
Sinta semakin merasa jika pernikahan yang didambakannya bersama Erwin semakin tidak wajar, dia menjadi takut dan Enggan melihat Erwin yang semakin ganas padanya.
Sinta duduk di pinggir tempat tidur nya, sambil melihat Erwin yang tepar atas pertempuran yang mereka lakukan tadi malam di atas kasur ini.
Sinta semakin geli dan merasa jijik pada suaminya, padahal dulu dia selalu mengejar-ngejar Erwin untuk dinikahi nya.
Tetapi sekarang apa yang dia mau tidak menjadi kenyataan, dia merasa bersalah atas mengambil yang bukan miliknya.
"Maaf Kak Jihan, sekarang aku mendapatkan ganjarannya." gumam Sinta.
"Aku ingin pergi dari sini, sebelum aku pergi aku ingin membebaskan Erwin dari pengaruh guna-guna yang telah aku buat untuknya," gumam nya lagi.
Sinta yang merasa lelah, hingga memutuskan untuk pergi dari semua yang telah dia dapatkan, meminta maaf dengan sepenuh hati terhadap orang-orang yang telah
dirugikan nya.
"Aku harus menemui paman," gumam Sinta lagi.
beberapa hari kemudian Sinta yang telah membebaskan Erwin meminta Maaf untuk segala yang telah dia lakukan padanya.
Dan setelah itu dia menemui Kevin lalu membebaskan Kevin dari belenggu guna-gunanya dan mengembalikan semua hadiah yang telah di terimanya dari Kevin.
Kevin dan Erwin sudah terbebas dari belenggu guna-guna itu, sekarang Sinta hanya perlu menyendiri untuk sementara.
Dia merasa harus merenungkan semua yang telah terjadi setelah dirasa nya baik dia pun lantas pergi meninggalkan semua yang ada.
...****************...
Di sisi lain Erwin yang telah sadar dari pengaruh guna-guna dari Sinta, merasa bingung atas apa yang terjadi, dengan kondisi nya yang tidak mengenakkan sehelai benang pun.
Setelah dia kembali memakai bajunya, dia keluar dari rumah itu dan mencari taksi menuju kediamannya.
Sesampainya dirumah betapa terkejutnya Erwin mengetahui jika dia adalah suami dari Sinta, semua keluarganya mengatakan jika dirinya sendiri yang ingin untuk melakukan turun ranjang bersama Sinta.
Itu tidak mungkin buk!" tanya Erwin.
Erwin itu kamu sendiri yang menginginkan pernikahan ini," jelas ibunya.
"Betul Bang, Abang sendiri yang mau menikahinya, aku juga heran kenapa Abang bisa secepat ini bisa melupakan kak Jihan," Jelas Ani adik Erwin.
"Aku gak mungkin bisa melupakan Jihan secepat ini," ucap Erwin.
"Ini foto pernikahanmu," ucap ibunya sambil memperlihatkan album foto pernikahan Erwin.
"Kenapa bisa begitu ya," gumam Erwin.
__ADS_1
Erwin yang tidak mengingat apapun, semakin bingung, kenapa dia bisa menikahi Sinta tanpa dia sadari.
Erwin memutuskan untuk kembali kerumahnya Jihan untuk mencari tahu kebenarannya, dia merasa ada yang salah disini.
"Sudahlah jangan terlalu di fikirkan, sebaiknya kita makan sekarang, kamu terlihat kurun Erwin," ujar Ibunya.
"Ayuk Bang, makanan juga sudah siap," ajak adiknya.
Setelah makan malam, Erwin masuk kekamar disana pria berusia 35tahun ini melihat-lihat fotonya bersama Jihan dikala dulu.
"Jihan kenapa kamu pergi secepat ini," gumamnya.
"Aku semakin bingung, kenapa aku bisa menikah dengan Sinta, aku tidak mengingat segala yang terjadi," gumamnya sambil melihat fotonya bersama Jihan.
...****************...
Setelah Satu Minggu kemudian, Erwin kembali kerumah Jihan, dia ingin mencari sesuatu yang bisa dijadikan bukti agar dia bisa yakin pernikahan ini benar terjadi atau tidak.
Di dalam rumah Jihan yang sudah tidak tempati oleh siapapun, menjadi tidak terurus dan banyak debu disana.
Semua Aura yang ada di dalam rumah itu semakin menghilang dan hanya ada Aura gelap yang tertinggal.
