Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 13


__ADS_3

Sinta yang ditahan oleh wanita itu, semakin memberontak, lantas wanita itu terpental olehnya.


"Dasar bodoh," ucap Wanita itu.


Sinta yang tidak mendengarkan ucapannya sama sekali terus saja berjalan hingga Sinta menemukan ujung dari jembatan itu.


Ish bebal kali di kasih tahu," ucap Wanita itu.


Wanita itu pun menarik tangan Sinta yang hampir saja jatuh dari jembatan itu, dia lantas membawa Sinta menjauh dari sana, karena Sinta hampir saja di hisap oleh pusaran yang ada di bawah jembatan.


Betapa terkejutnya Sinta melihat pusaran yang begitu besar, yang siap melahapnya dengan sekali Hap saja.


"Siapa loe sebenarnya?" tanya Sinta.


"Anggaplah ini hari keberuntungan mu," ucap Wanita itu yang lantas pergi dari sana.


"Tunggu, Lo belum jawab pertanyaan gue!" tanya Sinta.


"Sinar, panggil gue sinar," ucap Wanita itu.


"Kenapa Lo bantu gue, apa mau Lo!" tanya Sinta.


"Sebaiknya Lo ikut gue," ajak Sinar.


Sinta pun mengikuti wanita asing itu, walau dia belum tahu pasti apakah wanita itu menolongnya atau sedang merencanakan sesuatu untuk melenyapkannya.


Setelah sampai ditempat itu, hari pun semakin malam dan Sinta di ajak untuk menginap di tempat itu untuk malam ini saja.


Sinta yang merasa ada yang aneh di tempat ini, semakin curiga dengan Wanita yang telah menolongnya atau sengaja mengikutinya.


Gue perlu jawabannya sekarang," ucap Sinta.


Sabar gue akan jelasin semuanya nanti," ucap Sinar.


Sekarang Lo ikut gue," ajak Sinar.


Sinta masuk ke suatu rumah yang terbuat dari kayu, "terdapat sebuah rumah ditengah hutan gini" Gumam Sinta.


Dan setelah sampai didalam rumah itu, Sinta bertemu dengan wanita yang mirip dengan Jihan, dan Sinta pun semakin tidak mengerti apa hubungan semua ini.


"Lo... Lo yang waktu itu," ucap Sinta.


"Elo! gimana, mau bunuh diri lagi!" tanyanya.


"Kalian sudah pernah ketemu sebelumnya!" tanya Sinar.


"Dia wanita yang mau melenyapkan dirinya di jembatan itu," ujar Senja wanita yang mirip dengan Jihan.


"Gue heran kenapa Lo bisa sampai di tempat itu!" tanya Senja.


"Emang kenapa dengan jembatan itu?" tanya Sinta lagi.


"Jembatan itu memang pemerintahan yang buat, tapi setelah bulan purnama beberapa tahun lalu jembatan itu sering menelan korban," jelas Sinar.

__ADS_1


"Jembatan itu dibuat seolah sangat panjang dan dalam kabut yang banyak semua orang bisa melihat segala hal dari sana, semua yang mereka ingin lihat, semacam ilusi," tambah Senja.


"Jadi yang gue lihat itu ilusi!" tanya Sinta.


"Bisa jadi," Sahut Senja.


"Untung gue tiba tepat waktu, jika tidak dia akan terjun menyerahkan dirinya kedalam pusaran itu."Jelas Sinar.


"Apa tujuan Lo kesini?" tanya Senja.


"Lo, gue mencari orang yang mirip dengan Ini," ucap Sinta sambil melihat kan foto Jihan.


"Mirip banget," ujar Sinar.


"Dia kakak gue, dia mati ditangan gue, karena dia menikahi pria yang gue cintai," jelas Sinta.


"Sadis juga Lo," ucap Sinar.


"Makanya waktu itu Lo bertingkah sangat aneh saat bertemu gue," ucap Senja.


"Gue menyesali segalanya, yang gue cari yang gue mau, gak gue dapatin," ujar Sinta dengan nada bergetar.


"Senja dan gue sudah lama berkelana, kita berdua di pertemukan dalam perjalanan menuju air terjun," jelas Sinar.


Buat apa Lo nyariin gue, kan udah jelas kakak Lo udah mati!" tanya Senja.


Entahlah, gue juga gak tau, rasanya ada yang menarik gue kesini," sahut Sinta.


"Jadi maksudnya muka Lo tiba-tiba berubah!" tanya Sinta lagi.


"Mungkin, gue juga gak tahu bisa kayak gini," jelasnya lagi.


"Mereka menghentikan pembicaraan ini dan masuk ke suatu ruangan dibawah rumah ini.


