Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 8


__ADS_3

Didalam ruangan yang penuh dengan Bunga mawar yang berserakan serta pakaian berceceran dimana-mana, terdapat empat pasang kaki melingkar diatas kasur.


Dibalik selimut tebal nan hangat, sepasang sejoli yang telah di mabuk asmara, berhasil meleburkan cintanya disana.


Kejadian semalam sangat spesial bagi keduanya, Sehingga membuat mereka tidak bisa melupakannya.


Sinar matahari yang masuk melewati dua tubuh sejoli yang terbaring di atas kasur, seakan diabaikan karena kehangatan yang didapat dari balik selimut tebal membuat dua sejoli ini yang masih memejamkan kedua matanya, tiba-tiba terbangun olehnya.


"Selamat pagi," ucap Erwin sambil mengelus wajah penggantinya.


"Pagi sayang," ujar Sinta yang masih dalam pelukan hangat Erwin.


"Pagi ini kamu sangat terlihat cantik sekali," gombal Erwin sambil mengecup kening Sinta.


Kamu bisa aja mas," jawabnya tersipu malu.


Selimut yang hangat dan ruangan yang terasa dingin, serta sentuhan yang begitu lembut membuat keduanya terhanyut untuk kedua kalinya di pagi ini.


Seperti burung yang sangat lapar, keduanya seakan berkicau ketika mendapatkan makanan yang sangat enak dan nikmat.


Ya begini lah pasutri baru, tidak lepas dari selimutnya yang tebal, mereka selalu memiliki waktu di atas kasur yang sangat empuk ini.


Kediaman rumah Jihan yang telah menjadi tempat tinggal mereka merayakan keindahan cinta yang sedang mereka rasakan dari malam hingga sore hari.


"Mas....sudah, Jagan begitu udah sore loh," ucap Sinta manja.


"Biarin aja memangnya kenapa?" tanya Erwin.


"Malu akhh mas, ama tetangga!" ucap Sinta terlalu manja dan menggemaskan.


mereka sudah tahu kalau ada pasutri disini," jelasnya lagi.


Sinta begitu senang dan puas, karena dia sudah memiliki Erwin sepenuhnya, ketangguhan Erwin membuat Sinta tidak bisa berkata-kata, dia selalu bisa membuat Wanita ini memiliki dunia nya sendiri.


Di malam harinya, mereka masih saja bergelut dengan selimut tebal itu, seakan berirama yang sangat merdu, musik ini tidak dapat di hentikan nya.


...****************...


Keesokan paginya,saat selimut tebal ingin dilepas dari tubuh Sinta, Erwin menarik kembali Sinta kedalam selimut tebal itu.


Sinta yang sudah kehabisan nafas, seakan tidak ingin masuk kesana lagi, dia mengatakan jika ada yang ingin dikerjakannya di tempat lain.


Erwin yang merasa belum selesai dengan Hangatnya selimut tebal itu, masih saja berjuang membujuk Sinta agar bisa masuk kesana.


"Tapi mas, ini sudah dua malam loh, aku harus pergi," jelas Sinta yang menolak suami tercintanya.


"Tapi ini masih belum kenyang sayang," ucap Erwin.

__ADS_1


"Sudah ditunda dulu ya," ucap Sinta lagi.


Sambil mengelus-elus memohon agar bersabar menunggu Sinta keluar dari ruangan bersejarah itu.


Dia bergegas membersihkan dirinya dan mencari oufit yang ingin di kenakan nya pagi ini.


Setelah mengenakan pakaiannya, Sinta bergegas pergi dan menemui Daniel di rumahnya.


Sudah hampir seminggu Sinta tidak menemui Daniel, Daniel pasti sudah tidak sabar menunggu dirinya dengan selimut tebal milik Sinta untuk menghangatkan tubuhnya.


Sinta yang sampai disana langsung memberikan apa yang Daniel mau darinya, setelah melakukannya mereka duduk sambil melakukan ritual untuk melengkapi ritual terakhir nya.


"Gimana Sinta, setelah kamu berhasil mendapatkan yang kamu mau?" tanya Daniel.


"Aku senang, Mas Erwin sangat membuat aku hidup kembali," ucap Sinta.


Bagus jika begitu," jawab Daniel.


"Dalam jangka Sebulan ke depan kita tidak akan bertemu," ujar Daniel.


"Ada hal yang harus aku lakukan di tempat lain," tambahnya.


"Kamu bisa pakai rumah ini untuk memperdalam cinta Erwin kepada mu," tambahnya lagi sambil mengecup Sinta.


Sinta yang mengerti langsung mengangguk dan membalas kecupan Daniel.


...****************...


