SENIOR CINTAKU

SENIOR CINTAKU
Eps 22


__ADS_3

"Seneng?... Seneng kenapa? Loe sudah gajian? Cerita dong". Tanya Firma


Uli menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya. "Bukan soal gajian ini lebih penting dari pada gajian. Gue sudah punya kontaknya kak Soleh dong". Jawab Uli seraya tersenyim kegirangan.


Firma yang mendengarnya membukatkan kedua bola matanya seakan tak percaya.


"Ko bisa dapat dari mana?". Tanya Firma


"Ada deh, nanti juga loe tau kok". Jawab Uli seraya meledek Firma.


....


Sepulang dari bekerja Uli dijemput oleh Ryan.


"Uli" Panggil Ryan yang tengah berada di atas sepeda motornya. Uli tersenyum seraya mendekat pada sahabatnya.


"Loe sudah lama nunggunya?". Tanya Uli


Ryan menggengkan kepala. "Enggak kok, ya paling sekitar lima sampai sepuluh menitan lah". Jawab Ryan.


"Ada apaan ko tiba-tiba loe jemput gue". Tanya Uli kembali.


"Nanti gue jelasin kalo kita sudah sampai ditempatnya ya". Jawab Ryan seraya memakaikan helm.


Uli mengerutkan kedua alisnya. "Kita mau kemana emang?". Tanya Uli.


Ryan hanya terdiam seraya terus melajukan sepeda motornya.


"Lah ko kesini, ini kontrakan siapa Yan" Tanya Uli heran setelah mereka sampai ditempat yang Ryan maksud.


"Ini kontrakan Wulan". Jawab Ryan.


Uli melirik Ryan heran. "Wulan? sejak kapan dia ngontrak?". Tanya Uli yang sangat heran

__ADS_1


Tanpa menjawab Ryan terus melangkahkan kakinya mendekati kontrakan Wulan seraya menggandeng tangan Uli.


Tok.. Tok.. Tok..


Tidak butuh lama pintu pun dibuka. "Hai... Ayo masuk" Ucap Wulan setelah membuka kan pintu.


Uli melangkahkan kaki memasuki ruangan depan. "Wulan kok lu enggak bilang kalo pindah". Tanya Uli.


Tanpa menjawab dari pertanyaan Uli, Wulan hanya tersenyum.


"Duduk dulu, gue ambilin minum dulu ya". kata Wulan.


Uli pun mengikuti apa yang dikatakan sahabatnya itu, ia mendudukkan dirinya tepat disamping Ryan.


"Ini minum dulu". Kata Wulan seraya menyodorkan air minum dihadapan mereka berdua.


"Jadi kenapa loe pindah kesini". Tanya Uli


Wulan tersenyum. "Gue pindah karna pacar gue Ull". Jawab Wulan.


"Bukan Uli, tapi Aji". Jawab Ryan yang membuat Uli terkejut dan langsung merubah posisi duduknya menyamping menghadap Ryan.


"Iya Aji, Aji sahabat kita". Sambung Ryan kembali.


Uli yang hanya terperangah mendengar apa yang dikatakan oleh Ryan.


"Ceritanya panjang Ull". Sahut Wulan kembali.


Uli menggelengkan kepalanya. "Ko bisa, loe sama Arman Sudah putus? kenapa? ". Tanya Uli syok pasalnya hubungan Wulan dan Arman sudah melangkah ke jenjang yang lebih serius.


...°°°Flashback On°°°...


Wulan yang sering menolak dijemput Arman karna beralasan bahwa ia membawa kendaraan sendiri ketempat kerjanya.

__ADS_1


Pada awalnya Arman percaya-percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu. Hal itu membuat Arman dan Wulan jarang sekali bertemu bahkan disaat Wulan libur kerja pun ia selalu beralasan berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.


Sampai pada akhir Wulan memutuskan untuk pindah dari kosan ke kontrakan yang disewanya.


Wulan yang beralasan bahwa nanti jika mereka setelah menikah, Arman bisa langsung menempatinya bersama tanpa harus susah-susah lagi mencari kontrakan.


Arman yang sangat percaya pada Wulan pun mengiyakan semua perkataan Wulan.


Sampai pada puncaknya Arman berniat menjemput Wulan ditempat kerja tanpa memberitahu Wulan sebelumnya.


Arman pun melihat kekasihnya dijemput oleh Aji, awalnya semua tampak normal sampai mereka melajukan motornya Wulan tampak mesra dengan Aji diatas sepeda motor.


Hal tersebut membuat Arman berniat mengikuti kekasihnya. Arman sempat berpikir mungkin ia hanya berprasangka buruk terhadap kekasihnya.


Sepeda motor Aji diparkiran didepan kontrakan yang disewa Wulan dan pintu pun dibiarkan terbuka lebar-lebar, Arman hanya memantau dari kejauhan ia menunggu Aji keluar dari kontrakan kekasihnya itu. Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit dan tiga puluh menit berlalu tetapi Aji tak kunjung keluar dari kontrakan Wulan.


Akhirnya Arman memberanikan diri mendekati kontrakan kekasihnya itu, baru saja ia memasukan sebagian badannya kedalam pintu, matanya membelalak melihat kekasihnya tengah berciuman dengan begitu mesra dan sangat liar.


Arman yang merasakan sesak didadanya melangkah mundur dan terus melihat apa yang tengah diperbuat oleh kekasihnya itu.


Dengan begitu cepat tangan Aji menurunkan Baju model sabrina yang dikenakan Wulan dan membuat gundukan kenyal itu terekspos. Dan dengan liarnya Aji meremas tanpa melepaskan ciumannya.


Ketika Wulan hendak menenggelamkan wajah Aji ke kedua gundukannya, matanya terbuka dan ia melihat Arman berada dihadapannya.


Wulan dengan refleks mendorong Aji kuat-kuat.


...°°°****Flashback Off°°°...


Bersambung....


Semiga sukak dan jangan lupa Like ya kakak


😁😁😁

__ADS_1


👍👍👍


__ADS_2