Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 16


__ADS_3

Sinta yang tidak bertemu dengan pamannya saat sampai dirumah menjadi cemas, dia sangat takut terjadi sesuatu kepada pamannya.


Karena sudah beberapa hari ini sangat sulit baginya untuk telepati dengan pamannya itu.


"Paman dimana," gumam Sinta.


Sinta memutuskan untuk mencari pamannya dirumah Daniel, tapi dia harus mencari cara agar tidak di kelabui lagi olehnya saat masuk kesana.


Sinta mencari cara dengan mengobrak-abrik lemari pamannya yang terletak di ruang meditasinya, dia mencari sebuah petunjuk untuk bisa lolos saat berada di rumah Daniel.


Saat Sinta sedang mencari sesuatu disana dia melihat sebuah pintu yang menyerupai tembok di sana.


Sinta berusaha mencoba membuka pintu tersebut, tetapi pintu itu tidak memiliki Ganggang sama sekali jadi dia menjadi bingung untuk itu.


Sinta pun memanggil Pamannya sambil menggedor-gedor pintu tersebut, dia merasa jika pamannya ada disana saat ini.


Ketika Sinta sedang menggedor-gedor pintu itu dia melihat ada tombol yang sama sekali tidak terlihat jika kita tidak memperhatikannya.


Sinta mencoba menekan tombol itu dan akhirnya pintu itu terbuka lebar dan langsung menyedot Sinta masuk kedalam.


Suara gema pun terdengar dari dalam sana, Sinta yang terhempas kedalam ruangan itu mulai bangkit dari tempatnya.


"Aduh... tempat apa ini," gumam Sinta yang berusaha bangun sambil memegang sikutnya yang berdarah.


Sinta menyusuri ruangan itu, kenapa terlalu banyak misteri ketika dia mencoba untuk memperbaiki segalanya.


Sinta yang merasa bingung karena setiap hari selalu ada saja misteri yang terjadi di dalam hidupnya.


"Dari manakah hal itu terjadi, kenapa ini terjadi saat gue telah menyadari semua kesalahan gue," gumam Sinta sambil melihat-lihat ruangan itu.


Sinta melihat sebuah lemari didalam ruangan itu, Lemari yang sangat besar sehingga membuatnya penasaran dengan isi dari lemari itu.


Sinta pun mencoba mendekati lemari itu, dan saat dia membuka lemari itu, dia melihat sebuah buku yang sangat kuno disana.


"Buku apa ini," ucap Sinta.


Debu yang tebal menutupi tulisan buku itu, membuat Sinta kesulitan untu membaca tulisan yang tertera di buku kuno itu.


Sinta mencoba membersihkan buku itu dengan cara meniup dan menepuk-nepuk buku itu hingga akhirnya dia melihat sebuah tulisan 'Kisah Sinta' , betapa terkejutnya Sinta ketika namanya tertera dibuku itu.


"Apa ini, kenapa ada nama gue disini," gumam Sinta yang sedang memegang buku besar dan kuno itu.


Sinta yang penasaran akhirnya membuka buku tersebut, dan sebelum Sinta membuka buku itu, Sinta di kejutkan oleh kedatangan dari pamannya Sinta.

__ADS_1


Sinta kenapa kamu disini?" tanya Jhon.


"Paman," ucap Sinta yang terkejut melihat pamannya berada di belakangnya.


"Ayok keluar, gak seharusnya kamu disini," jelas Paman.


"Tapi paman,_" Sinta menghentikan ucapannya karena dia ingin mencari tahu tentang buku itu.


Sinta pun menyembunyikan Buku tersebut di balik Bajunya dan dia keluar dari dalam ruangan itu bersamaan pamannya yang langsung mengunci ruangan itu kembali.


Sinta yang masih penasaran dengan tempat itu, mencoba menanyakan segalanya kepada pamannya.


Sebelum dia sempat menanyakan tempat itu kepada Jhon, Sinta lantas di tampar oleh Jhon sampai buku yang di pegang nya tadi terjatuh.


Jhon yang melihat buku itu terjatuh dari badan Sinta, bergegas mengambil buku tersebut. Tetapi Sinta berhasil mengambil buku itu dan membawanya pergi.


"Sinta... tunggu Sinta," ucap Jhon sambil berteriak.


Sinta yang terus berlari sambil menggendong buku tersebut tergopoh-gopoh menuju jalan besar dan dia pergi masuk kedalam hutan.


