan Jihan tempo hari.
"Cahaya paman, cahaya apa?" tanya Sinta.
"Entahlah Sinta, Aku sendiri pun belum mengetahuinya," jawab Jhon.
Dua hari lalu aku melihat Jihan di jembatan paman," ucap Sinta.
"Jihan, itu mungkin saja, Sinta... reinkarnasi," jelasnya.
Jadi maksudnya itu reinkarnasi Jihan?" tanya nya lagi.
"Reinkarnasi bisa saja terjadi, dan jika tidak reinkarnasi, yang kamu lihat adalah saudara kembar Jihan, kamu pernah mendengar jika kita ini terlahir dengan 7kembaran, mungkin itu salah satunya," jelas Jhon Panjang.
__ADS_1
Sinta mulai memikirkan ucapan Jhon dan kembali kepada kejadian itu, sangat jelas bagi nya yang dilihat nya memang seperti Jihan, tapi dia sangat berbeda dari Jihan.
"Ini paman, robekan kain dari wanita itu," ucap Sinta sambil memberikan robekan kain tersebut.
Jhon pun mengambil robekan tersebut dan melihatnya lebih dalam lagi, kedalam robekan itu, dia melihat ada seorang wanita yang menggunakan baju yang sama persis dengan robekan tersebut.
"Bagaimana paman," apa bisa terlacak," ucap sinta yang melihat Jhon membuka matanya.
"Aku memang melihatnya, tapi aku tidak bisa melihat lebih dalam lagi Sinta," jelas Jhon.
"Ya tidak apa paman, kita bisa ulangi lagi nanti," ucap Sinta.
Sinta yang sedang memikirkan wanita yang ditemuinya, dan sekarang dia juga memikirkan tentang cahaya merah yang dilihat oleh pamannya, Jhon.
...****************...
"Daniel, keluar lah," ucap Sinta yang memasuki rumah Daniel.
"Sinta ada apa kau mencari ku?" tanya daniel yang keluar dari salah satu ruangan.
"Cahaya apa yang kau kirimkan kepada pamanku," tebak Sinta.
"Cahaya, aku tidak mengerti maksudnya sayang," ucap Daniel yang berusaha berkelit.
"Sudahlah jangan berkelit, apa mau mu sekarang?" tanya Sinta.
"Kau fikir aku tidak tau apa yang lakukan Sinta, kau ingin mengakhiri segalanya, dasar bodoh! kau kira jika dengan melenyapkan diri, kau akan terbebas begitu saja," jelas Daniel.
"Apa maksudmu?" tanya Sinta yang tidak mengerti.
"Sinta...Sinta... semua yang telah kau mulai, tidak akan semudah itu untuk di lepaskan, jangan mengira kau akan aman ketika kau mati," jelasnya lagi.
"Ilmu yang telah aku berikan, akan meminta jasanya padamu, dan itu adalah mutlak," jelasnya lagi.
"Aku tidak mempergunakannya, aku sudah berhenti.. aku akan buang semuanya," ucap Sinta.
"Tidak semudah itu Sinta," ucap Daniel.
Sinta yang semakin terpuruk, dan semakin ketakutan merasa menyesal atas apa yang telah dia pelajari selama ini, dia sangat menyesalinya segala perbuatannya.
"Tidak... tidak mungkin," ucap Sinta yang semakin Kacau.
Pada saat Bulan purnama, besok kau akan tahu segalanya hahaha," ucap Daniel lalu meninggalkan Sinta disana.
__ADS_1
Bersambung...