Sengaja turun ranjang

Sengaja turun ranjang
Bab 4


__ADS_3

Sinta begitu marah kepada Romo dia sangat menghinanya saat itu, dengan mendatangkan begitu banyak arwah kerumahnya bukan solusi yang tepat bagi Sinta.


Dengan keangkuhan dan kesombongan nya Sinta menggertak dukun itu kembali, entah bagaimana caranya dia mau jika Jihan lenyap dari muka bumi ini.


Pria tua itu sangat sakit hati ketika Wanita jahat itu menghinanya, "dasar ******, kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan," gumam dukun tersebut di dalam hatinya.


Dukun itu sangat murka dan dia pun tidak ingin di perintah oleh Sinta lagi, walaupun telah di bayar cukup mahal oleh wanita itu, tetap saja jika harga dirinya telah terluka dia akan membalasnya.


Sinta pulang kerumahnya menemui suaminya, suami yang selalu ada di dalam genggamannya.


Erwin pria tangguh dan bertanggung jawab yang selalu mencintai Jihan, sekarang telah menjadi seperti boneka hidup bagi Sinta.


Yang hanya selalu menuruti perintah Sinta seorang, Sinta mengguna- guna nya supaya Erwin selalu menuruti kemauan nya.


Ya begitu licin dan jahat wanita itu, bahkan dia tak lebih dari wanita iblis, seorang adik yang tega melenyapkan kakak kandungnya sendiri.


Tapi ya ada pepatah mengatakan jika cinta di tolak maka dukun bertindak, mungkin itu saat ini yang sedang dilakukan oleh Sinta.


"Mas kita belanja yuk! udah lama loh kita ga pergi berdua," pinta Sinta kepada Erwin.


"Ayuk sayang," jawab Erwin.


Sinta dan Erwin pergi berbelanja ke kota membeli keperluan mereka setelah menikah.


Salah satu dari keluarga mereka mulai curiga dengan perubahan drastis yang di alami oleh Erwin, ketika rasa cinta nya begitu cepat berubah.


"Sepertinya ada yang tidak beres nih," ucap Jhon.


Jhon yang tak lain adalah Paman Sinta dan Jihan dari keluarga ibunya, Jhon memiliki mata batin yang terbuka yang tidak pernah dia ceritakan sama orang lain termasuk kakaknya sendiri Sekar.


Sejak usianya lima tahun Jhon telah bisa melihat hantu dan makhluk tak kasat mata lainnya.


Ada keturunan dari nenek moyang mereka yang belajar tentang ilmu spiritual, tetapi ilmu yang didapat malah membuat banyak mala petaka bagi keluarga dan lingkungan tetangga sekitar.


Akhirnya ilmu tersebut hilang dengan lenyapnya orang yang mempelajari ilmu itu.


Tetapi sebelum meninggal nenek buyut dari keluarga Jihan sempat mengucapkan jika ilmu ini akan turun dari salah satu keturunannya kelak.


Dan ilmu itu turun lah kepada Jhon adik Sekar hanya dia yang diturunkan ilmu itu, Jhon tidak pernah memberi tahu keluarga yang yang lain bahkan dia juga tidak ingin kakaknya tahu tentang itu.


Setelah mengetahui jika mata batinnya telah terbuka dari turunan nenek buyut nya, Jhon sama sekali tidak menolaknya, dia sangat percaya apa yang telah didapat maka akan ada guna nya suatu saat nanti.


Dan dia pun mempelajarinya hingga dia berusia dua puluh tiga tahun, ada syarat yang harus di patuhi ya, jika dia ingin semua berjalan dengan lancar maka dia tidak boleh menikah seumur hidupnya.

__ADS_1


Makanya adik dari Sekar ini selalu membujang walau usianya sudah hampir lima puluh tahun.


Jhon mencari tahu tentang kecurigaan terhadap Erwin, dia merasa ada yang aneh ketika dia melihat Erwin tadi.


Ditempat lain Sinta dan Erwin masih asik berbelanja, mereka pergi dari siang hingga hampir malam, Erwin meminta Sinta agar pulang lebih awal.


Itu membuat sita bingung, kenapa Erwin bisa meminta sesuatu, seharusnya Erwin sudah tidak bisa meminta dan merasakan hal yang lain selain dari perintah Sinta.


"Kamu mau pulang mas?" tanya Sinta heran.


"Ia aku ngantuk," jawabnya singkat.


"Ya udah yuk!" ucap Sinta mengiyakan.


Mereka pulang dan benar saja saat tiba di rumah Erwin langsung memasuki kamar dan tertidur lelap.