Didalam hutan Sinta yang masih berlari memutuskan untuk berhenti ketika dia merasa jika pamannya tidak mengejarnya lagi.


Sinta yang masih penasaran dengan buku itu mencoba memperhatikannya dan mulai membuka buku yang membuatnya sangat penasaran.


Didekat pohon besar Sinta duduk sambil membuka halaman depan buku itu.


Saat dia membuka lembar buku berikutnya dia melihat ada foto dua anak perempuan kembar mirip dirinya.


Sinta yang terkejut dan semakin penasaran Sontak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Di dekat foto kembar itu tertulis satu namanya dan satu lagi bernama Santi.


Sinta yang semakin penasaran mencoba mencoba membuka lembar buku itu lagi semakin terlihat jelas saat dia membuka lembar per lembarnya.


Yang awalnya dua anak kembar itu memiliki dua wajah yang sama dengan wajah Sinta Semakin dia membuka lembar buku itu terlihat wajah Jihan disana.


"Jihan, gumam Sinta."


"Apa maksudnya, apa gue punya kembaran,"


gumam Sinta lagi.


Sinta pun mencoba menenangkan dirinya akan semua itu, dia mencoba mencerna setiap foto yang ada.

__ADS_1


Saat dia membuka lembar terakhir dari buku tersebut dia melihat foto Dirinya dan Jihan di sana dengan sebuah tulisan 'Sinta menjadi Jihan'.


"Ha, apa maksudnya!" gumam Sinta.


Sinta pun memutuskan untuk kembali lagi kerumah menemui pamannya dan menanyakan segalanya tentang ini.


Sesampainya dirumah, Sinta langsung menanyakan segalanya kepada Jhon tentang apa yang dia yang dia temui di dalam ruangan itu.


Sinta melihat Jhon tengah duduk di sebuah kursi di ruangannya, Sinta pun langsung menanyakan segalanya kepada Jhon.


"Paman ruangan apa yang ada di balik pintu itu dan buku apa ini?" tanya Sinta pada Jhon yang tengah tertunduk.


"Akhirnya kamu tahu Sinta," jelas Jhon.


"Tahu apa paman, apa maksud semua ini?" tanya Sinta lagi.


Jhon yang merasa jika Sinta berhak tau atas segalanya dan dia pun merasa jika ini adalah waktunya untuk Sinta tau segalanya.


"Jihan adalah saudara kembar kamu," ucap Jhon pasti.


"Apa, saudara kembar?" tanya Sinta.


"Iya Sinta, Jihan terlahir lebih dulu dari kamu, tapi karena ada yang ingin mengincar kalian makanya kalian harus dibedakan satu sama lain," jelasnya.


"Apa maksud paman?" tanya Sinta lagi.


Musuh dari nenek buyut kita, mencari titisan yang terlahir kembar makanya salah satu dari kalian harus di rubah wajahnya demi menyelamatkan nyawa kalian," ucapnya lagi.


Sinta yang mendengarnya pernyataan itu semakin kaget dan panik dia bahkan semakin tidak mengerti atas segalanya.


Sekarang kamu sudah tahu segalanya Sinta, pernikahan turun ranjang yang kamu lakukan terhadap Erwin sudah terdengar oleh musuh bebuyutan itu," jelasnya.


Aku tambah gak ngerti paman?" tanya Sinta lagi.


Kamu merasa aneh dengan tingkah Erwin setelah turun ranjang itu terjadi kan, kamu merasa jika yang kamu lakukan semuanya sia-sia bukan?" tanya Jhon.


Emang kenapa paman?" tanya Sinta lagi.


"Itu semua kerjaan dari musuh dari buyut kita Sinta, dia yang sudah tahu jika kamu punya kembaran sengaja mengincar kamu dan Jihan. Tapi setelah mereka tahu jika Jihan sengaja kamu lenyapkan, mereka menjadi semakin marah," jelasnya.


"Apa ada hubungannya dengan Wanita yang mirip dengan Jihan?" tanya Sinta.


"Saya juga belum tahu Sinta, selama kamu mencari wanita itu, aku baru tahu jika alamat yang aku dapatkan dalam meditasi itu adalah palsu!" jelasnya.

__ADS_1


Tapi kenapa kamu bisa tanyakan itu, apa kamu tahu sesuatu!" tanya Jhon.


Bersambung...


__ADS_2