
"Oke... Aku minta maaf Ull sudah menyakiti kamu mengecewakan kamu, kamu maukan memaafkan aku?" tanya Axa dengan percaya diri.
"Gue sudah memaafkan loe dan gue harap loe jangan ganggu hidup gue lagi" jawab Uli.
Uli melangkah pergi dan diikuti kedua sahabatnya.
Axa hanya mematung ditempatnya setelah mendengar perkataan dari Uli.
....
Akhirnya Ryan dan Dani pun sepakat untuk membawa Uli kekontrakan Ryan.
Sesampainya mereka disana. "Duduk dulu, gue mau ngambil air dingin didapur" ucap Ryan seraya melangkahkan kakinya kedapur.
Kini diruang depan hanya ada Dani dan juga Uli, mereka saling tatap beberapa saat dan kembali fokus kepada layar handphone masing-masing.
*Uli cantik juga kalo dilihat-lihat* gumam Dani dalam hati.
"Ehemmmm... Ko malah diem-dieman sih" ucap Ryan
Ketika Ryan menaruh minuman dan beberapa cemilan. "Tipe cowok loe kaya gimana sih Ull?" tanya Dani dan langsung mendapat lirikan tajam dari Ryan.
"Apan sih loe Yan, gue kan cuma nanya Uli aja" ucap Dani seraya tersenyum.
"Ya aneh aja tiba-tiba nanya kaya gitu, kenapa loe mau ngenalin cowok sama Uli?" jawab Ryan sedikit menyembunyikan rasa curiga kepada Dani.
"Tipe cowo gue kaya elo" Ucap Uli seraya menatap Dani. Seketika membuat Ryan dan Dani saling bertikar pandang.
__ADS_1
Ryan terkekeh beberapa saat mendengar perkataan Uli.
"Loe bercanda ya Ull" tanya Dani dengan penuh rasa penasaran.
"Enggak, aku serius" jawab Uli seraya menggelangkan kepalanya.
"Cubit gue yan". "Aww.. Sakit Yan pelan-pelan kek" ucap Dani merintih
"Katanya cubit" Ryan terkekeh.
"Udah Ull jangan bikin anak orang kege'eran, kasian tuh mukanya udah ngarep" Ryan seraya terseyum menggoda Dani.
"Aku serius Yan, tipe cowok aku ada semua di di Dani" jawab Uli polos.
Dan lagi-lagi Uli membuat sahabat-sahabatnya terkejut dengan ekspresi yang berbeda-beda.
"Sudah-sudah jangan bahas lagi enggak penting. Gue mau pulang sudah malem juga, enggak enak sama teh Eti" ucap Uli yang memecahkan kehengingan diantara mereka.
"Mmm... Oke gue yang anter ya" ucap dani dengan cepat
Dan langsung mendapatkan anggukkan dari Uli.
"Cieee... Abis ini jadian nih kayanya" ledek Ryan seraya menenggol bahu Dani.
"Apaan sih loe, kita itu sahabat" jelas Dani dan mendapat raut kecewa diwajah Uli.
Mereka tidak sadar akan hal itu.
__ADS_1
"Ayo Ull gue antar pulang" seraya menarik tangan Uli.
Uli yang tersipu malu langsung menundukan kepala dan berjalan melangkah keluar.
"Hati-hati dijalan Dani jaga Uli yang bener" ledek Ryan kembali. Dan langsung mendapat lambaian tangan dari Uli.
Kedua sahabat itu pergi dari kontrakan Ryan. "Ull... Kamu laper lagi enggak? " tanya Dani seraya melajukan motornya.
*Ka..kamu. sejak kapan dia manggil aku kamu* gumam Uli dalam hati.
"Ull ko ditanya diem sih. kamu laper lagi enggak kita mampir makan dulu ya" tanya Dani kembali.
"Mmm... Boleh deh tadi makan diMall enggak kenyang" ucap Uli seraya terseyum penuh arti.
Uli yang merasa aneh dengan perasaannya hanya menundukan kepalanya dibalik bahu Dani.
"Kamu pegangan, nanti jatuh" ucap dani seraya mengambil tangan Uli dan kemudian melingkarkan tangan Uli ditubuhnya.
Sepanjang perjalanan Uli hanya tersenyum, Dani pun dapat melihat senyuman itu dari kaca spion yang membuat lekungan kecil dibibirnya.
Bersambung
Semoga sukak sama ceritanya, jangan lupa Like and Vote ya kakak
😁😁😁
👍👍👍
__ADS_1