
pikirkan apa yang aku katakan tadi
semua demi kebaikanmu
Bening, mengingatkanku melalui pesan
makasih
Ku rebahkan tubuhku di kasur nyaman, rintik hujan membuat udara terasa lebih sejuk. Ku renungkan apa yang tadi sore Bening katakan padaku. Aku tau tak mungkin selamanya aku sendiri. Tapi untuk berkomitmen, aku belum sanggup. Masih banyak hal yang ingin aku lakukan tanpa harus terganggu oleh tetekbengek.Toh aku masih 23 tahun, walaupun memang banyak yang telah menikah. Tapi aku masih ingin sendiri, aku ingin jatuh cinta disaat yang tepat. Dan entah kapan itu akan terjadi.
Ku ambil buku tulis dan pena di dekat tv. Buku yang selalu menemaniku dikala sedih maupun bahagia, buku yang mendengarkan apa yang kurasakan.
se ego itukah aku,
jika aku menginginkan sendiri
se ego itukah aku,
jika aku tak memiliki hati
se ego itukah aku,
jika aku tak mampu mencinta
__ADS_1
aku, tak tau kenapa diriku ini
apakah masih ada cinta yang menaungiku
apakah masih ada rasa yang menyelimutiku
aku tak tau mengapa hatiku terkunci
ku harap kunci itu datang disaat aku mulai berbunga
* senja terakhir*
Malam ini pikiranku berkenala menyusuri malam, dengan gerimis yang masih setia menemani. Mengapa ini terasa berat untukku. Terasa aneh, dan hampir mustahil. Kembali terngiang ucapan bening, aku terlalu menutup diri dan tidak peka. Apakah iya aku secuek itu? apakah sebenarnya selama ini ada yang diam diam memperhatikanku. Tapi siapa??
Aku pastikan diri tidak lagi memikirkannya, karena aku tidak mau mimpi buruk tentang apa yang telah dikatakan Bening sampai menghipnotisku begini.
#
#
#
Pagi ini, matahari masih malu-malu kala ku berangkat kerja. Ya karena sepanjang malam hujan turun dengan mesranya. membuat mentari masih terselimuti udara dingin. Ku langkahkan kaki seperti biasa, dan aku sudah tidak tertekan dengan ucapan Bening kemarin. Aku lebih santai hari ini, karena tidak ada mimipi buruk yang menghampiri tidurku.
__ADS_1
Ku lakukan tugasku seperti biasa. Semua sudah kulakukan, dan saat nya aku sedikit bersantai sebelum karyawan karyawan kantor mulai meminta bantuanku.
" Udah dipikirin belum yang kemarin? " sentil Bening yang duduk disebelahku
" Apaan sih, gak mempan ya ning "
" Aku yakin semalam tidurnu tak nyenyak "
" Idih, sok tau "
" Tau lah ya.... tuh keliatan kalo kamu masih ngantuk '
jawaban Bening yang berhasil membuat tertawa. Teman teman yang lain melirik kita yang heboh sendiri. Ya. walaupun di tempat ini banyak yang berkerja, tapi aku tak sembarang bisa bicara dengan orang lain. Satu satu nya lawan bicara yang setia ya cuma Bening.
Waktu bersantaiku sepertinya singkat sekali, karena beberapa karyawan sudah bergantian masuk pantry untuk meminta tolong kami membantu beberapa pekerjaan.Aku menyukai pekerjaan ku walaupun hanya sebagai pekerja kasar di kantor ini. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, waktu kerja telah usai. Wajah lelah tentu sudah tampak dari mukaku. Bening sudah lebih dulu pulang.
Setelah memastikan semua telah rapi, aku menuju loker tempat tasku berada. Aku kaget, ada sebuah kresek yang aku yakini bukan milikku terletak di lokerku. Lokerku bukan yang berpintu ya, karena aku pekerja kelas bawah. Ku ambil kresek itu dan kulihat isinya. Sebuah susu kotak coklat dan beberapa buah roti isi. Ku menngerutkan kening ku, berpikir sejenak.
" Beniiing.... " ucapku menduga
Kuambil handpon dari tasku dan kukirim pesan padanya
makasih ya roti dan susunya
__ADS_1
Tak ada balasan, dan ku yakin pasti masih di perjalanan. Segera kulangkahkan kaki menuju kos ku. Karena begitu lelah, aku bergegas agar segera sampai kos.