SENIOR CINTAKU

SENIOR CINTAKU
Eps 3


__ADS_3

"Ya udah kamu kesini sore tapi ajak Fizia" jawab Uli tiba-tiba ide itu muncul dari pikirannya.


"Oke aku akan coba ajak dia" jawab Axa seraya mematikan telpon.


.....


Sore hari...


Sesuai dengan yang Uli sarankan pada Axa kekasihnya itu untuk main kerumah mengajak Fizia agar tidak di curigai oleh nenek dan kakeknya.


Ketika Uli sedang menyapu halaman ada suara motor yang berhenti ditepi jalan dan dua orang itu menghampiri Uli yang sedang asik menyapu.


"Assalamualaikum " sapa kedua orang tersebut kompak.


"Waalaikum salam" jawab Uli dan menengok kearah sumber suara.


Mata Uli membelalak seraya kaget atas kehadiran sahabatnya dan kekasihnya itu.


Kemudian Uli bergegas menaruh sapu yang dipegangnya yang memang kebetulan telah selesai.

__ADS_1


"Ayo duduk" Uli mempersilah kan Fizia dan Axa duduk dibangku luar yang berada di samping toko milik sang nenek.


"Sebentar gue ambilin minum dulu" kata Uli dan langsung mendapatkan anggukan dari kedua orang tersebut.


Tak lama Uli pun membawakan minuman dingin dan sedikit cemilan yang ia ambil di toko milik neneknya itu.


Kemudian datang kakek Uli yang baru saja pulang dari sawah, kemudian kedua orang itu langsung menyalami kakek Uli.


Tak terasa mereka asik mengobrol jam sudah meninjukan jam 17.00 Wib. Tanpa disadari tangan Axa menggenggam tangan Uli dengan erat dan mendapatkan lirikan dari nenek Uli yang kebetulan lewat.


Seketika Axa langsung melepaskan genggamannya dan tersenyum malu.


Mereka berpamitan kepada nenek Uli untuk pulang dan Uli mengantarkan kepergian sahabatnya dan kekasihnya itu sampai mereka menghilang dari pandangannya.


"Itu sahabatnya Uli nek" jawab Uli seraya menunduk.


"Sahabat ko pegangan tangan mesra banget " jawab nenek Rumi ketus.


Uli sudah tidak heran lagi dengan perlakuan sang nenek yang over protektif terhadapnya, itu ia lakukan karna ia tidak ingin jika cucu kesayangannya salah bergaul.

__ADS_1


Selepas kepulangan sahabatnya dan kekasihnya Uli bergegas membersihkan diri kekamar mandi.


Dengan perlahan Uli kembali mengemas pakaian yang hendak ia bawa esok kekota D, disela Uli packing, pikirannya melayang membayangkan bahwa dia akan meninggalkan orang-orang yang ia sayang tak terasa air bening itu menerobos turun kepipi munggilnya dan lalu dengan cepat ia menyekanya dengan kasar.


kemudian terdengar panggilan yang membuyarkan segala lamunannya.


"Uliii kamu udah siap untuk besok berangkat?" tanya sang kakek seraya duduk ditepi ranjang


"Udah siap cuma tinggal peralatan mandi doang belum masuk" jawab Uli sambil menutup tas ala orang kampung yang hendak pergi kekota.


"Ya sudah kamu besok mau naek mobil jam berapa?" tanya kakek


"Besok jam 9 dari sini keterminal kota dari terminal nanti cari yang jurusan kekota D" jawab Uli


"Kamu nanti disana jaga diri baik-baik jaga makan dan kamu harus ingat sama cita-cita kamu dan kami yang ada disini" kata sang Kakek seraya melangkahkan kakinya keluar kamar Uli.


Uli hanya menunduk setelah kepergian sang kakek yang sedari tadi Uli menahan tangis nya, tangis pun pecah seakan terasa sesak didadanya dan dia berjanji dia akan membanggakan nenek dan kakeknya. Tekatnya sudah bulat untuk mencari pekerjaan di kota D untuk melanjutkan pendidikannya dan semua ini ia lakukan demi membuat nenek kakeknya bangga.


Bersambung....

__ADS_1


Semoga suka sama jalan ceritanya dan jangan lupa vote ya kakak-kakak


😁😁😁


__ADS_2