Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 2


__ADS_3

Akhirnya pernikahan pun tetap dilangsungkan oleh kedua pihak, tetapi kondisi Jihan tidak boleh tersebar kepada siapa pun.


Pernikahan atas nama Suami Erwin dan istri Jihan itu nanti yang akan di lafaskan oleh Erwin saat ijab kabul.


Tetapi ketika Jihan di panggil yang akan keluar menemui adalah Sinta, semua itu dilakukan hanya untuk menutupi keadaan Jihan yang sebenarnya.


Dengan Wajah yang ditutupi Sinta keluar dan bersanding dengan Erwin laki- laki pujaan nya. Erwin memasangkan cincin Kejari manis Sinta, dan Sinta pun mencium tangan Erwin.


Tetap saja Erwin menjadi suami Jihan, karena Sinta hanya menggantikan nya menemui para tamu di luar.


Sinta Masih belum puas karena bukan ini yang dia mau, dia menginginkan Erwin menjadi Suaminya seorang, bukan hanya sebagai pengganti seperti ini.


Pernikahan berjalan dengan hikmat, semua para tamu undangan juga sudah pulang sejak tadi,Erwin pun sudah menjadi suami nya Jihan.


Ketika Erwin hendak memasuki Kamar Jihan untuk pertama kalinya, Erwin sangat bahagia Karena ini pertama dalam hidupnya bertemu dengan Jihan di dalam kamarnya sebagai seorang Suami.


Kamar yang sudah dihiasi menjadi kamar pengantin bagi Jihan dan Erwin, mereka menghiasi kamar ini sesuai dengan warna favorit Jihan yaitu warna pink dan putih.


Hal yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Erwin, Tetapi malah menjadi hari paling menyedihkan baginya, kenapa tidak istri yang paling dia cintai terbaring lemas di tempat tidur.


Jihan sangat cantik," ujar Erwin.


Dek bangun ini Mas loh," ucap Erwin membujuk istri nya.


Jihan yang sengaja di dandani seperti pengantin lengkap dengan lipstik merah kesukaan nya, walau dia terbaring lemas dan sedikit pucat dia masih terlihat cantik dengan gaun pengantin nya.


Saat Erwin menyentuh dan menggenggam tangan Jihan, tangan nya terasa sangat dingin dan tidak berdaya, di panggil nya nama istrinya berulang kali dan di ciumnya tangan dan wajah Jihan tidak ada respon sedikit pun dari wanita ini.


Erwin mencoba merasakan denyut nadinya, betapa terkejutnya bahwa istrinya sudah tidak memiliki denyut nadi dan jantungnya pun sudah tidak berdetak lagi.


Erwin menangis meyakinkan dirinya, dia terus memeluk dan mengatakan jika semua akan baik- baik saja, sangking kencang suara dari pria ini terdengar oleh keluarga di luar.


"Jihan akan baik- baik saja,"ucap Erwin yang terus memeluk Istrinya.


Mereka akhirnya memanggil dokter dan dokter mengatakan bahwa Jihan telah meninggal dunia.


Semua orang bagai disambar petir, mereka kaget mendengar hal itu, Erwin yang menangis sejadi- jadinya terus memanggil Jihan.


Tidak ada satu pun dari keluarga yang merelakan kepergian anak, keponakan ,cucu yang sangat mereka sayangi.

__ADS_1


Tetapi Jihan sudah tiada sekarang, yang terdengar hanya Isak tangis dari keluarga saja sekarang, hari yang harusnya mereka bahagia menjadi hari paling menyedihkan dan menyakitkan bagi keluarga khususnya bagi Erwin suami Jihan.


Gimana ini bisa terjadi," ucap ibu Erwin.


Entah lah Bu," jawab Erwin.


Ini hari pernikahan ku, harusnya aku bahagia sekarang," ucap Erwin.


Kematian Jihan memang sangat misterius, Jihan termasuk orang yang mengerti akan kesehatan dia juga tidak pernah terlihat sakit selama ini, dokter yang memeriksa Jihan mengatakan jika tidak ada yang aneh dari Jihan, semua baik- baik saja.


tetapi kenapa ajal begitu cepat menjemputnya," ucap sekar Mamanya Jihan.


