Senja Di Ufuk Malaka

Senja Di Ufuk Malaka
Bab 20


__ADS_3

Aku sangat bersyukur memiliki kesempatan berkeliling Malaysia. Sungguh di luar dugaan bahkan rasanya seperti mimpi. Apalagi setelah kejadian dengan orang India dulu yang sempat membuatku ingin mengakhiri hidup.


Lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang, pepatah itu memang benar adanya. Tetapi kalau memang harus mencari emas di negeri orang, lebih baik memilih jalur yang resmi agar tak menyesal kelak.


Sekarang aku menikmati buah dari kesabaran, usaha dan tak lupa doa. Dari kejadian yang lumayan panjang ini, aku bisa mengambil hikmah dan yakin akan ada pelangi setelah hujan.


🌈 🌈 🌈


Hari ini Beliau ada rapat penting di Johor. Segera aku menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan karena akan menginap selama 2 hari.


Ahh ... betapa senangnya hatiku, rupanya Beliau juga mengajakku. Ingin rasanya aku berloncat kegirangan, namun aku bisa mengendalikan diriku.


Sekitar ada 6 orang yang berada dalam 1 rombongan. Aku lebih memilih berada di kursi paling belakang meski Beliau menyuruhku duduk di kursi tengah. Bukan karena apa, aku tidak mempunyai keberanian dan canggung untuk duduk berjejer dengan orang penting. Satu alasan lagi yang membuatku nyaman, yaitu bisa lebih leluasa bahkan tertidur.


Mobil kemudian melaju dengan cepat agar bisa cepat sampai karena perjalanan membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Tak henti-hentinya netraku melihat pemandangan sekeliling. Sungguh indah dan tak dapat ku ungkapkan kata-kata.


Tibalah kami di suatu Rest Area. Mereka mengajakku ke sebuah kedai makanan siap saji. Aku terpaksa menolak meski perut dalam keadaan lapar namun mereka tetap memaksaku. Akhirnya aku terpaksa mengiyakan ajakan mereka.


Seperti tidak ada pembatas kedudukan, mereka memperlakukanku selayaknya teman biasa. Bahkan kami berada di satu meja dan memesankan menu yang sama untukku.

__ADS_1


Namun rasa canggung ku tidak hilang begitu saja. Aku menyantap makanan dengan slow motion, hal ini bertolak belakang dengan kebiasaan makan ku setiap hari yang fast motion versi lima jari.


Kami melanjutkan perjalanan kembali. Tak terasa aku pun tertidur, apalagi perut sudah terisi penuh. Mereka menyuruh menghabiskan makanan tanpa bersisa. Mereka pun semuanya begitu sebab menurut mereka satu biji nasi yang tertinggal di piring bisa jadi itu adalah rejeki yang sengaja kita buang. Banyak orang yang berjuang demi sesuai nasi dan harus mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.


***


Kini kami sudah tiba di hotel Le Grandeur Palm Resort Johor. Aku menurunkan beberapa tas dan menuju kamar yang sudah di pesan sebelumnya. Tampak beberapa karyawan memberikan penyambutan.


Ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di hotel berbintang 4 bahkan akan menginap selama 2 malam. Tak lupa pula aku menyempatkan berfoto saat berada di Lobi.


Kami berjalan menuju kamar, view hotel yang sangat bagus membuat aku semakin takjub dan betah berada di dalamnya.


Beliau pagi sekali berangkat menghadiri pertemuan, sedangkan aku tetap berada di hotel. Aku mengira makanan akan di antar ke kamar masing-masing ternyata di sediakan di dekat lobi bawah. Pengunjung harus datang sendiri. Alhasil aku kelaparan selama sehari. Aku tak berani keluar kamar sebab takut nyasar.


****


Tak terasa sudah 2 malam menginap di hotel, kami segera melakukan check-out. Tak lupa pula kami membeli souvenir serta baju di market yang sudah disediakan hotel.


Perjalanan kemudian di lanjutkan ke Johor Premium Outlets sebelum kembali ke Kuala Lumpur. Mereka kemudian membeli barang-barang untuk buah tangan nantinya. Aku hanya mengekor saja sebab aku tidak mampu untuk berbelanja seperti mereka.

__ADS_1


Menurut mereka, tempat ini menjual barang branded dengan harga yang murah. Namun bagiku tetap saja mahal, sebab setelah melihat harganya berhasil membuat aku melongo. Mereka menyuruhku memilih barang yang aku mau, namun ku tolak saja dengan halus.


Aku hanya keliling dan menikmati pemandangan di tempat ini. Saat di tanya mau beli apa, ku balas mereka dengan senyuman indah ku.


Setelah menikmati makan siang di tempat ini, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Namun tak di sangka, ternyata aku di belikan sebuah tas. Ku tolak lagi namun Beliau tetap memberikannya padaku. Alhamdulillah ... ternyata rejeki tidak akan kemana.


Tempat terakhir yang akan akan di kunjungi adalah Beryl's Chocolate Wonderland. Aku mengetahui nama tempatnya sebab ada tulisan besar yang tertempel di tembok dengan patung boneka selutut di depannya.


Cekreek ... aku menyempatkan diri untuk berfoto. Sedangkan beliau sibuk berbelanja aneka coklat untuk dibawa pulang ke Indonesia nantinya.


Kami pun kembali ke mobil dan melanjutkan ke Kuala Lumpur. Sungguh aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa yang mengalahkan rasa lelah.


***


Kini kami sudah tiba di Kondominium, begitu juga dengan yang lain sudah menuju ke rumah masing-masing.


Untunglah ada troli khusus yang di sediakan pihak Kondominium jadi tak menyusahkan ku untuk membawa barang belanjaan dalam jumlah banyak.


Tak terasa sudah jam 9 malam. Rasa kantuk sudah mulai menyerang. Segera ku rebahkan tubuhku yang terasa lelah. Entahlah besok akan pergi kemana lagi, yang jelas aku sangat menyukainya.

__ADS_1


__ADS_2