"Malam ini malam purnama, kita harus bersembunyi disini, dia bisa saja datang menjemput kita," jelas Sinar.


Sinta mengingat ucapan Daniel, "apa mungkin ini yang dimaksud sama Daniel," gumam Sinta dalam hatinya.


Ketika mereka sedang bersembunyi diruang bawah tanah, ruangan itu menjadi bergetar sangat kencang, seperti ada sesuatu dari dalam bumi yang naik keatas.


Sinta semakin panik dengan itu semua, apakan ini akan jadi akhirnya, dia sangat ketakutan sekali.


Sinar dan senja membuat suatu lingkaran besar agar mereka bisa masuk ke lingkaran itu, Sinta semakin penasaran siapa mereka sebenarnya, kenapa mereka tahu banyak hal tentang ini semua.


Kejadian itu berlangsung selama hampir semalaman penuh, Sinta yang hampir mati karena guncangan itu sedikit lega karena hari sudah semakin siang.


"Gue sama sekali enggak ngerti sekarang," jelas Sinta.


"Gimana Lo bisa ngerti, buat orang yang sengaja melenyapkan saudaranya hanya demi seorang pria semata, Lo gak akan pernah ngerti," jelas Senja.


"Apa maksud loe!" tanya Sinta yang marah dengan ucapan Senja.


Dan akhirnya mereka saling adu mulut karena itu, Sinar pun berusaha untuk melerai mereka berdua.

__ADS_1


"Bodoh Lo berdua, kita harus cari jalan keluar dari sini," teriak Sinar.


"Jalan keluar, jalan keluar bagaimana maksudnya?" tanya Sinta yang semakin bingung.


"Lo ingat jalan masuk mau kesini," tanya Sinar.


"Ingat," ucap Sinta yang sangat yakin.


"Ayok! mumpung masih pagi," ajak Sinar.


Mereka keluar dari rumah itu dan menyusuri jalan menuju jembatan dan saat tiba di jembatan, mereka malah kembali lagi dan lagi ketempat semula.


"Yakin Lo masih ingat," Ucap Senja yang kurang yakin.


"Gue ingat kok," ucap Sinta yang ingin melanjutkan perjalanannya.


"Sudahlah Sinta sebaiknya kita kembali kerumah," ucap Sinar.


Saat kembali kerumah, Sinar mencoba menjelaskan apa yang sebetulnya terjadi, Sinar mencoba membuat Sinta menyadari kalau sudah masuk tidak akan keluar lagi.


"Apa sebenarnya," Tanya Sinta.


"Ketika seseorang ingin menyebrangi Jembatan itu, dia akan dibawa semakin dalam menuju akhir dari ujung jembatan ini, dan kita akan merasa jika ada jalan panjang disana," jelas Sinar.


"Tapi nyata nya tidak, sama kayak Lo... jika waktu itu Sinar tidak datang tepat waktu mungkin Lo sudah lenyap, tapi sekarang Lo tau kan, kalau di ujung jembatan itu ada pusaran, nah jika Lo udah lihat pusaran itu, Lo akan lupa jalan pulang," sambung Senja.


"Sama kayak kita," tambah Sinar.


"Jadi gue akan terus disini," ujar Sinta.


"Kemungkinan, apalagi pusaran itu tahu jika ada orang lain disini," jelas Senja.


"Dia menginginkan Sesuatu untuk dimakannya." Tambah Sinta.


"Tapi kenapa Lo berdua selamat, Lo mencoba untuk bohongi gue?" tanya Sinta yang sama sekali tidak percaya dengan ucapan mereka.


"Kita juga gak ngerti, biasanya kalau kita sembunyi di bawah tanah dia gak akan tau, tapi tadi malam sudah jelas dia tahu ada orang disini," Ucap Senja.


"Dan kemungkinan dia akan kembali," Tambah Sinta.


"Gak mungkin, gue gak percaya sama kalian, kalian hanya orang asing, gak mungkin kalian hanya cuma-cuma bantuin gue, pasti ada sesuatu kan?" tanya Sinta lagi.


...****************...


Hai Pembacaku, aku sangat bersyukur dan berterima kasih jika kalian masih sudi untuk membaca per episodenya.


Mungkin kalian bingung kenapa ceritanya jomplang, tapi percayalah jika kita berusaha mengambil yang bukan hak kita, maka kita tidak akan merasakan kenikmatan setelah mendapatkannya.


Jadi jika kalian ingin tahu kelanjutan dari novel ini baca terus setiap update nya ya.


Dan mohon untuk tinggal kan jejak kalian jika mampir.


Terima kasih.😁🙏

__ADS_1


__ADS_2