Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 3


__ADS_3

Awal pernikahan Sinta dan Erwin, Sinta sangat senang dan puas semua rencananya telah berhasil dan impiannya untuk menjadi istri dari Erwin menjadi kenyataan.


Malam setelah Erwin menikahi Sinta, Sinta telah menunggu datangnya hari ini, dia membersihkan dirinya dan berdandan serta merapikan lipstik nya.


Perempuan berambut pendek ini duduk di di atas kasur di kamar pengantin nya sambil menunggu suami tercintanya Masuk kekamar melakukan ibadah untuk pertama kalinya.


Malam pertama ini telah di nantikan nya sejak lama, Rasanya sudah tidak sabar menantinya lagi, Sinta yang telah bersiap sejak tadi, selalu melirik keluar karena Erwin belum memasuk kamar sejak tadi.


Erwin pun masuk kekamar dan menghampiri Sinta dan mengucapkan bahwa Sinta sangat cantik malam ini dan dia pun sangat bahagia menjadi suaminya.


Sinta sangat bahagia ketika Erwin mengucapkan kalimat itu karena itu sangat ditunggu-tunggu oleh Sinta sejak lama.


Setahun sebelum Erwin berjumpa dengan Jihan, Sinta telah lebih dulu kenal dengan Erwin. Sinta telah menyukai Erwin saat pandangan pertama.


Sinta memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Erwin dengan harapan Erwin pun menerima cintanya.


Tetapi Erwin malah menolak Sinta mentah-mentah dia mengatakan hanya menganggap Sinta sebagai seorang adik.


Seminggu setelah Erwin menolak Sinta Erwin pun bertemu dengan Jihan di galeri foto dan saat itulah cinta di antara dua sejoli ini tumbuh dan seiring berjalannya waktu mereka pun akhirnya memutuskan untuk menikah.


Di saat Jihan membawa Erwin ke rumahnya untuk bertemu dengan keluarganya, di saat itu pula Sinta merasakan sakit hatinya.


Erwin yang sangat dia cintai ternyata mencintai kakaknya Sinta, dia sangat tidak bisa terima dengan hal itu dan dia menaruh dendam kepada keduanya.


Sinta akhirnya memutuskan untuk membalas dendam kepada Erwin dengan cara apapun.


Rasa cemburu dan sakit hati yang dirasakan nya membuat dia gelap mata, jika Erwin tidak bisa dimiliki nya maka tidak ada pula wanita lain yang dapat bersamanya termasuk kakanya sendiri.


Sinta telah berjanji akan menggagalkan pernikahan kakaknya bagaimana pun caranya walau nyawa taruhannya.


Karena cintanya kepada Erwin membuat rasa sayang nya selama ini kepada kakak kandungnya lenyap begitu saja, rasa sayang pun berubah jadi benci karena obsesinya terhadap Erwin.


Sinta pun menemui seorang dukun dan meminta bantuannya, supaya pernikahan ini bisa digagalkan, dukun itu memberi sebuah ramuan yang akan membuat Jihan tidak merasakan sakit ketika dia meradang nyawa.


Akhirnya ramuan itu dimasukkan kedalam susu dan di minum oleh Jihan, setelah meminum ramuan itu Jihan menjadi lemah tak berdaya.


Melihat kakaknya belum meninggal dan Erwin akan tetap menikahi Jihan walau bagaimanapun keadaannya, Sinta sontak ketakutan dan Membacakan mantra yang akan mempercepat kematian Jihan.

__ADS_1


Dan saat semua berjalan dengan lancar dikiranya dia bisa membujuk Erwin menikahinya walau Jihan telah tiada.


Erwin tetap menolak Sinta, dan itu membuat Sinta menjadi marah besar, Sinta pun membacakan mantra supaya Erwin yang akan melamar nya sendiri dengan suka rela.


Akhirnya Keinginan gadis ini pun bisa tercapai, dia berharap Erwin bisa mencintainya dan di miliki nya selamanya.


Saat Malam pertama tiba Sinta begitu senang akan melakukan Awal kisah cintanya dengan Erwin, tetapi semua itu gagal karena Sinta melihat arwah Jihan yang berapa tepat di belakang Erwin ketika Erwin hendak memeluknya.


Bermata merah berwajah pucat dan Jihan terlihat begitu marah saat mendatangi adiknya yang biadab.


