Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 9


__ADS_3

Sinta yang merasa sangat capek saat melayani Erwin, selalu berusaha mencari alasan saat Erwin meminta jatah padanya.


"Aku memang ingin bersama Mas Erwin, tapi kalau kayak gini bisa remuk juga nih badan lama-lama," gumam Sinta sambil menyeruput tehnya.


Erwin yang masih tertidur pulas dikamar, membuat Sinta bisa membersihkan dirinya serta menikmati hari di pagi ini.


"Mending aku telpon mas Kevin aja," gumam Sinta , sambil mengambil telepon nya.


"Hallo mas Kevin, kita ketemuan yu," ajak Sinta.


Sinta yang langsung menutup telfonnya Sontak beranjak pergi dari sana takut Erwin bangun dan dia tidak akan terlepas dari genggaman Erwin, kucing yang selalu kelaparan itu.


Sinta dan Kevin bertemu tidak jauh dari daerah rumah Sinta, di salah satu restoran dekat sana.


Mereka memesan makanan untuk sarapan, Kevin yang begitu menyukai Sinta langsung mengutarakan isi hatinya.


Sinta pun sontak menjawab iya, saat Kevin melamarnya.


Mas makasih ya kamu sudah memberi aku mobil dan sekarang kamu malah ngelamar aku," ucap Sinta.


"Iya Sinta! sejak awal bertemu aku sudah menyukaimu, aku rasa lebih cepat lebih baik kita melangsungkan pernikahan," ucap Kevin.


"Iya Mas," jawab Sinta


Dua Minggu setelahnya mereka langsung melakukan ijab kobul di kediaman rumah Kevin.


Dan setelah menikah Sinta tinggal disana bersama Kevin di rumah besarnya dan dia belum menemui Erwin di kediamannya.


"Entah gimana keadaan mas Erwin saat ini, ah! biarin aja lagian aku capek banget melayani orang gila kayak gitu," gumam Sinta sambil menyisir rambutnya.


"Tapi setelah 3 Minggu menikah bersama mas Kevin, aku belum merasakan apa-apa," gumamnya lagi.


Pernikahannya dengan Kevin, memang cukup bahagia di segi finansial, tapi dari segi batin Sinta belum merasa nikmat nya menjalani rumah tangga bersamanya.


Berbeda dengan Erwin, Dia selalu bisa membuat Sinta melayang saat bersamanya, tetapi sikapnya yang selalu tidak merasa puas membuat Sinta menjadi bosan padanya.


Tetapi Saat bersama Danie, Sinta selalu merindukan hangatnya dari tubuh kekar sang guru, Daniel selalu bisa membuat Sinta percaya padanya saat Sinta butuh Daniel selalu ada untuk menghiburnya.


Sekarang Sinta menjadi galau akan pilihannya, dia semakin sulit memilih dan mau kemana dia bawa kehidupannya kelak.


...****************...


Daniel menelpon Sinta jika dia sudah berada di dalam rumah mereka, Daniel meminta Sinta pulang sekarang juga.


Saat berada di rumah, Daniel yang hendak memeluk Sinta seperti biasanya, dia begitu kaget saat mengetahui jika Sinta telah melangsungkan pernikahan dengan pria lain.


Daniel pun sontak marah kepada Sinta dan Daniel sangat menyesal kenapa dia begitu ceroboh menyerahkan dirinya pada seorang pria begitu saja.

__ADS_1


"Aku hanya menikah loh!" ucap Sinta.


"Syaratnya kamu ga boleh menikah Sinta," ujar Daniel.


Kenapa, kamu gak pernah bilang!" tanya Sinta.


Akhh... sudahlah semua juga sudah terjadi, aku sudah tidak bisa membantu mu lagi, ritual kemarin itu yang terakhir, kau sudah menyerahkan dirimu pada pria itu," jelas Daniel.


"Tapi apa beda dengan Erwin, aku juga menikah dengannya?" tanya Sinta lagi.


Daniel menjelaskan bahwa menikah dengan Erwin itu sangat berbeda, "Saat kamu melakukan ritual itu kamu masih suci Sinta."


ketika Erwin menalak Sinta itu berarti Sinta bukanlah istri dari Erwin lagi, tetapi dengan Kevin dia melakukan ijab kabul berarti dia masih sah sebagai istrinya Kevin.


berarti Sinta telah melanggar aturan dalam ilmu tersebut dan saat pantangan telah dilanggar maka banyak ilmu yang telah sengaja dia tetap saat ijab kabul itu terjadi.


