
"Aku menemukan dua orang disana ,.wanita yang sedang berkelana, mereka membantuku ketika aku hendak terhisap dalam sebuah pusaran besar." Jelas Sinta.
"Dua wanita?" tanya Jhon.
"Iya, wanita yang bernama Senja dia adalah yang mirip seperti Jihan dan yang satunya bernama sinar," jelas Sinta.
"Aku sempat bilang jika dia sangat mirip dengan Jihan, tapi dia mengatakan jika dia baru memiliki wajah itu," tambahnya.
Jhon mencoba mencerna ucapan dari Sinta, dia semakin memiliki titik terang dari apa yang dicarinya saat Sinta pergi dalam beberapa hari kemarin.
Apa wanita itu adalah mereka!" tanya Jhon.
Iya, dari mana bisa mendapatkannya," ucap Sinta yang melihat foto Senja dan sinar di tangan pamannya.
"Saat kamu pergi, saya mendapatkan alamat aslinya, dan saat saya tiba disana saya tidak sengaja mendapatkan penerawangan tentang dua wanita ini," jelas Jhon.
Jhon yang menjelaskan tentang penerawangan mendapatkan foto itu dari sebuah rumah di tempat alamat yang ditujunya.
Jhon berusaha memberi tahu Sinta mungkin semua yang dia lihat adalah jebakan dari musuh mereka.
"Bagaimana kamu bisa lolos dari pusaran itu?" tanya Jhon.
Sinta memberikan Batu yang dia simpan di saku Kanannya.
"Ya batu ini pasti miliki orang yang telah membuat pusaran itu, dan dia adalah musuh dari buyut kita," jelas Jhon.
"Musuh dari buyut kita?" tanya Sinta.
"Paman aku mendapat batu ini dari Daniel yang sudah memberi aku semua kemampuan ini," jelas Sinta
"Itu artinya Daniel adalah musuh kita!" tanya Sinta.
"Bisa jadi Sinta, mungkin dia adalah titisan dari nenek buyut nya," jelas Jhon.
Sinta jadi memikirkan ucapan Senja dan Sinar saat ingin bertemu lagi di sebuah air terjun, Sinta yang tidak tahu siapa sebenarnya mereka berdua, sangat masih tidak percaya dengan mereka berdua.
"Pergilah kesini dan saya akan pandu kamu dari sini," ujar Jhon sambil memberikan Sebuah alamat kepada Sinta.
Alamat apa ini paman!" tanya Sinta.
"Kamu harus mencari orang yang mirip dengan Jihan, dan ingat kamu harus sembunyikan identitas tentang Jihan adalah kembaran kamu," jelas Jhon.
"Baik paman," ucap Sinta.
Sinta lantas pergi dari sana dia keluar dan menyusuri kedalam hutan dia mengikuti setiap tanda yang ada di alamat itu.
Sinta berjalan sudah cukup jauh, dengan berbekalan batu dari rumah Daniel, Sinta menjadi percaya jika dia akan menemukan apa yang dia cari.
Didalam hutan Sinta melihat sebuah goa yang besar, Sinta pun masuk kedalam goa itu dan mencari sesuatu disana.
__ADS_1
Sinta mencari yang bisa dipake untuk membuat api sebagai lampu jalan baginya karena malam yang semakin larut.
Sinta pun tidak menemukan apapun disana, dan dia pun memutuskan untuk beristirahat disana karena hari sudah larut malam.
Didalam sana Sinta di ganggu oleh kalong dan binantang buas lainnya, Sinta tidak perduli oleh semua itu, dia masih memikirkan tentang alamat ini. dia harus sampai disana besok.
Keesokan harinya Sinta melanjutkan perjalannya dan sampai disebuah air terjun yang berwarna merah Sinta pun menghentikan langkah kakinya dan mengingat tentang ucapan Sinar dan Senja.
"Apa air terjun ini yang disebut oleh mereka," gumam Sinta.
Sinta melihat air terjun tersebut dan dia sangat tertarik untuk kesana, Sinta perlahan masuk kesana air terjun berwarna merah itu sangat indah di pandang.
"Jangan masuk," ucapan seseorang yang berteriak.
