SENIOR CINTAKU

SENIOR CINTAKU
Eps 20


__ADS_3

Firma yang sudah mendengarkan nya ia langsung bersorak seraya bertepuk tangan.


"Kakak Soleh siniiiiiiiii". Terik Firma yang mengajak kakak seniornya itu bergabung didekat barisannya.


Tanpa diduga ia pun menghampiri barusan Firma dan Uli, kemudian ia berdiri didepan mereka berdua.


Uli yang tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya pun ia terus tersenyum seraya menatap punggung dari seniornya.


.....


Acara api unggun telah usai para mahasiswa dipersilahkan untuk beristirahat.


Meskipun Uli dan Soleh tidak banyak berkomunikasi saat acara api unggun tapi Uli cukup bahagia karna ia bisa dekat dengan pria yang mungkin telah mencuri hatinya. Terlebih lagi ia sudah mengetahui bahwa seniornya itu dari kelas reguler malam Jurusan Manajemen, mungkin bisa membuatnya semakin mudah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.


Uli memang masih bingung dengan apa yang ia rasakan terhadap seniornya itu, tetapi ntah mengapa ia merasa sangat bahagia seakan ia telah melupakan segala lukanya yang telah Axa torehkan.


Beberapa hari kemudian...


Perkuliahan berjalan seperti biasa, Uli kuliah dipagi hari dan siangnya ia bekerja di departement store. Rutinitas itu yang selalu Uli lakukan dari Senin-kamis karna menang jadwal ia berkuliah hanya dari hari senin-kamis saja.


Hari ini adalah hari kamis di penghujung bulan Oktober. Uli sudah berada dikelas, tapi nampaknya kelas masih sangat sepi baru beberapa orang saja yang datang.

__ADS_1


Uli hanya terdiam ditempat duduk seraya memainkan bolpen dijari jemarinya. ia terlihat bingung memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kontak telepon dari seniornya itu, pasalnya ia tidak memiliki teman yang seangkatan dikelas reguler malam.


*Apa gue pindah kekelas malam aja kali yah* gumam Uli dalam hati dan ia pun langsung menggelengkan kepalanya.


*Eeh... enggak mungkin enggak mungkin* gumamnya lagi seraya terus berpikir.


"Heh... Ngelamun saja". Ucap Novia teman satu kelas Uli seraya mendudukan dirinya disamping Uli.


"Tumben loe sudah datang kak". ucapnya kembali, Novia memang memanggil Uli dengan sebutan kakak pasalnya memang umur Uli lebih tua dua tahun dibandingkan dengan dirinya.


"Iya tadi jalanan enggak macet jadi sampe kampus cepet" jawab Uli.


"loe udah sarapan belum kak". tanya Novia kembali.


"Sarapan dikantin yuk kak, Sari, Indah sama Dyan sudah ada dikantin lagi pada sarapan" Ajak Novia seraya menarik lengan Uli.


"Tunggu dulu Via gue mau ngambil dompet" jawab Uli seraya merogoh dompetnya didalam tas.


Mereka berdua melangkahkan kakinya keluar dari kelas dan turun dari lantai dua menuju kantin yang letaknya berada dibasement.


Benar apa yang dibilang oleh Novia teman-temannya sudah berada dikantin dan ada juga beberapa teman pria mereka.

__ADS_1


"Uli... sini". teriak Wahyu yang memanggil Uli dengan suara yang keras.


Uli hanya tersenyum dan terus melangkah menghampiri mereka semua.


Belum juga Uli mendudukan dirinya. "Mau makan apa Ull biar gue pesenin" Ucap Wahyu kembali yang terdengar sangat antusias.


"Gue mau makan bubur ya wahyu" jawab Novia terkekeh.


"Bukan ke loe Via" sorak Wahyu dan semua yang ada disana tertawa.


"Gue juga sama bubur Saja" jawab Uli disela-sela mereka tertawa.


Jam pulang pun telah tiba mereka semua langsung berhamburan keluar kelas, tapi tidak dengan Uli dengan malas ia memasukan semua perlengkapan alat tulisnya kedalam tas. Sudah lima hari setelah kejadian di api unggun itu ia masih saja belum bisa mendapatkan kontak dari kakak seniornya itu.


Pikirannya selalu melayang memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan informasi mengenai pria yang telah membuat harinya merasa berbeda dengan hanya melihatnya saja.


Bersambung...


Terimakasih sudah membaca dan semoga sukak dengan ceritanya, jangan lupa Likenya.


😁😁😁

__ADS_1


👍👍👍


__ADS_2