"Akhhh.... ,"ucap Sinta ketakutan.


"Kenapa Sinta, ada apa?" tanya Erwin.


"Ga apa mas, aku mau ke WC dulu," ucap Sinta berbohong.


Sinta yang tak mau Erwin mengetahui bahwa dia melihat Jihan barusan terpaksa berbohong.


Sinta sangat bingung kenapa dia bisa melihat Jihan, dan Kenapa Jihan bisa mendatanginya.


Aku harus ketempat Romo besok," gumam Sinta.


Keesokan nya Sinta menemui dukun yang telah membantunya untuk melenyapkan kan kakaknya sendiri.


"Jadi gimana Romo," tanya Sinta.


"Kamu tidak usah kuatir, semua akan saya selesaikan," ucap Romo.


"Baiklah Romo, tapi secepatnya dan harus bisa, saya sudah bayar mahal-mahal loh," ancam Sinta.


Sinta pun pulang berharap jika Jihan tidak mengikuti nya lagi.


Dan malam ini Sinta telah melakukan yang terbaik untuk malam pertama nya, Dengan mawar merah di kasur, lampu tidur dengan aroma terapi dia berharap bisa melakukan yang seharusnya sudah dilakukan sejak semalam.


Erwin memasuki kamarnya dan menghampiri Sinta yang sedang berdiri di samping tempat tidur dia hendak memeluk istrinya itu dan melakukan apa yang tertunda tadi malam.


Tetapi saat Erwin membalikan tubuh Sinta kearahnya lagi dan lagi Sinta melihat Jihan di belakang Erwin sedang melotot kepadanya.

__ADS_1


Hal itu sontak membuat Sinta kaget dan lari ketakutan, Sinta bersembunyi di kamar mandi lagi, sambil bergumam," dasar si Romo kerja nya enggak becus."


Saat Sinta keluar kamar mandi dia melihat suaminya sudah tertidur diatas kasur yang penuh bunga mawar tersebut.


Dan akhirnya Sinta tidur dengan rasa kecewa lagi malam ini, dia tidur disamping Erwin yang telah terlelap dan melihat kanan dan kiri memperhatikan apakah Jihan datang kembali atau tidak.


Sinta kembali menemui Romo si dukun itu,


Dia membuat kekacauan disana mengatakan jika kerja dukun itu tidak beres, membereskan satu hantu saja tidak becus." Ucap nya lantang."


Akibat ucapan nya membuat dukun itu menjadi marah dan murka, " lihat saja malam ini Sinta apa yang akan ku lakukan padamu," gumam Romo dalam hatinya.


Dan malam hari tiba Sinta hendak melakukan lagi hal yang sudah tertunda dua hari ini, Dia melihat sekeliling sebelum memeluk Erwin.


Saat dirasanya Jihan tidak akan datang malam ini dia memberanikan diri untuk memulai segalanya, tetapi saat dia merasa semua telah aman dan merasa jika malam ini adalah malam yang baik maka dia salah.


Disaat itu pula, beribu hantu dari kuburan di bawa pulang oleh Romo untuk mengganggu Sinta, ini sebagai balasan akibat lancangnya dia tadi siang kepada Romo.


Sinta sontak teriak melihat arwah-arwah yang berdatangan, dia pun lari ketakutan dari kamarnya itu, dan memutuskan tidur diruang tamu hingga pagi.


"Sialan si Romo gendeng, disuruh usir si Jihan malah bawak pasukan hantu ke rumahku," gumam Sinta kesal.


Keesokan paginya....


Sinta yang hendak melambrak Romo di hentikan oleh Erwin yang mengajaknya pergi membeli sarapan bersama.


Sinta pun mengurungkan niatnya ketemu Romo dan pergi bersama Erwin.


Sepanjang jalan mereka dilihatin sama setiap warga di jalan.


"Pasti tu ada apa-apanya ,"


"Masak kakanya baru meninggal dia malah menikah sama iparnya,"


"kakaknya aja meninggal nya ga wajar gitu,"


Omongan-omongan setiap warga membuat Sinta menjadi geram dan dia sangat tidak bisa menahan dirinya untuk melabrak mereka semua .

__ADS_1


Tetapi dia menahannya karena ada Erwin di sampingnya, "lihat saja nanti pasti akan aku balas," gumam Sinta sambil melihat setiap warga dengan sinis.


Bersambung ...


__ADS_2