
“Kita makan duluan yuk Ull, salaman dulu tapi ya sama pengantinnya sampai lupa belum salaman gara-gara Sapta, Agus, Tuti sama Icha”. Ajak Soleh kepada Uli seraya berjalan menuju pelaminan dan dikuti pula oleh Yanto.
Setelah berjabat tangan dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, mereka berbaris menganti mengambil makanan.
Disela mereka makan Yanto pun meluncurkan beberapa pertanyaan terhadap Soleh mengenai Uli, dan hanya dijawab oleh Soleh singkat.
Setelah mereka selesai menyantap makanan Sapta, Agus, dan Tuti pun datang.
.....
“Telat loe kita udah mau pada langsung pulang nih”. Ucap Soleh
“Tungguin kita dong”. Jawab Tuti.
“Yah kita mau pulang, kasian anak orang takut dicariin”. Jawab Soleh
“Kenalin dulu kek maen mau pergi saja”. Jawab Sapta.
“Ini namanya Uli, dia junior gue di kampus”. Jelas Soleh kembali.
Dan Uli hanya menganggukkan kepala seraya tersenyum ketika seniornya itu memperkenalkan dirinya kepada teman-temannya.
“Ooh jadi dia adik kelas loe di kampus, eh Uli kapan-kapan kita hangout bareng ya”. Ucap Agus.
__ADS_1
Uli tak menjawab dia hanya tersenyum, Uli akan jadi sangat pendiam jika bertemu dengan orang yang baru saja ia kenal, tetapi sebaliknya kalau dengan orang yang sudah ia kenal ia akan terlihat cerewet.
Setelah mereka berbincang-bincang singkat Uli dan Soleh pun pergi meninggalkan acara resepsi pernikahan temannya itu.
Setelah berkutit melewati jalanan yang cukup lengang akhirnya mereka pun sampai didepan sebuah rumah kosan yang lumayan besar dan nampak nyaman.
“Masuk dulu kak sebentar”. Ajak Uli seraya membukakan pintu gerbang.
Tanpa menjawab Soleh pun turun dari sepeda motornya dan mengikuti langkah Uli.
Uli mendudukkan dirinya di kursi teras yang disediakan oleh pemilik kosan dan diikuti pula oleh seniornya itu.
“Mau minum apa kak”. Ucap Uli basa-basi.
“Aku mau ngomong, aku enggak tau ini waktu yang tepat atau bukan, tapi aku harus ngomongin ini sama kamu, kamu mau enggak jadi pacar aku?.” Ucap Soleh.
“Aku sayang sama kamu Ull, mungkin ini terlalu cepat untuk aku mengutarakan semua ini". Lanjutnya.
Uli yang terkejut mendengarnya ia terdiam beberapa saat.
"Gimana Ull?". Ucap kembali Soleh seraya menatap wajah Uli dengan penuh harap.
"Jujur kak aku kaget banget kamu ngomong kaya gini, dan aku juga bingung harus jawab apa". Jawab Uli yang merasa canggung.
__ADS_1
"Apa kamu butuh waktu buat jawabnya?". Tanya Soleh dengan mata yang penuh harap.
Dalam lubuk hatinya yang terdalam memang ini yang ia harapkan, tetapi sebagai wanita ia malu jika ia langsung menjawab Iya atau mau.
Uli takut kalau nanti seniornya akan menganggap Uli sebagai cewek gampangan.
"Mmmm... Gimana ya kak, jujur sebenarnya aku juga ada perasaan yang sama kaya kakak, tapi apa ini enggak terlalu cepat ya untuk kita memulai suatu hubungan?". Jawab Uli penuh keragu-raguan.
"Enggak kok untuk memulai suatu hubungan, jadi kita pacaran nih". Jawab Soleh dengan senyuman yang berseri-seri.
Uli tidak menjawab ia hanya mengangguk dan tersenyum pada seniornya yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya beberapa detik yang lalu.
Soleh pun langsung berpamitan kepada Uli.
"Aku pulang dulu ya, enggak enak udah malem kalo lama-lama". Ucap Soleh.
"Ya sudah kak, hati-hati di jalan ya kak". Jawab Uli seraya mengantarkan kepergian kekasihnya itu.
Hingga sepeda motor yang dikendarai oleh kekasihnya itu menjauh.
Bersambung.
Semoga sukak sama ceritanya jangan lupa Like ya.
__ADS_1
👍🏻👍🏻👍🏻