SENIOR CINTAKU

SENIOR CINTAKU
Eps 39


__ADS_3

"Itu pegawai yang lagi beresin meja". Jawab Uli.


"Terus kenapa kamu kenal?, apa itu temen kamu?". Ujar Soleh seraya menatap ke arah pria yang di maksud kekasihnya.


"Iya itu, dia mantan aku aduh kenapa harus ketemu disaat kaya gini sih". Jawab Uli seraya terus memperhatikan pria itu.


.....


Soleh langsung tersenyum.


"Mas mas". Ucap Soleh seraya melambaikan tangan.


Uli menatap tajam kekasihnya.


"Ngapain sih". Umat Uli.


Uli merasa sangat kesal dengan apa yang kekasihnya perbuat.


Pria itu pun menghampiri meja Uli dan juga Soleh, tetapi Uli masih saja menunjukkan kepalanya.


"Mass, mas kenal enggak sama pacar saya?". Ucap Soleh seraya menunjuk ke arah Uli.


Uli pun mengangkat kepalanya kemudian tersenyum sinis.


Ekspresi wajah dari pria itu pun terlihat sekali kalau dia terkejut dengan apa yang sudah dia lihat.

__ADS_1


"Uuuuli...". Ucap pria itu.


Uli hanya terdiam tak bergeming ia hanya memasang raut muka marah.


"Disapa tuh". Ucap Soleh yang membuat Uli marah.


*Apa coba maksudnya om-om ini pake segala ngomong begitu*. Umpat Uli dalam hati kepada kekasihnya.


Soleh yang melihat ekspresi wajah kekasihnya yang masam ia pun tersenyum dengan mimik muka meledek.


"Maaf mas gak jadi ya, maaf kayanya pacar saya gak kenal sama mas nya deh". Ucap Soleh kepada pelayan restoran cepat saji itu yang tak lain adalah Axa.


Raut wajah Uli pun berubah setelah ia mendengar ucapan dari kekasihnya itu.


Ia merasa puas atas ucapan yang kekasihnya ucapkan kepada Axa.


"Apa-apaan sih kamu segala manggil orang itu, ihhhh...". Ucap Uli dengan ketus.


"Hahaha...hahaha...". Soleh tertawa mendengar ucapan Uli yang menurutnya lucu.


"Aku sengaja manggil dia pengen tau aja gimana reaksi kamu, dan ternyata reaksi km sebegitu nya dan kamu enggak usah jelasin apapun sama aku, dari reaksi kamu dan tatapan kamu aja aku udah tau bagaimana dia dulu menyakiti atau bahkan mungkin mengecewakan kamu". Sambung Soleh seraya memperjelas semuanya.


Uli yang mendengar ucapan Soleh ia merasa lega karna ia benar-benar tidak usah susah payah menceritakan apapun tentang laki-laki yang ia sangat benci.


Uli hanya tersenyum manis di depan kekasihnya seraya menyodorkan tangannya dan kemudian menggenggam tangan kekasihnya.

__ADS_1


*Terimakasih telah hadir di waktu yang tepat dan terimakasih kamu sudah menjadi obat dari segala obat yang paling mujarab*. Gumam Uli dalam hati seraya terus menggenggam tangan dari kekasihnya itu.


Soleh pun membalas genggaman Uli seraya tersenyum.


Setelah mereka menyelesaikan makanannya kini mereka pun pergi menuju super market yang berada di mall tersebut.


"Kita mau beli apa kak?". Tanya Uli seraya melihat-lihat jajaran makanan ringan.


"Kebutuhan bulanan kamu, cemilan juga boleh". Jawab Soleh seraya memegang keranjang yang telah ia ambil.


"Tapi ini bukan waktunya belanja bulanan kak". Ucap Uli yang sedang melihat-lihat makanan ringan yang sedang diskon.


"Udah beli sekarang aja, aku yang bayar biar nanti kamu enggak usah belanja lagi". Jawab Soleh seraya memasukkan beberapa makanan ringan.


Uli tersenyum dengan penuh arti.


"Kenapa ko senyum nya kaya gitu?". Tanya Soleh yang merasa heran dengan senyuman yang Uli berikan kepadanya.


Uli menggelengkan kepalanya dengan perlahan dan hanya tersenyum.


*Ya Allah ternyata engkau juga menciptakan pria sebaik dan sepengertian ini*. Gumam Uli dalam hati.


Bersambung...


Semoga sukak dan jangan lupa like.

__ADS_1


😁😁😁


__ADS_2