Sinta pun menghentikan langkah kakinya dan berbalik kebelakang, Saat dia membalikkan badannya dia sangat tidak percaya jika dia melihat Sinar disana.
"Sinar, itu artinya Air terjun ini yang kalian maksud?" tanya Sinta.
"Benar," ucap Senja.
Senja, kalian," ucap Sinta.
mereka pun saling berkumpul dan tertawa karena mereka bertemu lagi sama seperti harapan mereka.
"Begitu cepat kita bertemu lagi," jelas Sinar.
"Kali ini kenapa Lo kesini?" tanya Senja.
"Kalau kalian kenapa mau kesini?" ucap Sinta balik bertanya.
"Ada hal yang harus di kerjakan," jelas Sinar.
"Kalau gue ingin merubah wajah gue lagi," ucap Senja.
"Bukannya Lo bilang gak bakal merubah wajah Lo?" tanya Sinta.
"Iya benar, tapi gue perlu tahu kan siapa yang sudah merubah semuanya, karena wajah ini gue jadi di tinggal sama kekasih gue tahu," ucap Senja.
"Sejak kapan wajah Lo berubah," jelas Sinta.
"Waktu itu gue baru bangun, trus tiba-tiba wajah gue sudah berubah," jelas Senja.
Dan sampai detik ini gue belum tahu apa penyebabnya," jelasnya lagi.
Nah Air terjun ini bisa menjawab semua pertanyaan yang ingin kita tahu." tambah Sinar.
Gue ingin tahu kenapa wajah gue berubah," ucap Senja.
Senja langsung melihat Aliran Air terjun merah itu dan disana dia langsung mendapat jawaban dari pertanyaannya.
__ADS_1
Sinta dan sinar mengikutinya dan mereka melihat bahwa ada pria yang telah merubah wajah Senja.
Sinta sontak mengenali wajah pria itu saat dia berbalik tersenyum jahat kearah mereka, Sinta semakin yakin jika Daniel adalah musuh dari keluarga nya.
Tapi yang membuat Sinta bingung adalah kenapa dia merubah Senja menjadi Jihan apa hubungannya.
"Gue harus cari pria itu," ucap Senja.
"Gue harus buat dia rubah segalanya seperti semula," ujar Senja yang langsung pergi dari sana.
Tunggu Sinar," Ucap Sinar.
Sinta yang melihat mereka pergi, lalu mengambil kesempatan untuk bertanya kepada air terjun itu.
Sinta mendekati Air terjun itu dan langsung melihat pantulan wajahnya disana, saat dia ingin melihat tiba-tiba sinar dan Senja kembali lagi dan itu membuat Sinta belum sempat melihat jawaban dari pertanyaannya.
"Kalian?" tanya Sinta.
"Gue gak bisa pergi dari sini dulu, masih banyak hal yang ingin gue selesaikan disini," ucap Senja.
"Terus kita mau tidur dimana?" tanya Sinta.
"Ada hal yang harus di jelaskan dari pada tempat tidur Sinta," jelas Sinar.
"Ha... apa maksud kalian!" tanya Sinta.
"Apa tujuan Lo sebenarnya kesini?" tanya Sinar sekali lagi.
"Buat apa gue harus bilang," ucap Sinta.
"Karena Lo emang harus kasih tahu," ucap Senja.
"Lo aja ga kasih tahu urusan Lo kesini kan sinar," jelas Sinta.
"Gue kesini karena mencari pria tadi, dan gue yakin Lo pasti tau sesuatu tentang itu," ucap Sinar.
"Pria itu Daniel, orang yang punya batu ini, dan dia yang memberikan kemampuan ini pada gue," jelas Sinta.
"Jadi Lo tau dimana dia?" tanya Senja.
"Gue tahu dimana rumahnya," jawab Sinta.
"Antar kita kesana," pinta Senja.
"Gue gak bisa bawa kalian kesana," ucap Sinta.
"Kenapa!" tanya Sinar.
"Urusan gue belum selesai disini, alamat yang gue tuju juga belum ketemu," ucap Sinta yang keceplosan.
__ADS_1
"Alamat apa," tanya Sinar.
Bersambung...