
Ku tenggok jam dinding menunjukkan pukul 10, masih terlalu pagi untuk tidak melakukan apapun. Ku nyalakan tv yang tak ada acara menarik setelah ku ganti ganti chanel nya. Ku pandangi layar datar itu sambil mengisi perutku dengan roti yang selalu tersedia, tak lupa segelas susu coklat hangat. Tidak sepenuhnya aku memahami acara tv itu, hanya untuk sekedar mengisi kehampaan, biar tak terasa sepi.
Ku buka akun medsos ku untuk sekedar melihat timeline dan menonton beberapa video. Ku lihat sebuah postingan wanita yang cantik, berdandan dalam sebuah mobil. kutatap berkali kali untuk meyakinkan ku tak salah lihat. Akun itu milik salah satu teman waktu SMP dulu. Nancy, gadis yang populer karna statusnya yang bisa "dibawa". Hampir mustahil tak ada yang mengenalnya. Aku pun mengenalnya karena hampir setiap hari semua orang membicarakannya waktu itu. cantik sekali
Ku buka profil nya, dan ku lihat semua foto maupun video yang di postingnya. Semua menampilkan kemewahan. Senyum ku yang tak dapat ku artikan sendiri. " masak dia sampai segitunya sih bisa dibawa " ucapku bergeming. Dari semua foto yang di posting, tak ada satupun yang memperlihatkan sosok lain selain dirinya. Dan masih bisa ku tebak, dia masih berada di kota kelahiranku.
Teringat beberapa tahun lalu dia begitu direndahkan oleh teman teman, menjadi bahan ejekan. Tetapi tak pernah di hiraukannya. Bahkan setiap teman laki-laki yang dekat dengannya, selalu dicap telah menikmati tubuh gadis itu. Aku yang hanya sekedar mendengar dan tak mau terlalu jauh tau tentang dia, ku hiarkan siapapun yang mengajakku membicarakannya pasti ku hanya jawab dengan senyum tipis. Bukan ku sok atau membelanya, hanya saja aku tak mau terlalu menghakiminya. Itu hak dia dan itu adalah jalan hidup yang dia pilih.
Sejak lulus SMP aku memang tak pernah bertemu dengan nya, akupun berteman dan saling follow, namun aku memang jarang segali membuka medsos untuk kepo, aku lebih sering membuka medsos untuk postingan potingan yg positif, karena aku pikir gak ada gunanya aku mengurusi hidup orang lain.
#
#
#
Aku merasa udah lebih baik dari tadi pagi, mungkin memang karena aku kurang istirahat. Dan rebahan seharian ruapanya lumayan mengistirahatkan tubuhku.
" Mbak Senja "
Itu pasti Lisa, tetangga kosku
__ADS_1
" iya " sambil ku buka pintu kosku
" udah makan belom? "
" belom "
"makan bareng yuks "
"nasi goreng di ujung aja gimana? mbak pengen itu "
"okey "
Dan akhirnya aku makan malam bersama Lisa.
" mbak, Lisa boleh tanya sesuatu gak? " ucap Lisa ditengah tengah makan malam kami.
" boleh "
" hmmm...... mbak Senja pernah pacaran gak? "
pertanyaan yang berhasil membuatku tersedak, dan buru buru ku ambil minuman.
__ADS_1
" maaf mbak " sahut Lisa selanjutnya
" kok tanya gitu? "
" tanya aja mbak "
" gak pernah " jawabku datar
" oh " hanya itu yang keluar dari mulut Lisa selanjutnya.
#
#
#
besok kerja kan?
iya
okey,met malem
__ADS_1
malem
Bening selalu begitu, dia adalah orang yang paling cerewet tentang aku. Dia teman sekaligus radio berjalan waktu aku kerja. Dia sering bercerita apapun, bahkan bersenandung. Besok ketemu kok Bening.