Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 6


__ADS_3

Hallo semuanya, apa kabar Kalian, semoga selalu sehat ya, Amin.


Karya Sengaja Turun Ranjang telah up kembali dan sudah di baca oleh team reading sekalian, semoga kalian suka ya.


Jangan lupa untuk selalu support aku ya tap like, komen, vote dan giftnya juga, serta jangan lupa juga masukkin ke favorit kalian.


Oia yang terpenting follow aku juga biar ga ketinggalan saat aku up nanti.


Terimakasih semua,😘😘🙏


...****************...


Sudah sebulan Erwin kembali kerumahnya, dan Sinta hampir menjadi gila karena tidak dapat bersama dengan Erwin.


Setelah kematian Romo dukun sakti yang telah membantu Sinta selama ini, Sinta menjadi hilang arah untuk menaklukkan Erwin kembali, pria yang sangat dia cintai.


Sinta berjalan menyusuri setiap lampu merah yang dia temui, dari banyaknya kendaraan yang lewat di jalan raya, Sinta selalu mengikuti suara kendaraan-kendaraan tersebut.


Sudah sebulan ini dia tidak pulang kerumahnya, seakan dia telah frustasi dengan semua yang telah terjadi, Dia selalu mendekatkan dirinya pada lajunya jalan kendaraan-kendaraan itu.


Sinta selalu berusaha mengakhiri segalanya, tetapi maut masih belum mau menjemputnya.


Dia tertawa dan marah lalu menangis, emosinya sangat tidak stabil, sampai dimana dia hampir saja akan kehilangan nyawanya.


Daniel, pria itu tidak sengaja menabrakkan mobil nya kearah tubuh Sinta yang sangat lemah tak berdaya, entah sudah beberapa Minggu dia tidak makan dan minum dengan benar.


Pakaian yang compang-camping, serta badan yang lusuh membuat nya susah dikenali oleh orang-orang.


Pria itu keluar dari mobil mewahnya, dia melihat tubuh yang kotor sedang terbaring di depan ban mobilnya.


Dilihatnya secara perlahan, "Ada darah di daerah kepalanya," gumam Daniel.


Daniel bergegas membawanya kerumah dan mengobatinya disana, dan dia berhasil mengobati semua lukanya.


Daniel yang belum tahu akan identitas dari wanita ini, menunggunya hingga sadar sambil membersihkan wajahnya dan mengganti semua pakaiannya yang lusuh.


"Cantik juga," ujar Daniel sambil mengusap wajah wanita itu.


Sinta yang mulai tersadar berusaha membuka matanya, dilihatnya sekeliling dan tampak asing baginya.


"Aku dimana," ujarnya.


"Kamu sudah sadar," ucap Daniel.

__ADS_1


"Siapa kamu, kenapa aku bisa sampai disini," ucapnya berteriak.


"Tenanglah kamu sudah aman, aku sudah mengobati mu lihatlah dirimu dicermin lalu duduklah perlahan." jelas Daniel.


"Menjauh dariku," Sinta pun mendorong Daniel hingga terjatuh.


Sinta yang baru saja tertabrak mana mungkin bisa melakukan itu, kenapa Daniel tidak membawanya ke rumah sakit, kenapa dia malah membawanya kerumah, kenapa saat Sinta melihat wajahnya di cermin tidak ada bekas luka disana, apa yang sebenarnya terjadi, dan siapakah Daniel sebenarnya.


...****************...


Daniel adalah penganut ilmu hitam, dia sama dengan Jhon, tetapi bedanya Jhon mendapatnya lalu memperdalamnya. Sedangkan Daniel hanya mempelajarinya untuk membuka mata batinnya.


Dan dia memperdalamnya, sehingga bisa sakti mantra guna seperti sekarang ini, sama saja! syaratnya juga tidak boleh menikah.


Tetapi Daniel masih bisa berhubungan dengan banyak wanita tanpa menikahi wanita-wanita itu.


Jhon memperdalam mata batin yang dia punya dan mempunyai ilmu yang sangat sakti dan dia menganut ilmu putih dan tetap menjadi baik, Karena niatnya juga baik.


Sedangkan Daniel memiliki niat yang jahat, dia mempelajari ilmu tersebut untuk membalaskan dendam nya dan dia pun menjadi sangat sakti dan jahat.


...****************...


"Wow... kuat sekali kamu," ucap Daniel yang terpelanting akibat Sinta.


"Apa maksud mu, minggir lah aku mau pergi dari sini, tempat ini membuat aku sesak," ucap Sinta sambil mencari pintu keluar.


