
Dani sudah tiba di lobi Mall, dengan santai ia menaiki beberapa eskalator menuju bioskop.
Sesampainya ia dipintu bioskop senyuman dibibirnya terukir ketika ia melihat Uli ya tengah duduk disamping Wulan.
....
Senyuman yang terpancar dari raut wajah Dani membuat semua para sahabatnya beranjak dari tempat duduk mereka seraya menyambut kedatangannya.
Uli yang diam-diam memperhatikan penampilan Dani, ia memang kagum dengan penampilan Dani yang terlihat lebih tampan.
Kini mereka telah memilih film yang akan mereka tonton.
Pintu teater pun sudah dibuka mereka berlima mengatur tempat duduknya.
Disamping kanan Uli ada Ryan sedangkan samping kiri Uli ada Dani.
Uli yang lebih sering memalingkan wajahnya kearah Ryan dibandingkan kearah Dani, pasalnya ia memang merasa canggung dan ntah mengapa jantung Uli berdebar ketika tatapan mereka saling beradu.
Film sudah mulai diputar Dani yang tiba-tiba saja menggenggam tangan Uli, karna memang jelas terlihat kalau Uli kedinginan dan hal itu yang membuat Dani meraih tangannya.
Sepontan Uli melirik kearah Dani, dan ia hanya mendapatkan senyuman manis dari Dani, Uli pun tersenyum tanpa melepaskan genggaman tangan Dani.
__ADS_1
Uli yang merasa mulai pegal kemudian ia menyenderkan kepalanya di bahu Ryan, tapi dengan cepat Dani meraih kepala Uli untuk menyandarkan dibahunya.
Uli tidak melawan seolah pasrah dengan apa yang dilakukan Dani. Ryan yang melihatnya pun hanya tersenyum kepada dua sahabatnya itu.
Kejadian itu pun cukup lama sampai film yang mereka tonton habis.
....
Beberapa bulan kemudian...
Dani memang mempunyai banyak teman dekat wanita, hal itu yang membuat Aji dan Wulan tidak setuju kalau diantara mereka menjalin hubungan.
Uli tidak pernah menolak ketika ia dikenalkan oleh sahabat. Tapi Uli juga tidak pernah meneruskan perjodohan dari mereka.
Uli hanya sekedar bertemu kemudian Uli menjauh dari para pria yang dikenalkan kepadanya. Bukan karna Uli belum bisa move on tapi karna memang ada hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan.
Uli memang tidak ingin memikirkan masalah percintaan, karna selain ia disibukan dengan pekerjaannya ia pun disibukan untuk mencari-cari kampus yang sesuai dengan keinginannya
Karna memang tujuan utama Uli merantau yaitu melanjutkan sekolahnya keperguruan tinggi.
Uli juga beberapa kali mengajak teman kerjanya agar melanjutkan kuliah. Dan ada beberapa senior Uli ditempat kerja yang tengah berkuliah. Hal itu yang membuat Uli semakin bersemangat untuk melanjutkan mimpinya.
__ADS_1
Keputusan untuk Uli melanjutkan pendidikannya sudah bulat dan pada akhirnya ia memilih perguruan tinggi yang sama dengan para seniornya ditempat kerja.
Uli memilih fakultas ekonomi sesuai dengan apa yang ia bisa dan kuasai semasa Sekolah Menengah Kejuruan yaitu jurusan Akuntansi.
Ia mendaftar dengan kedua temannya yaitu Firma dan Maya tetapi mereka memilih jurusan Manajemen, yang sudah pasti mereka tidak akan satu kelas.
Proses pendaftaran pun sudah ia lakukan tinggal menunggu jadwal masuk kuliah yang akan dimulai dua minggu lagi dan pihak kampus akan mengadakan Makrab (Malam Keakraban) tapi untuk info lebih lanjutnya masih menunggu kabar selanjutnya.
Rasa antusias yang Uli rasakan jelas terlihat sekali, sampai-sampai ia sering sekali tidak ikut serta berkumpul dengan para sahabatnya dan untungnya mereka mau mengerti.
Semenjak Uli disibukan dengan urusan persiapan kuliahnya ia jarang sekali berkomunikasi dengan Dani. Dan ntah mengapa baik Dani maupun Uli mereka saling menjauh.
Bersambung
Mau tau kelanjutannya, tunggu terus episode selanjutnya....
Semoga sukak sama ceritanya, jangan lupa Like ya kakak
😁😁😁
👍👍👍
__ADS_1