Dan akhirnya mayatnya Jihan dimakamkan setelah Semalam dirumah tidur bersama Erwin dan keluarga yang lain.


atas meninggalnya Jihan semua orang tidak tidur dan memberi doa kepadanya. hingga hari ketujuh.


Setelah menujuh hari selesai, Semua sudah mulai membiasakan diri, tiba- tiba Sinta menangis di hadapan Erwin.


"Ada apa ini," ucap Jhon paman Jihan.


"Kakak sudah tidak ada, tidak ada lagi yang menyayangi ku Lagi pula yang menggantikan kakak kemaren itu aku kan." ucap Sinta sambil menangis( pura-pira).


"Ayo lah mas Nikahi aku saja, anggap saja turun ranjang," ucap Sinta.


"Semua orang tengah bersedih tapi kamu malah melakukan hal memalukan begini," tambah Sekar marah.


Aku tidak salah, aku hanya ingin menikah," ucap nya lagi.


Mana mungkin Sinta kamu adiknya Jihan, aku ini Suami kakakmu," ucap Erwin.


Tapi kak Jihan sudah meninggal," ucap Sinta menjadi-jadi.


Erwin tetap tidak bisa menikahi Sinta, rasa cinta nya terhadap Jihan sungguh besar, jadi tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan tempatnya di hati Erwin.


Sinta sangat marah mendengar jawaban dari Erwin, dia berdiri dan meninggalkan tempat itu dan akan melakukan hal lain untuk melancarkan aksinya.


"Dasar! sudah mati, tapi tetap nyusahin," gumam Sinta dalam hatinya.


Sinta pun hanya bisa diam dengan semuanya, dia sadar jika dia tidak mungkin bisa meminta Erwin menikahinya.

__ADS_1


Akhirnya dia menunggu Erwin yang akan melamarnya sendiri, dan itu sudah di pastikan nya, Erwin akan datang dan melamarnya di rumah ini.


Satu bulan kemudian dan benar saja Erwin datang bersama ibunya kekediaman Sekar orang tua Jihan.


Erwin datang kerumah itu membawa banyak seserahan pernikahan, dengan rombongan yang banyak.


Aku mau menikahi Sinta," ucap Erwin.


Semua orang kaget mendengar hal itu, baru sebulan istrinya meninggal sekarang dia malah menikahi adik dari istri nya.


Aku mau melakukan turun ranjang Bu," ucapnya lagi.


Kamu yakin win," ucap sekar.


Yakin Bu," jawab Erwin.


Erwin yang sangat aneh, dengan tatapan yang kosong dan wajah yang pucat dia sangat berbeda saat ingin melamar Sinta menjadi istri nya.


Terlebih bukannya dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai Jihan dan tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan nya di hidupnya.


Tetapi berbanding terbalik dengan yang dia lakukan saat ini, Kali ini Erwin sangat mantap dengan keputusannya dia sangat ingin menikahi Sinta untuk menjadi istrinya.


Tetangga yang mendengar pun sangat heran, terlebih dengan kondisi Erwin, ada yang mengatakan jika dia di guna-guna seseorang.


"Melihat wajah yang pucat pandangan yang kosong, serta tangan yang terasa dingin, seperti mayat hidup," ucap warga sekitanya.


Akhirnya Sinta dan Erwin pun melangsungkan pernikahan dengan sederhana saja, hanya di hadiri oleh ibu dan ayah Erwin serta Mama nya sendiri.


Pernikahan yang dilakukan langsung oleh bapak KUA terdekat di dalam rumah Sekar, terbilang cukup hening.


Erwin pun melafalkan ijab kabul yang di tuju untuk Sinta, dan akhirnya mereka sah menjadi suami istri.


Sinta pun mencium tangan Erwin dan sekarang dia tidak hanya menggantikan kakaknya di pelaminan untuk sementara melainkan dia menggantikan kakaknya untuk selamanya.


Sinta pun puas dengan apa yang telah dia dapatkan walau dia mengorbankan kakaknya dia sangat tidak perduli.


Yang terpenting baginya adalah, apa yang dia mau akan selalu dan harus menjadi miliknya.


dan siapa pun yang menghalanginya maka dia harus di lenyapkan.

__ADS_1


"Erwin hanya milikku," ucap Sinta, dengan nada yang mengerikan.


Bersambung...


__ADS_2