Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 12


__ADS_3

Sinta begitu takut dengan ancaman dari Daniel, dia pun memutuskan untuk meminta bantuan kepada Pamannya.


Pada saat dia ingin keluar dari rumah Daniel, sekali lagi Sinta di permainkan oleh Daniel, Sinta dibuat tersesat didalam rumah itu lagi.


Sinta mencari cara agar dia bisa keluar dari sana, sadar akan dirinya tengah dipermainkan oleh Daniel Sinta menggunakan semua kekuatannya untuk menembus rumah Daniel dengan pikirannya.


Dengan berusaha tenang dia mencoba mengingat kemana dia harus melangkah selanjutnya.


"Ahh.. Si daniel emang dasar gila tu orang," gumam Sinta.


"Gue harus kemana nih," gumamnya lagi, sambil terus berfikir.


"Pintu hitam, gue tahu...,"gumamnya lagi dan lagi.


Sinta mencari pintu yang berwarna hitam, dia mencoba untuk mencari jalan keluar dari sana, sesampainya di depan pintu yang berwarna hitam itu, Sinta berhenti dan menoleh kebelakang.


Sinta mencoba mengingat ucapan Daniel padanya dulu, jika dia ingin selamat maka jauhi pintu yang berwarna hitam, Sinta mengurungkan niatnya untuk masuk kesana.


Tetapi dia berpikir sekali lagi, untuk apa pintu ini dibuat oleh Daniel, pasti ada sesuatu didalamnya, rasa penasaran bercampur dengan rasa takut membuatnya menjadi ragu.


"Sekarang apa yang harus gue lakukan, tenang Sinta... tenang," gumam Sinta.


Dengan menggunakan kemampuan Sinta menyentuh pintu itu, dan melihat lebih dalam lagi kedalam balik pintu tersebut.


"Gue harus kerahkan seluruh kemampuan gue, " gumamnya lagi.


Saat Sinta mencoba mengerahkan seluruh kekuatannya dia hampir menembus isi di balik pintu itu, dan sontak itu membuat nya menjadi pusing dan muntah-muntah karena terlalu menguras hampir seluruh kemampuan.


"Masuk...masuk," kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinganya, seakan menyuruhnya untuk masuk kedalam pintu itu.


Sinta melangkahkan kakinya dan mulai masuk keruangan ini, dan saat tiba didalam ruangan itu, Sinta melihat banyak hal disana.


Rasa takut nya bertambah sesaat dia memasuki ruangan misterius itu, ruangan yang sangat berbeda dari luar.


Didalam ruangan itu terdapat tiga pintu yang akan membawa kita ke suatu tempat.


Ada yang berwarna Hitam, merah, dan putih, pintu itu akan menunjukkan akhir dari Sinta disini.


"Gue pilih yang mana," ucap Sinta, bergumam.


Gelapnya ruangan membuat Sinta tidak dapat melihat apa-apa, Sinta yang selalu menelan air liur nya saat dia semakin ketakutan.


Gadis ini mundur, mundur dan dia mentok hingga ke tembok itu artinya dia tidak bisa kemana-mana lagi.


"Mana pintunya," gumam Sinta yang melihat kebelakang, pintu masuk yang seharusnya ada kini telah menyatu pada tembok.

__ADS_1


"Gue gak boleh panik, apalagi takut... gue harus pecahin teka-teki ini," gumamnya sambil melihat tiga pintu di hadapannya.


"Jika pintu hitam, adalah jalan keburukan dan pintu putih adalah jalan kebaikan, maka pintu yang merah jalan apa?" Gumam Sinta.


"Apa yang Sedang dilakukan oleh Daniel," gumamnya lagi dan lagi.


"Baiklah Daniel, gue akan lakukan! gue akan keluar dari sini," ucapnya yakin.


Sinta mulai memperhatikan setiap pintu Yanga ada didepannya, setiap pintu memiliki tandanya sendiri, Sinta memperhatikan tanda itu, dia yakin bukan warnanya yang harus dilihat.


Sinta menyentuh pintu itu,satu per satu, dia ingin mencari perbedaannya.


...****************...


Ditempat lain Daniel, memulai meditasinya sambil memperhatikan Sinta dari Air dalam wadah.