Sinta begitu kaget saat Daniel menjelaskan semua itu, dia tidak sengaja melakukan pernikahan itu, dan sekarang dia pun menjadi menyesal.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang!" tanya nya.


"Ya mau gimna lagi, sebagian ritual yang telah kita lakukan tidak akan ada gunanya."


"paling sekarang kamu cuman bisa bertahan, karena Kevin dan Erwin masih mencintai kamu, dan Erwin masih menganggap kamu istrinya," jelas Daniel.


"Sudah jangan di fikirin, mending kita senang-senang sekarang," ucap Daniel.


Daniel selalu tahu apa yang Sinta mau, rasa cemas dan gundah nya sesaat hilang saat mereka menghabiskan waktu bersama.


"Gimana rasanya?" tanya Daniel.


"Aku senang sedikit nyaman," jawabnya.


"Mau aku ulangi lagi!" tanya Daniel lagi.


Aku ingin rasa ini membuat semua kecemasan ku menjadi hilang," jawab Sinta.


"Baik sayang," jawab Daniel sambil mengusap rambut Sinta.


Mereka mengulangi adegan yang membuat Sinta menjadi tenang, rasa kecemasan dan kegundahan itu semakin menghilang sesaat mereka menari bersama.


Gimana rasanya!" tanya Daniel.


"Terimakasih, kamu selalu tau apa yang aku mau," jawab Sinta.


"Sama-sama sayang," jawab Daniel.


...****************...

__ADS_1


Jadi kamu mau kembali ke Erwin atau ke Kevin?" tanya Daniel.


"Akhh, entahlah... aku bingung dua pria yang sudah aku buat untuk mencintaiku sekarang seperti tidak ada gunanya." Jelas Sinta.


Aku menjadi bosan dengan mereka, aku disini aja gimana," pinta nya.


"Jangan dong sayang, walau bagaimana pun kamu harus tetap memilih, Erwin atau Kevin! atau kamu harus putuskan mereka berdua," jelasnya.


"Iya... aku pergi dulu kalau gitu," nanti pasti aku akan selesaikan satu-satu," ucap Sinta sambil meninggalkan Daniel disana.


...****************...


Sinta memutuskan pulang kerumah menemui Erwin disana, saat dia memasuki kamar, disana sudah ada pamannya yang sedang merapikan pakaian Erwin.


"Kamu apakan dia," ucap Jhon.


"Aku enggak melakukan apapun," jawab Sinta.


"Sinta sudah aku katakan sebaiknya kamu tinggalkan ilmu tersesat itu," jelas Jhon.


"Sudah lah paman jangan mencampuri urusanku," ucap Sinta kasar.


"Sebaiknya paman pergi dari sini," ucapnya.


Kamu akan menyesal Sinta," ucap Jhon sambil berjalan keluar.


"Paman yang akan menyesal," ucap Sinta mengancam.


...****************...


Malam harinya Erwin masih meminta sesuatu pada Sinta, Sinta pun kesal dengan Erwin yang selalu begitu, seperti tidak ada hal lain yang wajib di lakukan nya selain hal ini.


"Udah lah mas, aku capek kalau kayak gini terus," ucap Sinta sambil pergi dari sana.


"Sinta berhenti... kamu tidak bisa pergi dari sini," Jelas Erwin.


"Kamu harus melakukan apa yang kamu mau," jelasnya lagi.


Erwin berhasil membawa Sinta ke dalam kamar dan berhasil membuat Sinta melakukan apa yang dia mau.


Entah kenapa Sinta seperti tidak bisa menolak atau jika dia membantah maka Erwin bisa membuatnya menerima semua perlakuan dari Erwin.


Sinta sudah semakin lelah, tetapi Erwin tidak memperdulikannya, dia masih saja melakukan yang harus dilakukan nya terhadap Sinta.


Seperti orang yang tidak makan berminggu-minggu Erwin melahap Sinta dengan brutal sehingga membuat Sinta menjadi pingsan setelahnya.


"Daniel tolong aku," gumam Sinta sebelum pingsan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2