
"Buat apa Aji disana, apa mereka memang sudah tinggal bareng ?". Tanya Uli.
"Enggak ko, Aji kaya gitu karna takut Wulan disamperin dan dianter-jemput sama Arman. Dan puncaknya sekarang Arman beneran datang ke kontrakan Wulan buat main". Papar Ryan dengan jelas.
"Terus enggak lama datang lah si Aji yang baru pulang kerja, Aji sama Arman berantem disitu dan menurut sepengakuan Aji si Wulan malah belain Arman". Jelas Ryan kembali.
.........
"Gini nih kalo pacaran sama sahabat sendiri jadi ribet, bingung kan kita mau belain yang mananya". Ucap Uli dengan nada kesal.
"Gue juga bingung, dan sekarang Wulan lagi nangis dikontrakkan gue.Loe bantu nenangin dia ya Ull" Ucap Ryan.
"Lagian juga gue lebih setuju kalau si Wulan sama Arman dari pada sama Aji". Celetuk Uli yang langsung menutup mulutnya.
*Aduh pake segala keceplosan lagi* gumam Uli dalam hati.
"Kenapa loe enggak setuju kalo Wulan sama Aji? ". Tanya Ryan.
"Sekarang gini deh, kita itu sudah tahu gimana baik dan buruknya di Aji dan kalo menurut gue Wulan lebih pantas sama Arman yang jelas-jelas penyabar, penyayang. Iya kan?! ". Ucap Uli kembali seraya menjelaskan.
__ADS_1
"Loe ada benarnya juga sih, Aji itu orangnya tempramen agak kasar". Jawab Ryan dengan nada yang semakin melemah.
"Iya benar si Aji kasar, kasar dalam omongan kalo lagi marah. Gue masih inget banget waktu dia marah sama mantannya yang kemarin, seremmmm". jelas Uli seraya mengingat-ingat sikap Aji yang terdahulu.
Ryan hanya terdiam mendengar penjelasan dari Uli pasalnya memang benar adanya semua yang dikatakan oleh Uli.
Sesampainya mereka di kontrakan Ryan, ia langsung membukakan pintu dan memasukan motornya ke dalam ruangan depan.
Uli pun langsung melangkahkan kakinya mendekat kearah kamar Ryan, ia melihat Wulan tengah tertidur pulas dengan mata yang bengkak dan sembab.
Setelah Uli menaruh barang-barangnya dikamar ia melangkahkan kakinya kembali keluar menemui Ryan yang tengah duduk dikursi ruangan depan.
"Wulan sudah tidur, gue jadi enggak ngantuk lagi". Jawab Uli yang mendudukan dirinya disamping Ryan dan menghadap kearah Ryan.
"Besok loe kuliah jam berapa, nanti loe ngantuk lagi pas belajar sudah tidur sana". kata Ryan yang menyuruh Uli untuk bergegas kembali tidur.
"Gue masuk jam 9 pagi, nanti kalo ngantuk-ngantuk banget gue minum kopi". Jawab Uli yang menyenderkan kepalanya pada bantalan kursi.
"Ya sudah nanti gue yang anter loe berangkat kuliah". kata Ryan.
__ADS_1
Uli hanya menganggukkan kepalanya. "Gimana kabar Dani, gue sudah lama enggak kontek-kontekan sama dia". Kata Uli seraya memainkan ponsel yang tengah digenggamnya.
"Alhamdulillah dia baik dan hubungannya sama Dian juga lancar-lancar saja sejauh ini". Jelas Ryan.
"Syukurlah kalo begitu". Jawab Uli seraya menyalakan layar ponselnya.
"Itu siapa Ull yang loe jadiin wallpaper handphone? ". Tanya Ryan setelah ia melihat layar ponsel Uli yang menyala.
"Oooh... Ini, ini kakak senior gue di kampus". Jawab Uli.
"Senior loe? Loe sudah jadian sama dia emangnya? ". Tanya Ryan kembali.
Uli menggelengkan kepalanya dengan lesu. "Iya dia senior gue. Belum, kaya nya gue suka sama dia dari sejak pertama kali ketemu". Jelas Uli.
Bersambung.....
Semoga sukak sama ceritanya dan jangan lupa Like ya kakak
😁😁😁
__ADS_1
👍👍👍