SENIOR CINTAKU

SENIOR CINTAKU
Eps 29


__ADS_3

"Itu siapa Ull yang loe jadiin wallpaper handphone? ". Tanya Ryan setelah ia melihat layar ponsel Uli yang menyala.


"Oooh... Ini, ini kakak senior gue di kampus". Jawab Uli.


"Senior loe? Loe sudah jadian sama dia emangnya? ". Tanya Ryan kembali.


Uli menggelengkan kepalanya dengan lesu. "Iya dia senior gue. Belum, kaya nya gue suka sama dia dari sejak pertama kali ketemu". Jelas Uli.


.....


Ryan yang mendengar hal tersebut langsung tersenyum. "Siapa namanya? dan sehebat apa dia sampai bisa mencuri hati loe". Ledek Ryan


Uli yang mendengar nya pun langsung terkekeh.


"Namanya Soleh Bahtiar, kayanya dia seumuran sama loe Yan". Jawab Uli.


"25 Tahun? Kelahiran 89?". Tanya Ryan dengan cepat.


Uli menganggukan kepalanya. "Iya betul sekali".


Keesokan paginya....


"Ull loe sudah siap? ". Tanya Ryan yang sudah mandi dan rapih.


"Sudah". Jawab Uli singkat seraya merapihkan kerudungnya dan menghampiri Ryan diruang depan seraya pendudukan dirinya.


"Wulan mana? sudah bangun belum? ". Tanya Ryan seraya melirik kearah pintu kamar.


"Wulan lagi mandi, dan dia sudah keliatan lebih baik". Jelas Uli seraya menyeruput susu panas yang telah ia buat untuk mereka bertiga.

__ADS_1


Ryan mengangguk-anggukan kepalanya. "Syukurlah kalo begitu, nanti ajak dia kesini. Gue udah beli nasi uduk nih buat kita bertiga sarapan" Jawab Ryan yang fokus terhadap ponsel.


Uli hanya melirik Ryan kemudian menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


Wulan keluar dari kamar setelah ia mengenakan pakaiannya.


"Pagi semua... ". Sapa Wulan dengan nada yang penuh semangat.


"Pagi... Gimana kabar loe sekarang udah agak enakan? ". Jawab Uli yang memperhatikan wajah Wulan.


Wulan hanya mengangguk seraya mendudukan dirinya disamping Uli.


"Keliatannya gimana? ". Jawab Wulan terkekeh. Tanpa menjawab Uli hanya mengangkat kedua bahunya.


"Loe udah baikan belum sama Aji? ". Tanya Ryan seraya menyodorkan bungkusan nasi uduk. Wulan hanya menggeleng tanpa menjawab pertanyaan dari Ryan.


Mereka bertiga makan dengan tenang tanpa ada sepatah kata pun diantara mereka bertiga.


"Gue enggak tau, dia enggak ngehubungin gue". Jawab Wulan dengan nada sinis.


Ryan dan Uli langsung saling bertatapan setelah mendengar jawaban dari Wulan.


"Assalamualaikum... " Salam seorang pria dari luar.


"Walaikumusalam..." Jawab mereka bersamaan seraya melihat kearah pintu.


Wajah Wulan langsung berubah ketika ia melihat siapa yang datang.


"Masuk-masuk duduk-duduk". Ucap Ryan pada Aji seraya menggeser posisi duduknya.

__ADS_1


Aji hanya tersenyum dan mendudukan dirinya disamping Ryan dan berhadap-hadapan dengan Wulan.


Ryan dan Uli saling memberi kode satu sama lain.


"Loe udah sarapan belum Ji?. Tanya Uli yang membuka obrolan diantara mereka berempat.


"Belum". Jawab Aji singkat namun tatapannya tak lepas dari Wulan.


"Gue bikinin susu panas ya". Ucap Uli.


"Enggak perlu". Jawab Aji sinis Uli yang mendengarnya langsung memasang muka kesal.


Wulan yang hanya menundukkan kepalanya seraya memainkan layar ponselnya.


"Aku kesini mau jemput kamu ". Ucap Aji yang terus menatap Wulan.


Wulan yang diam saja tanpa menjawab membuat Uli dan Aji bertukar pandang kembali.


"Sudah kelarin dulu urusan kalian berdua dan anggap saja kita enggak ada disini". Ucap Ryan.


"Maafin aku Lan, mungkin aku terlalu cemburu sama kamu karna aku sayang banget sama kamu, jadi maafin aku ya Lan. Kamu mau kan maafin aku? ". Ucap Aji yang mendekati kursi yang Wulan duduki seraya berlutut dihadapan Wulan.


Uli yang merasa muak melihat sikap Aji, ia langsung memalingkan wajahnya karna memang sudah menjadi kebiasaan Aji jika dia melakukan suatu kesalahan pasti ia akan berlutut meminta maaf tetapi setelah itu ia pasti mengulanginya kembali jika ia melakukan kesalahan.


Ryan yang melihat ekspresi Uli, ia merasa gemas. Ryan menghampiri Uli dan menarik Uli agar ia duduk di dekatnya.


Bersambung....


Semoga sukak dan jangan lupa Like ya kakak

__ADS_1


😁😁😁


👍👍👍


__ADS_2