Saat Erwin sedang melihat ke arah dapur, dia melihat ada paman Jhon disana, Erwin yang tidak tau kedatangan Jhon membuatnya terkejut saat melihat Jhon berada disana.
"Erwin, kamu sudah sadar," ucap paman.
"Sadar memang aku kenapa paman!" tanya Erwin lagi karena tidak mengerti.
Jhon yang merasa jika pengaruh guna-guna itu telah hilang merasa lega, tapi dia bingung kenapa Erwin bisa sadar dan dimana Sinta sekarang.
"Paman! apa paman tau sesuatu, kenapa paman mengatakan jika aku sudah sadar, apa yang terjadi paman," tanya Erwin.
"Ayok ikut Saya, saya akan kasih lihat kamu semuanya," ucap Jhon.
"Ada apa paman!" tanya Erwin yang semakin penasaran.
"Kamu mungkin tidak akan percaya, tapi semua di katakan oleh keluargamu tentang Kamu yang turun ranjang dengan Sinta itu benar Erwin," jelasnya.
"Apa paman," ujar Erwin yang kaget.
"Tapi itu tidak mungkin paman, kenapa kalian semua mengatakan itu." ucap Erwin.
"Benar Erwin, kamu diguna-guna, semacam di hipnotis gitu, tapi sekarang udah ga ada, saya juga gak tau kenapa," jelasnya.
"Guna-guna, santet maksudnya," tebak nya.
__ADS_1
"Iya! semacam itu," jelas Jhon lagi.
Tapi kenapa, kenapa ada orang yang tega pada saya," ucapnya yang tidak percaya.
Erwin, saya mau tanya apa kamu punya masalalu bersama Sinta!" tanya Jhon.
"Masa lalu, tidak paman," ucap nya.
"Kamu yakin!" tanya Jhon lagi.
"Sebenarnya, saya mengenal Sinta lebih dulu dari pada Jihan, Sinta pernah mengatakan isi hatinya pada saya, tapi saya menolaknya," jelas Erwin.
"Kamu yakin tidak punya hubungan apapun sebelumnya?" tanya Jhon sekali lagi.
"Saya tidak berhubungan dengan siapapun selain Jihan," jelasnya.
"Sekarang saya paham, kenapa Sinta melakukan itu pada kamu," ucapnya.
"Melakukan apa, saya tidak mengerti, kenapa kalian membuat saya bingung akhir-akhir ini," ucap Erwin yang marah karena seperti di permainkan
"Tenanglah Erwin, saya akan bantu kamu untuk mengetahui segalanya," ucap paman sambil menenangkan Erwin.
Erwin yang semakin mengamuk karena merasa dirinya telah di permainkan selama ini, dia sama sekali tidak menyukai Sinta, bagaimana mungkin dia menikahi nya, benak Erwin terguncang.
Jhon masih berusaha membuat Erwin untuk tenang, tetapi sungguh sulit baginya, diri Erwin yang sedang merasakan penghianatan begitu dalam dari keluarga yang dianggap nya berada di sampingnya, seakan tidak ada baginya sekarang.
"Tenang lah Erwin," ucap Jhon yang masih memegangi tubuh Erwin.
"Karena semakin sulit menenangkan Erwin, dia terpaksa membuat Erwin pingsan.
"Maaf Saya terpaksa melakukan ini," ucap Jhon yang meletakkan tubuh Erwin di kasur.
Jhon memeriksa tubuh dan batin Erwin, dia berusaha membersihkan kan pengaruh guna-guna yang dilakukan oleh Sinta.
Setelah beberapa jam, Jhon berhasil membersihkan tubuhnya Erwin dan sekarang dia hanya menunggu Erwin untuk sadarkan diri.
Jhon yang masih melakukan meditasi di samping Erwin yang pingsan, tidak sadar ketika Erwin bangun dari pingsannya.
"Erwin yang melihat itu semua, semakin tidak mengerti dan dia memutuskan untuk pergi dari sana sambil melihat tubuh Jhon bergetar karena meditasi nya.
"Aku harus pergi dari sini, disini sudah tidak wajar," ucap Erwin yang berusaha bangun dari tidur nya.
Erwin keluar dari rumah itu, dan dia ingin pergi menjauh dari sana, dia tidak ingin berurusan dengan mereka lagi yang sudah mengkhianati cintanya dengan Jihan.
Bersambung...
__ADS_1