"Kau tidak akan menemukan jalan keluarnya Sinta, dasar bodoh." Gumam Daniel yang melihat Sinta dari genangan air itu.


"Daniel terus saja memperhatikan Sinta, disana dia melihat jika Sinta mengetahui trik dari Daniel.


"Bodoh... kau tak tau apapun," ucapnya marah karena Sinta mulai menemukan jalan keluarnya.


Ditempat lain di dalam ruangan itu, Sinta sudah bisa memecahkan teka-teki dari Daniel.


Sedikit tersenyum, Sinta mengetahui jika pintu putih adalah pintu keburukan.


Sinta pun kembali memutar otak, dia kembali pada saat dia mulai memasuki ruangan ini.


Pintu merah," gumam nya.


Sinta mulai mendekati pintu merah itu dan membukanya, saat ia membuka pintu itu.. dan sampai diluar Sinta berhasil memecahkan segala trik yang ada.


Harusnya gue tahu jawabannya dari kemaren, pintu dirumah ini semua warna merah ya sudah pasti pintu keluarnya juga berwarna merah," gumam Sinta yang langsung meninggalkannya tempat itu.


...****************...


Sinta kembali menemui Pamannya di kediamannya, dan menceritakan segala yang telah dia alami kepada Jhon.


Kalau paman gimana,sudah bisa menemukan wanita yang mirip dengan Jihan?" tanya Sinta.


"Dia tinggal disini," ucapnya sambil melihatkan sebuah alamat kepada Sinta.


"Baiklah paman aku akan pergi kesana," sahutnya.


"Tunggu Sinta, kamu harus hati-hati," ucap Jhon.

__ADS_1


"Baik paman," jawab Sinta.


Sinta pun lantas pergi ke alamat yang sudah di beri oleh Jhon, dia memulai dari jembatan yang waktu itu.


"Dari sini, gue harus mulai dari sini," gumam Sinta.


Sinta menyusuri Jembatan itu, jembatan yang tingginya berkali-kali lipat dengan manusia berukuran dua meter.


Jembatan yang sangat besar dan panjang, sudah hampir lebih Dua jam Sinta berjalan menyusuri Jembatan itu, tetapi dia belum menemukan tengah dari jembatan tersebut.


"Gue harus bertahan, sampai ke ujung sana." Gumam Sinta yang sudah berkeringat.


Sinta melanjutkan perjalannya, hingga tiga per empat dari jembatan itu, dia melihat ada secercah harapan disana.


Sinta pun berlari untuk mempercepatnya sampai diujung jembatan itu, dia berusaha terus-menerus, walau dia terjatuh dan tersungkur berulang kali dia sangat tidak perduli.


Yang dia tau hanya satu, sampai di tujuannya.


Sinta berdiri lagi ketika dia terjatuh, bercak darah yang mulai mengering di lututnya basah kembali karena dia jatuh dan jatuh lagi.


Sinta semakin dekat dengan tujuannya, sekarang semakin jelas terlihat disana ada apa saja, Sinta semakin bersemangat untuk terus berlari menuju ujung jembatan itu.


Sedikit lagi, aku harus tetap maju," gumam Sinta.


Sinta yang hampir sampai keujung jembatan dihadang oleh seorang wanita, wanita itu datang dari belakang Sinta.


"Tunggu," ucap Wanita itu.


Sinta pun menghentikan langkahnya dan melihat siapa yang menghadangnya.


"Siapa loe?" tanya Sinta, yang samar melihat dalam kabut yang menyelimuti.


"Tak perlu tau siapa gue, tapi yang jelas hentikan perjalananmu dan kembali lah," ucap nya lagi.


Sinta yang terus melanjutkan perjalannya tanpa memperdulikan ucapan dari wanita itu.


Wanita itu menarik tangan Sinta hingga membuat Sinta terpental, Sinta yang tidak terima dengan hal itu lantas mendorong balik Wanita itu.


"Kurang ajar, apa mau loe?" tanya Sinta.


Berhentilah, sebelum menyesalinya," ujar Wanita itu.


Wajah wanita yang semakin terlihat jelas oleh Sinta, membuat nya semakin kesal dengan wanita asing ini.


Entah siapa dia yang tiba-tiba datang menghentikan perjalanan Sinta, apa niatnya sebenarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2