Senja Di Ufuk Malaka

Senja Di Ufuk Malaka
Bab 2


__ADS_3

Aku membersihkan ruangan tamu sambil bersenandung ria. Tak lupa pula menata ruangan ini sebaik mungkin karena sangat berantakan meski setiap hari aku selalu membersihkannya.


Teriakan Mem menggema dari sudut ruangan. Tubuhku bergetar hebat, takut ada suatu kesalahan yang telah aku perbuat.


"Sari, you kena tengok ni lah," teriak Mem.


"Ya Mem, ada apa?" tanyaku.


"Saya punya Tuhan baik sangatlah, dia mahu tengok saya," terdengar majikan sangat bahagia.


Alamak ...ku hanya bisa melongo sebab yang putar kepalanya itu aku. Dalam batin aku kasihan melihat si Mem setiap berdoa, tapi kepalanya sang Dewi lebih condong ke samping. Ku putar pelan-pelan sambil membersihkan debu yang menempel.


Aku takut majikanku murka. Ku tutup mulutku rapat-rapat sambil berlalu pergi. Tak lama kemudian banyak kerabat majikan datang melihat kejadian tersebut. Tak henti hentinya si Mem mengucap syukur.


Aku menyiapkan minuman untuk tamu. Terdengar si Mem tertawa lepas, mungkin aku bisa aman kali ini. Tak lama kemudian mereka pergi satu persatu. Senyum bahagia tersungging dari bibir Mem.


****


Karena kejadian tersebut, si Mem mengajakku makan malam di sebuah restoran China. Banyak kerabatnya yang hadir. Aku seperti patung, mereka berbicara bahasanya sendiri.

__ADS_1


Tampak di meja aneka hidangan. Entah aku tidak tahu apa menunya, yang jelas tampak begitu menggoda. Satu hal yang aku cari di meja itu, yaitu sendok. Mereka semuanya memakai sumpit.


Adoaddo ..., teriakku dalam hati. Tak ku pedulikan lagi mereka. Ku ambil nasi beserta lauk dan yaapp aku makan pakai tangan mengingat perutku sudah berdendang ria.


Tampak Mem mendelik ke arahku. Segera ku mengelap tangan ke baju. Netraku menangkap sesuatu, aku menemukan sendok. Meski itu sendok sup yang berbahan tebal dan agak berat.


Terdengar sendok itu beradu dengan gigiku. Bukan makanan yang aku nikmati, melainkan rasa ngilu. Hatiku juga serasa ngilu menghadapi kenyataan.


Mungkin aku mendapat balasan apa yang aku perbuat. Tidak sampai disitu, aku tersedak makanan. Si Mem menunjukkan buku menu untuk pesan minuman. Aku menunjuk minuman yang aku pikir itu teh.


Tak lama kemudian pelayan membawakan minuman. Ku teguk langsung dan aku mendelik. Ternyata yang aku pesan itu Thai Tea yang rasanya sangat pahit.


Aku kembali ke meja, sudah terlihat segar sekarang. Bahkan aku kembali menikmati makanan bersama sendok super tebal. Mem penasaran kenapa aku tidak tersedak lagi. Ya sudah aku jawab sudah minum di kran air. Akhirnya semuanya tersedak.


"Rasakan," bisikku dalam hati.


Aku tersenyum penuh kemenangan, tampak mereka semua menatapku seraya mendelik kesal. Mungkin mereka berpikir kalau aku sangat jorok. Bahkan terlihat Mem tatapannya begitu menakutkan, aku pun tertunduk.


Beberapa makanan telah aku habiskan sebab mereka makan sedikit karena ucapanku tadi. Namun hal itu membawa keberuntungan buatku. Setidaknya aku bisa makan banyak malam ini.

__ADS_1


***


Acara makan malam pun selesai. Aku dan Mem kembali masuk ke mobil dan bersiap kembali menuju rumahnya.


Di tengah perjalanan, Mem menjitakku dan mengomel dengan bahasanya. Akupun tak mau kalah, ku jawab juga dengan bahasa Madura. Biar impas dan tidak ada yang mengerti.


Setiba di rumah Mem jam menunjukkan pukul 10 malam. Aku segera beranjak untuk tidur, namun dia dengan cepat mencegahku.


Dia menyuruhku untuk menyelesaikan menyetrika baju yang tertunda sebelumnya. Ingin rasanya aku menolak tapi aku tidak mempunyai keberanian melawannya.


Akhirnya aku melakukan pekerjaan dengan menahan rasa kantuk karena efek kekenyangan. Alhasil satu buah kaos hitam gosong karena aku terlambat mengangkat seterika karena tertidur sebentar.


Kantukku tiba-tiba sirna seketika. Aku segera menuju dapur dan mencari plastik hitam. Bisa kena marah besar aku nantinya.


Akhirnya aku menemukan kantong plastik hitam, cukuplah untuk satu baju. Segera aku membungkus kaos tersebut dengan plastik, dan membuangnya ke tempat sampah.


Bagiku itu adalah tempat paling aman sebab Mem tidakk pernah mengorek-ngorek sampah karena dia orangnya sangat takut kotor.


Selesai menyembunyikan baju tersebut, aku kembali menyetrika. Ku percepat pekerjaan agar cepat selesai sehingga bisa untuk tidur.

__ADS_1


Akhirnya semua sudah selesai. Terdengar dengkuran Mem yang khas. Aku menuju tempat tidurku dan melanjutkan mimpi bersama bantal.


__ADS_2