"Aku telfon Daniel aja kali ya," gumamnya.


Saat sebelum Sinta menelpon Daniel, tiba-tiba ada seorang pria yang melintasi daerah itu menggunakan mobil pajero hitam yang sangat berkilau menghampiri nya.


"Hallo mbak kenapa dengan mobilnya," ucap pria itu bertanya.


Saat Sinta melihat pria yang menyapanya, dia terpesona dengan ketampanan pria itu, dengan menggunakan jas hitam dan rambut belah pinggir serta menggunakan kacamata sebagai pelengkap ketampanannya hari ini.


"ia nih," seperti nya bannya kempes," ucap Sinta yang gelagapan karena ketampanan nya


"Kalau boleh! saya antar kamu pulang, tenang saja mobil ini biar saya urus dan juga saya akan antar ketempat kamu jika sudah selesai," jelasnya.


Sinta mengedipkan matanya mencoba merayu pria itu dan membuat pria itu jatuh hati padanya.


"Mas yakin bisa amankan mobil ku?" tanya Sinta.


Ia tentu mbak," ujarnya.


"Aduh... Jagan panggil mbak dong, Sinta! namaku Sinta,"

__ADS_1


Pria itu meraih tangan Sinta dan mengucapkan namanya disaat bersamaan Sinta membaca ritualnya dan pria itu langsung jatuh hati padanya.


"Saya Kevin, kamu sangat cantik sekali," ucapnya.


"Terimakasih mas Kevin, kamu jadi antar saya kan!" tanya nya.


"iya jadi, ayo saya antar kedalam mobil,"


Kevin dengan gagah menggandeng Sinta masuk kedalam mobilnya dan mulai mengendarai mobil pajero hitam itu.


"Mobil kamu bagus ya Mas," ucap Sinta sambil mengelus mobil itu.


"Iya, saya punya Lima dirumah," jika kamu mau saya akan kirim besok," ucapnya sambil melihat tangan lentik Sinta.


"Akhh ga perlu mas, aku enggak enak masa baru kenal sudah meminta saja," tambahnya.


"Tidak apa Sinta, aku senang bisa kasih sesuatu sama kamu," ucapnya lagi.


Anggap saja sebagai ganti mobil kamu yang kempes tadi," jelasnya.


"Akhh kamu bisa aja mas," jawab Sinta yang semakin ingin menyentuh tanah kekar Kevin.


Mereka melanjutkan perjalannya, dan tibalah di kediaman Sinta, Kevin memarkirkan mobilnya disana, dan membukakan pintu Sinta dengan gentleman lalu mengantarkan dia kedalam rumah.


"Sudah mas! sampai sini saja, kamu sangat baik mau mengantar aku sampai rumah," ucap Sinta yang sangat manja.


"Sudah kalau begitu aku pamit ya ,Oia ini kartu namaku, besok aku akan antar mobil nya kesini," jelasnya sambil mengelus pipi Sinta.


Sinta hanya bisa tersenyum, dan memastikan apakah Pajero yang diinginkan nya akan datang besok atau tidak.


Sinta menuju dapur hendak menenggak segelas air disana, dia merasa haus saat pria tampan yang menggetarkan hatinya membuat dia sangat bersemangat kembali.


Erwin yang menyadari Sinta kembali langsung mendekapnya dari belakang, Sinta sontak merasakan bagian keras dari tubuh Erwin yang masih menjalar ke punggung nya.


"Mas Erwin, kamu kenapa begini," Sinta tertawa melihat suaminya yang tidak memakai sehelai benang pun.


"Aku masih kangen, Ayuk Sinta!" ucap Erwin sambil menarik tangan Sinta, seperti anak kecil yang meminta sebungkus permen.


Erwin berhasil menarik Sinta keruangan terindah itu, dia menghempaskan tubuh Sinta di atas kasur, lalu masuk kedalam selimut tebal yang berhasil membuat mereka melayang bersama.


Sinta semakin tidak sabar ingin mendapatkan mobil Pajero ya, sampai-sampai dia membayangkan wajah Erwin sebagai Kevin yang sudah menolong nya tadi.


Hal itu masih terjadi hingga pagi harinya dan sampai Ketika Kevin menepati janji dengan mengantarkan Mobil Sinta ditambah mobil Pajero yang telah di janjikan ya juga.


Sinta berusaha keluar melihat siapa yang datang, dia mencoba mengintip dari jendela kamarnya, Sinta melihat Kevin bersama dua mobil yang sudah di janjikan nya diluar.


Dia pun berusaha membuat alasan agar bisa keluar dan terbebas dari Erwin yang sangat super kelaparan, seperti kucing yang tidak pernah kenyang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2