Senja Kelabu

Senja Kelabu
Terjawab


__ADS_3

Mira menghela napas panjang tanpa berkata dan mempersilahkan ke dua orang yang sudah nampak basah dengan keringat.


" Silahkan duduk " Mira memepersilahakan duduk kemudian masuk


Tidak lama kemudian terlihat Ferdi dan Devan membuntuti Mira dengan membawa beberapa kantong belanjaan.


Mira yang baru membuatkan minum berkata kepada suamiya.


" Mas anakmu itu lho kok bisanya ada orang pencet bel gak tau "


" Apa masih tidur ya sayang , sebentar aku lihat ke atas " Ferdi kemudian menaiki anak tangga.


Ferdi melihat pintu kamar Aluna sudah terbuka sedikit.


Gimana mau denger kupingnya ketutupan gitu


" Ayah ngagetin aja " Aluna sambil melepas earphone yg menutupi telinganya.


" Ayah itu dari tadi perhatiin kamu , kamunya asyik geleng -geleng . Itu bunda marah , kamu gak denger ada orag pencet -pencet bel "


" Oh may good , sorry yah , aku tu dari tadi tungguin dibawah tapi gak tau kalau orangya sudah di depan "


" Gimana kau mau tau kuping kamu sumbat gitu ".


" Dahh ah yah aku ke bunda dulu bisa repot nanti kalo ibu presiden marah hahahahahha " Aluna kemudian turun kebawah.

__ADS_1


Tepat di anak tengga terakhir dia berpapasan dengan Mira yang sedanh membawa nampan minum.


" Bunda cantik amat " rayuan Luna beraksi


" Kebiasaan " sautan Mira sambil mengedipkan mata


" Sorry bundaku sayang maafkan aku " Aluna sambil meringis dan duduk di sofa .


Sementara itu Mira dan Ferdi menjamu orang kiriman dari saudara papa mertuanya itu. Mereka suami istri yang nantinya akan bekerja di rumah mereka. JoKo dan Yanti mulai hari ini akan tinggal bersama mereka.


Joko akan bertugas membantu membersihkan rumah juga mengantar jemput Aluna dan Devan sekolah. Sedang Yanti akan memasak dan juga mengurus pekerjaan rumah lainya.


" Bi yanti dan mang joko saya anter ke kamar , kalu nanti membutuhkan apa -apa bisa sampaikan ke saya " Mira dengan santun berbicara dengan Yanti san Joko


" Baik bu , trimakasih " jawab yanti yg kemudian mengikuti Mira .


" Bi saya sudah beli lauk untuk makan malam nanti bibi kl sudah selesai bersih -bersih masak nasi dan menghangatkan lauk saja ya " Perintah Mira.


" Baik bu, nanti setelah saya selesai mandi saya ke dapur "


Mira kemudian meninggalkan Joko dan Yanti , menuju ruang keuarga untuk bergabung bersama lainya yang sedang asyik nontkn film.


" Bunda , siapa nama bibi dan amangya " tanya Aluna.


" Bi yanti dan mang joko nak, kamu jangan kaya tadi ya . kalau di rumah diperhatikan sampai ada tamu sudah pencet -pencet bel berulang kok nggak tau "

__ADS_1


" Maaf bund "


" hhahaha gimana mau denger sih Bund, Luna kupingnya di pepet pake earphone " Ferdi menimpali jawaban bersalah Aluna


" hahahah maaf ya bund " Luna berpindah duduk sambil melendotkaan tubuh di mungilnya sambil dipeluknya pinggang Mira.


*Suasana rumah menjadi ramai dengan celotehan -celotehan Devan yang tidak henti menjadikan kakaknya bahan bercandaan.


Mereka menonton film sambil menunggu waktu sholat Magrib tiba, karena seperti biasa setiap magrib mereka selalu berusaha untuk sholat bersama, itu yang Ferdi tanamkan jadi sekalipun dia sibuk bekerja sebelum Magrib harus sudah berada di rumah terkecuali kalau dia ada tugas keluar kota atahu ke luar negri*.


" Dev, ambil cemilan tadi gih " Mira meminta Devan utuk mengambil makan ringan yang tadi mereka beli di swalayan


" Luna, mau pindah sekolah ayah nggak marah kok kalau kamu mau pindah sekolah " Ferdi memulai membuka percakapan setelah melihat suasana hati Luna membaik.


#########


Mira sengaja mengajak keluar Ferdi supaya bisa membahas permasalahan anak gadisnya yang setiba pulang sekolah tadi mengurung diri.


Luna sebetulnya bukan anak yang pemarah hanya saja karena dia harus berpisah dengan ke tiga sahabatnya dan ternyata setelah bersekolah di sekolah yang baru dia menemukan suasanya yang tidak dia sukai.


Luna gadis belia yang tidak suka dengan kehidupan glamour sekalipun dia berasal dari keluarga terpandang dan kaya, Dia terbiasa dengan suasana yang ramah sangat shock ketika mendapatkan sekolah baru yang sangat berlebihan.


Mira sebelum ke swalayan dia meminta agar Ferdi mengantarnya melihat sekolah Aluna dan Devan.


Devan saat ini merasa tidak ada masalah dia mau bersekolah dimana saja , Mira terperangah melihat sekolah dengan bangunan megah yang layaknya Mall. Dengan gerbang tinggi dan halaman sekolah yang sangat luas.

__ADS_1


Mira hanya bisa melihat bangunan sekolah sebab sekolah sudah tutup.


" Pantas saja Aluna ngeluh, tapi ank itu memang aneh gak kaya anak -anak seumuranya . Ini tu sekolah yang sering di liput itu ya Yah" Mira bergeming mengutarakan apa yang ada di pikiranya.


__ADS_2