"Kenapa ya, kenapa mas Erwin bisa mengatakan itu," gumam Sinta dalam hatinya.


Sinta menemui Romo kembali dan mengatakan hal aneh yang terjadi pada Erwin.


"Maksud kamu saya yang sudah membuat Erwin begitu," ucap Romo yang kesal dengan tuduhan Sinta.


"Lah terus kenapa mas Erwin, bisa mengatakan ngantuk sebelum saya menyuruh tidur," ucap Sinta menjelaskan.


"Ya mana saya tau, saya sudah lakukan yang kamu perintah kan, saya juga sudah kasih segala keperluannya, ya... terus kan kamu yang melakukan selebihnya," jelas Romo menyangkal ucapan Sinta.


"Begini saja saya akan dulu nanti jika ada hasilnya saya akan hubungi kamu lagi," jelas Romo.


"Ok saya tunggu, tapi tolong tutup mulut tetangga usil yang ada didekat rumah, dan suruh pergi Semua hantu yang Romo datangin entah dari mana itu." jelas Sinta lagi.


Dengan diam Romo melakukan segalanya, walau dia masih sakit hati dengan ucapan Sinta, tapi dia akan tetap melakukannya karena Sinta telah membayarnya.


Dukun itu akan tetap melakukan perintah Sinta, tetapi di samping itu dia juga akan membalas Sinta karena sakit hatinya.


Jhon melihat Jika ada aura jahat yang mengelilingi Erwin, dia menutupi matanya dan perasaan Erwin. Sehingga ketika dia bersama Sinta Yang di rasakan ya adalah dia bersama Jihan.


"Tapi kenapa ada satu aura yang berbeda disini, ada dua aura yang mengelilingi Erwin," gumam Jhon.


Aura yang lain yang dilihat Jhon, aura yang berbeda dari yang satu nya, ketika aura yang satu nya sangat gelap, tetapi aura yang ini sangat tidak begitu jelas.


Jhon memperhatikannya lagi dengan memasuki alam bawah sadar nya lebih dalam lagi, sehingga dia menemukan sesuatu disana.


"Apa!" ucap Jhon terkaget dan sontak membuatnya tersadar dan membuka matanya.

__ADS_1


"Tidak mungkin, Jihan," ucap Jhon.


Jhon melihat Jihan mengikuti Erwin, dia" masih belum pergi," tapi kenapa? gumam nya sendiri.


Malam harinya Dukun itu mulai mengawasi Erwin kembali dan dia mengikuti instruksi dari Sinta yang menyuruhnya menutup mulu Para tetangga itu.


Keesokan harinya...


Sinta begitu senang Tetangga yang mengusiknya kemaren mendapatkan ganjarannya.


Dia merasa puas, ketika melihat Romo berhasil membalaskan sakit hatinya.


"Aduh kasian, kok bisa kayak gini buk," ucap Sinta yang berpura-pura bersedih.


Ada apa dengan kami kenapa wajah kami begitu banyak kudis yang sudah berbelatung seperti ini," tanya salah satu warga.


"Aduh pak sakit," ucap anaknya juga.


"Bapak-bapak dan ibu-ibu saya saranin jangan terlalu kepo dengan urusan orang lain,melepuh kan jadinya," jelas Sinta mengancam mereka.


"Jangan lupa di obati ya pak, buk, itu anaknya tolong di bawa ke dokter juga."


Dengan puas Sinta pergi dan meninggalkan semua dan melihat keadaan Erwin dirumah.


"Mas Erwin, kamu ngapain mas?" tanya Sinta yang melihat Erwin membuka lemarinya.


"Ga apa, aku ga ngapa-ngapain." ujar Sinta.


Sinta yang masih merasa Curiga terhadap Erwin, apakah Erwin benar-benar dalam pengaruhnya atau hanya mempermainkan nya saja.


...****************...


Sudah dua malam ini Jhon melakukan meditasi untuk mencari tau apa yang terjadi pada Erwin.


Dalam meditasi nya dia bertemu dengan Jihan keponakannya, dan melakukan percakapan dengan nya.


"Kenapa Jihan?" tanya Jhon.


"Hanya ingin melindungi Erwin," ucap Jihan dari alam lain.


"Paman kira kamu sudah tenang?" tanya nya lagi.


"Masih ada yang harus aku selesaikan," jawabnya.

__ADS_1


Saat menjawab itu Jihan pun pergi dan menghilang dari sana, dan Jhon pun menyelesaikan meditasi nya.


Bersambung...


__ADS_2