"Kau sesak! karena kau menolak apa yang diminta hatimu, jangan melawan hati dan pikiran mu, kau begitu sakit tidak baik untuk keluar saat ini, tinggal lah agak semalam."


Daniel berusaha membawa Sinta mengikuti jejaknya yang menganut ilmu hitam yaitu ilmu sesat yang bersekutu pada illahi.


Sinta yang ingin pergi dari sana mulai terpengaruh oleh ucapannya, dia memang sangat memendam dendam saat ini.


Tetapi dia tidak mau gagal lagi dan masih memutuskan untuk tetap pergi dari sana.


Dicarinya pintu utama yang ada pada rumah itu, rumah yang bernuansa merah terang, cenderung gelap dan aura yang sangat panas rumah besar ini terlihat seperti rumah yang sangat menakutkan.


Sinta tidak berhasil menemukan pintunya dia selalu kembali ketengah-tengah rumah, beberapakali dia telah mencoba memasuki setiap ruangan yang ada, tetapi tetap saja dia kembali lagi ketengah-tengah rumah itu yang di kelilingi banyak pintu.


Daniel tidak membiarkan Sinta keluar dari sana, dia sengaja membuat Sinta tersesat dalam rumah itu, dan sengaja membuat Sinta merasa rumah nya memiliki jalan yang berputar-putar.


"Sudah ku katakan menginap lah, besok akan aku antar kau pulang, mari kita makan malam dulu dan setelah itu aku antar kau untuk tidur." ujar Daniel sambil berjalan menuju meja makan.


Di meja makan sudah tersedia berbagai macam makanan, meja makan ini begitu besar dan panjang dan semuanya terisi dengan makanan yang mewah dan enak.

__ADS_1


Daniel mempersilahkan Sinta duduk dan mengajaknya untuk makan bersama.


"Siapa nama mu, ehm tunggu biar aku tebak,"


Daniel mencoba menebak nama Sinta dengan meletakkan tangannya di kening Sinta lalu memejamkan matanya dan mengucapkan


"Sinta! nama mu Sinta bukan."


Sinta Yang terkejut karena Pria asing ini mengetahui namanya, dan sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Sinta mencoba kemampuan Daniel dengan mengujinya sekali lagi.


"Apa yang sedang aku rasakan saat ini?" tanya Sinta.


"Sinta! Sinta, Kau begitu malang dan begitu kejam, kau fikir dengan melenyapkan kakakmu kau akan mendapatkan yang kau mau," jawabnya.


"Kau salah besar, dukun yang kau perintahkan telah lenyap dengan mengenaskan, dukun itu tidak berguna, berapa uang yang telah kau habiskan untuk membayarnya," ucapnya lagi sambil tertawa sengit.


"Kau beruntung! kau masih perawan, sangat tidak sulit bagiku untuk mengubah mu menjadi sakti! jika kau mau, aku akan mengajarimu tanpa harus kau bayar sepeser pun." Jelasnya, yang berusaha membujuk Sinta masuk kelembah hitam itu.


Sinta yang mendengarnya, menjadi sedikit percaya, karena Daniel sangat tahu apa yang di alaminya selama ini.


"Kau juga tidak akan menyangka kenapa dukun itu bisa mati mengenaskan," tambahnya.


"Kenapa? apa maksudmu!" tanya Sinta.


"Cukup lakukan satu hal, dan kau akan tahu segalanya,"


Sinta semakin penasaran dengan ucapan Daniel, dia berusaha meyakinkan dirinya, dia masih ingin bersama dengan Erwin karena memang itu tujuannya melenyapkan kakaknya Jihan.


"Baiklah aku akan turuti mau mu Romo," ucap Sinta dengan yakin.


Hahaha....


"Sudah aku duga Sinta, kau akan menerimanya, satu hal lagi jangan panggil aku Romo, aku bukan dukun bodoh itu."


"Daniel, namaku Daniel, kau boleh tinggal disini selama ritual berlangsung dan kau juga boleh melakukan apa pun yang kau mau dirumah ini."


"Satu hal yang harus kau tahu kau tidak boleh membuka pintu itu, jika kau membukanya kau tidak akan kembali lagi selamanya."


Daniel menunjuk kearah pintu yang berwarna hitam sendiri, karena dirumah ini semua pintunya berwarna merah.


Sinta pun menyetujui segala yang telah di bilang oleh Daniel dan ritual pun akan segera dilakukan setelah Sinta memberikan ke****nannya nya kepada Daniel.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2