
Dengan begitu cepat tangan Aji menurunkan Baju model sabrina yang dikenakan Wulan dan membuat gundukan kenyal itu terekspos. Dan dengan liarnya Aji meremas tanpa melepaskan ciumannya.
Ketika Wulan hendak menenggelamkan wajah Aji ke kedua gundukannya, matanya terbuka dan ia melihat Arman berada dihadapannya.
Wulan dengan refleks mendorong Aji kuat-kuat.
...°°°Flashback Off°°°...
.........
Setelah Wulan menceritakan semuanya kepada Uli, ia sangat terkejut dengan apa yang sahabatnya perbuat, tetapi Uli tidak bisa menyalahkan mereka karna mungkin ini adalah takdir Tuhan untuk mereka.
...°°{ Tuhan itu adil......
...Mempertemukan kita membuat kita jatuh cinta, hanyut di dalamnya......
...Kemudian mematahkan nya :'( }°°...
~°°Kharikha°°~
Yang bisa Uli lakukan sekarang hanya mendukung semua keputusan sahabatnya.
" Yan loe sudah tau ini". Tanya Uli yang sudah berada diatas motor.
Ryan sedikit menengok kebelakang. "Iya sudah, Aji yang cerita semuanya dari sebelum mereka kepergok". Ucap Ryan.
"Kok loe gak cerita-cerita sama gue sih" kata Uli seraya memukul pundak Ryan.
Ryan meringis kesakitan. "Tapi sekarang loe sudah tau kan". Jawab Ryan.
__ADS_1
Uli yang hanya mengangguk sedangkan pikirannya melayang kemana-mana.
sesekali ia melihat whatsapp dan belum juga ada balasan dari kakak seniornya itu.
Muka Uli terlihat kesal dan sesekali Ryan melihatnya dari kaca spion.
"Ada apa sih kok loe kaya kesel gitu". Kata Ryan seraya menatap kearah kaca spion.
"Enggak apa-apa ". Jawab Uli singkat.
Setelah sampai Uli langsung bergegas membersihkan diri. "Ko loe pulangnya malam, bukannya loe masuk pagi ya". Tanya Eti.
"Iya teh masuk pagi, tapi tadi ada urusan sama temen Uul". Jawab Uli.
Eti pun hanya tersenyum. "Oooh iya, gue mau bilang kalo bulan depan gue mau pindah ngekost dideket kampus". Ucap Eti.
"Enggak Ull, gue kalo dari sini kejauhan banget. Loe tau sendiri kan kadang gue balik sampe malem banget, jadi gue sudah mutusin buat nyari kosan yang jarak nya lebih deket dari kampus". Jelas Eti.
"Bulan besok banget teh? yahhhh Uli enggak ada temennya lagi dong". Jawab Uli seraya tertunduk lesu.
"Iya bulan depan, tadinya mau minggu depan tapi gue kasian sama loe jadi bulan depan aja deh". Jawab Eti seraya terkekeh.
*Dering suara handphone terdengar*
"Tuh handphone loe bunyi". Ucap Eti.
Uli yang menyadari bahwa itu adalah nada pesan dari handphone nya pun langsung mengambilnya.
Senyumnya makin merekah ketika ia mengetahui pesan itu dari Soleh kakak seniornya.
__ADS_1
...~° Pesan Whatsapp °~...
~°Mmmm... Sorry nih Uli yang mana ya?°~ Tanya Soleh.
Uli menghelakan nafasnya dan mulai mengetik pesan.
~°Uli yang waktu di api unggun yang berdiri bareng-bareng sama kakak, yang pakai jaket merah. Inget enggak kakak?°~. Balas Uli.
~°Ooooh iya ya inget, yang sama-sama Firma kan°~. Balas Soleh dengan cepat.
~°Iya kakak bener 😁, kakak lagi ngapain? °~. Tanya Uli kembali.
~°Baru balik kerja dan baru banget sampe rumah°~ Jelas Soleh.
~°Ya sudah kakak bersih-bersih dulu dan jangan lupa solat ya kak°~ Balas Uli seraya tersenyum.
*Ya ampun kenapa gue bisa seseneng ini* gumam Uli dalam hati.
Disisi lain Soleh berusaha mengingat-ingat Uli tetapi ia tidak sedikit pun mengingat wajah Uli.
*Uli... Uliiii yang mana ya* gumam nya dalam hati seraya meletakkan handphone nya di atas tempat tidur dan bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Bersambung...
Semoga sukak sama ceritanya, jangan lupa Like ya kakak
😁😁😁
👍👍👍
__ADS_1