
"Lah elu beneran jadi kekota D Ul? tanya Asep. Asep memang sudah tau mengebai rencana kepergian Uli dari Kekasihnya Fizi.
"Jadi sep" jawab Uli singkat
"Lu disana mau ngelamar kerja dimana emang? " tanya Asep penasaran
"Belum tau sih, yang pasti gue mau nyari kerja buat ngelanjutin kekuliah" Jawab Uli
"Yakin udah dipikirin mateng-mateng, lu bakal ninggalin Axa dong" tanya Asep kembali dan membuat Fizia mencubit pinggang Asep mengisyaratkan bahwa jangan terlalu ikut campur dengan kehidupan sahabatnya itu.
"Ini emang mau gue nerusin kuliah dan orang tua gue ngasih pilihan tetep ngelanjutin kuliah tapi pake uang sendiri atau nikah, ya jelas gue milih kuliah pake uang sendiri dari pada nikah karna perjodohan" jawab Uli
Dan jawaban itu membuat Fizia kaget, pasalnya sahabatnya itu orang yang bener-bener tertutup dan baru saja dia mendengar bahwa sahabatnya jujur didepan teman-temannya yang lain.
Ijon Irin dan Asep yang kaget dengan perkataan Uli hanya bisa terdiam dan saling memandang satu sama lain. Ada rasa kasian dari mereka terhadap Uli tapi mereka hanya bisa menyemangati temannya itu.
"Ya udah besok malem aku kerumah kamu ya" ucap Axa kepada kekasihnya itu.
"Untuk apa? " tanya Uli
"Ya perpisahan lah Ull, kan elu mau pergi kekota D dan gak tau kapan elu bakal balik laginya kan" jawab Irin membela Axa.
__ADS_1
"Iya bener kata Irin, boleh kan? " tanya Axa
"Liat nanti deh" jawab Uli.
Uli memang sering melarang kekasihnya untuk berkunjung kerumah karna keluarga nya begitu tegas dalam hal pasangan dan apa lagi Uli masih bersekolah.
"Ya udah kalo gak bisa kerumah, besok kamu maen aja kerumah Fizia, gimana? " tanya Axa kembali
"Liat sikon ya takutnya besok aku sibuk bantuin nenek sama kakek" jawab uli.
Uli memang sejak kecil tinggal bersama kakek neneknya, karna memang orang tua Uli sudah berpisah sejak Uli kelas 3 SD. Walaupun kedua orang tuanya berpisah disaat Uli SD kelas 3 tapi sejak usia Uli 5tahun ibunya menjadi TKW diNegara M yang mengharuskan Uli tinggal dirumah sang nenek dan kakek. Sedangkan ayahnya Uli tetap tinggal dirumah Ibunya Uli.
Hingga Uli memasuki Sekolah Menengah Pertama baru Uli merasakan kerinduan akan kasih sayang orang tua setiap dia melihat anak-anak lain bercanda dengan kedua orang tuanya ada rasa iri di hati Uli, tapi karna perpisahan itu pula membuat Uli menjadi seorang gadis yang berambisi terutama mengenai pendidikan.
.....
Keesokan paginya hari begitu cerah, seperti biasa Uli bangun jam 6 pagi cuci muka dan gosok gigi.
Karna setiap jam segini kakek dan neneknya baru saja pulang dari pasar karna memang mereka membuka toko kelontong kecil-kecilan didesa tempatnya tinggal. Dan biasanya Uli membantu merapihkan belanjaan dan menatanya disetiap waktu libur sekolah, apa lagi sekarang Uli sudah lulus Sekolah Menengah Kejuruan.
Selesai membantu neneknya merapihkan belanjaan Uli memakan sarapan yang dibelikan oleh neneknya dipasar. Selepas Uli sarapan dia langsung membersihkan rumah untuk meringankan pekerjaan sang nenek.
__ADS_1
Uli memang tidak terbiasa mandi pagi dia selalu mandi jam 10.00wib kalau dia tidak ada kegiatan sekolah dan dia selalu berada dirumah jika keluar rumah pun pasti karna atas perintah nenek ataupun kakeknya yang menyuruhnya membeli keperluan toko jika masih ada yang kurang.
Hari sudah siang tapi Uli enggan sekali pergi dari rumah, tapi mengingat ucapan Axa kemarin yang menyuruhnya untuk main kerumah Fizia dan memang kebetulan rumah Fizia dan Axa berdekatan.
Uli mengambil ponselnya untuk menghubungi Axa.
"Halo... Yang aku enggak bisa keluar rumah aku sibuk harus bantuin nenek jualan" ucap Uli melalui sambungan telepon.
"Terus kapan kita ketemu kan besok kamu udah pergi ke kota D" jawab Axa
Pikiran Uli melayang seraya memikirkan bagaimana cara dia bisa bertemu dengan kekasihnya itu...
"Ya udah kamu kesini sore tapi ajak Fizia" jawab Uli tiba-tiba ide itu muncul dari pikirannya.
"Oke aku coba ajak dia" jawab Axa seraya mematikan telpon.
Bersambung....
Semoga suka sama jalan ceritanya jangan lupa vote ya
😁😁😁
__ADS_1