Senja Di Ufuk Malaka

Senja Di Ufuk Malaka
Bab 6


__ADS_3

Entah berapa lama aku tertidur atau lebih kerennya pingsan. Aku terbangun sebab wajahku terasa sangat dingin. Ku buka netraku perlahan, ternyata Mem yang membasahinya agar segera bangun dari tidur indahku.


Terlihat Mem sudah tidak menyerupai kuntilanak, mungkin dia sudah membersihkan wajahnya tadi. Aku menjadi sedikit tenang, tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipi manisku. Aku merintih menahan sakit. Bahkan Mem menarik tanganku secara paksa. Aduhai ... Kuntilanak sirna sekarang malah hadir Genderuwo.


Mem menyiksaku tanpa ampun dan memakiku dengan segala hinaan serendah-rendahnya. Mem menganggap semua perempuan Indonesia sama seperti mantan pembantu yang merebut suaminya.

__ADS_1


Aku tak dapat memberontak, Mem bagai orang kesurupan dengan tenaga yang begitu kuat. Tubuhku kini babak belur. Ku keluarkan jurus terakhirku yaitu pura-pura pingsan saja. Mungkin dia bisa berhenti menganiaya diriku yang imut seperti marmut ini.


Oh Tuhan ... ternyata dugaanku salah. Mem malah menyeret ku ke kamar mandinya dan tanpa ampun menyiramku. Aku tetap pura-pura pingsan berharap semua ini berakhir.


Mem kemudian membiarkanku terbaring di kamar mandinya. Dia keluar dari kamar mandi, mungkin dia mau mengganti bajunya yang sudah basah. Baru hanya beberapa langkah, tiba-tiba terdengar orang terjatuh. Rupanya si Mem terpeleset cipratan air tadi.

__ADS_1


Mem berdiri kembali sambil memegang pinggangnya. Dia melirikku, untung saja aku cepat-cepat menutup mata kembali. Tampak dia mengganti pakaian dan sepertinya dia mau keluar lagi tanpa memperdulikan aku.


****


Suara derap langkah sangat terdengar menuju lantai bawah. Tak lama kemudian mobil Mem pun terdengar di hidupkan juga. Aku berusaha untuk berdiri dan mengintip di balik jendela.

__ADS_1


Kini tulang-tulangku serasa mau remuk saja. Aku segera mencari air hangat untuk mengompres wajahku. Tak terasa aku menitikkan air mata, lebih tepatnya menangis. Terbayang wajah Emak dan Bapak. Ingin sekali aku memeluk mereka. Ingin aku bersimpuh agar mereka memaafkan aku yang bersikeras untuk kerja di Malaysia ini. Kini hanya air mata yang setia menemaniku.


Aku harus kuat, aku harus bisa melewati semua ini. Aku harus sukses agar nantinya saat pulang bisa membahagiakan kedua orang tuaku.


__ADS_2