Senja Kelabu

Senja Kelabu
Rangin Madu


__ADS_3

Sudah hampir 2 jam Herdi meninggalkan rumah namun belum juga kembali ataupun memberikan kabar kepada orang di rumahnya.


Mira yang sudah sadar , menyandarkan bahunya di sandaran ranjangnya. Masih berlinang air mata . Dokter Risa juga masih berada di kamar Mira untuk menemaninya , Risa dokter keluarga Santosa saat ini. Dia menggantikan ayahnya yang sebelumnya menjadi Dokter keluaraga Santosa.


HP Mira berdering...


Mira terperangah karena panggilan masuk dari PaPanya.


Diraihnya segera HP yang terletak di meja kecil sampinh ranjangnya ...


" Hallo " dengan suara yang masih bergetar.


" Papa " Hikkzz...hikkkzs... Mira menagis sejadinya.


Membuat orang yang berada di ruangan kamarnya semakin mendekatkan dan memegang tubuhnya , mereka hanya memeperhatikan tidak memotong pembicaraan Mira yang sedang berbicarad dengan orang dibalik telfon itu.


" Ma, Alhamdulillah papa sehat " masih menangis bercucuran air mata sinar wajahnya lebih tenang namun masih sesenggukan.


" Papa barusan menanyakan Pak Edi karena belum juga sampai di penginapan "


Mira menyampaikan percakapanya tadi dengan Papa Indra ,kemudian kembali meneteskan air matanya.


" Pak Edi semoga baik- baik saja nak " sambil mengelus bahu menantunya.


Dokter Risa kemudian berpamitan untuk kembali ke klinik karena sudah ada beberapa pasien yang menunggunya di sana.

__ADS_1


Farah mengantarkan sampai pintu depan ,kemudian kembali ke kamar Mira .


" Papamu kok belum pulang ya sayang, apa lagi menelfon Mama " celetus Farah sambil duduk di samping Mira yang masih saja merebahkan badanya.


#########


Begituah sepenggal pikiran Mira yang tiba teringat kepiluan yang menimpanya walaupun sudah berlalu tepatnya 16th silam namun jantungya selelu berdebar kencang setiap mendengar nama tol Cipularang , Bersyukur sekali dewi fortuna masih berpihak padanya, Papa kandungya masih sehat wal afiat hingga saat ini.


Kendaran benar - benar sudah tidak berwujud ,Pak Edi beruntung berada di barisan paling akhir ketika kecelakaan karambol yang melibatkan puluhan kendaraan beliau selamat dari maut .


" Mas santai aja " ujar mira karena melihat laju mobip yang dia naiki sangat cepat.


" iyaa "jawab Derdi singkat


" Kamu sih dari tadi bengong aja " tambah Ferdi mengomentari istrinya yang diajak bicara tetapi hanya diam saja.


Ferdi tanpa menjawab hanya meraih jemari istrinya , digenggam dan dicium punggung tanganya.


Perjalan siang menuju sore mereka nikmati namun tidak untuk Aluna, dia menyusul adiknya yang sudah terlelap terlebih dahulu.


Mira minta membelokan laju kemudi mengarah ke sebuah pasar, pasar di tepi jalan arah masuk ke sebuah perkampungan.


"Mas nanti berhenti sebentar di depan ya " Mira menunjuk sudut pasar yang di sebelahnya ada gerobak kecil bertulisan Rangin madu.


Mira membuka pintu dan turun mendekati gerobak Rangin.

__ADS_1


" Bah bungusin 2 ya " pinta mira kepada penjual.


" Baik neng ,tunggu sakedap ya neng. Mangga atuh duduk dulu "


jawab Abah penjual rangin dengan bahasa sunda campur.


"Nuhun bah , abdi tunggu disini saja " jawab Mira.


Mira asli Semarang namun karena dia sudah sangat lama tinggal di Bandung , jadi terbawa dengan bahasa sehari -harinya.


Tidak lama pesanan selesai , Mira kembali dan Mereka mealnjutkan perjalanan .


Sepanjang jalan diiringi suara merdu Rossa penyanyi imut yg diidolakan Mira ,Mira dan Ferdi menyanyi dengan suara kecil beberasa saat saling bertatapan dan menggengap jemari istrinya itu .


Mereka pasangan yang menikah muda namun tidak pernah luput dari pemberitaan , beberapa gosib sering hinggap dikehidupan percintaanya namun karena saling percaya semua dilewati dengan biasa saja.


Mira menyuapi Ferdi secuil rangi, dalam suapan Ferdi menggunakan manfaat sebaik mungkin. Digoda istrinya ketika menyuapinya sambil meraup makan kemulutnya tp lidah centil Ferdi diayunkan ******* jari istrinya .


" Dasar "


" Daritadi tuh aku cari madunya kok gak ada ehh nggak tau nya nempel di jari kamu sayang " Ferdi meringis menjawab ketusan manja Mira .


Pukul 15.30


" Sampai mana Yah " tutur Luna dengan suara serak .

__ADS_1


" Baru mau masuk tol Sadang tidur dulu aja ,masih 2jam lagi sampai rumah kita " jawab Ferdi .


Ferdi kaget menengok kebelakang melihat anak- anaknya , hembusan nafas panjang dilepaskanya dengan seketika karena lega dan bersyukur nampak mata Luna dan Devan masih terpejam .


__ADS_2