
" Makan yang banyak ya non Mira " begitu jawaban Bi Atun yang dari tadi masih mondar mandir sambil meletakan saus tomat yang diminta Devan.
Mereka melanjutkan makan bersama tanpa ada pembicaran, hanya Devan yang sesekali minta ke bundanya untuk menuangkan saus karena ke dua tanganya sudah berminyak akibat melahap bola-bola udang.
" Bunda lagi sausnya " begitu devan memonta bantuan Mira.
Waktu makan selesai bergiliran beranjak meninggalkan meja makan , Kakek Herdi dan Ferdi menuju ke teras belakang . Mira dan Farah memmbantu Bi Atun membereskan meja makan. Walaupun sudah ada pembantu di rumah itu Farah tidak pernah mengabaikan tugasnya sebagai istri , tidak semua pekerjaan dipasrahkan kepada pembantu .
Keluarga Santosa sangat bijaksana sekalipun memiliki segalanya, orang- orang sangat segan dan sangat menghormati keluarga tersebut.
" Bi Atun besok jadi pulang kampung Mah " tanya Mira ke mertuanya.
" Jadi nak, lusa mungkin baru berangkat " " Iya kan tun ?" penggal pertanyaan mama Farah kepada Bi Atun.
" Iya bu , biar besok saya bisa menjelaskan beberapa tugas kepada Ima Bu ."
Mira meraih amplop dari dalam tasnya .
" Ini Bi ada titipan dari Mas Ferdi " kata mira sambil menyerahkan amplop dengan menarik tangan Bi Atun.
" Aduh non Mira repot-repot saja , saya teh sudah diberi uang sama Bu Farah " Bi Atun sambil menatap wajah Farah dengan tangan yang masih tepet di pegang Mira
" Ambil Tun, terima iti rezeki gak baik nolak rezeki " Farah sambil senyum dan akhirnya Bi Atun menerima pemberian Mira.
" Trimakasih pisan ya non sampaikan ucapan saya ke Den Ferdi ,semoga keluarga Pak Herdi selalu dalam lindunga Alloh dan dimurahkaan rezeki " jawabn Bi Atun sambil berkaca- kaca matanya menahan haru karena selalu berlimpah kasih sayang dari keluarga Herdi .
" Aamiin " jawab Farah lembut
__ADS_1
" Aamiin ya robbal alamin " Mira menimpali perkataan Mama mertuanya.
#########
Bi Atun dan Bi Ima sudah mengenal karena setiap ada acara keluarga mereka berdua yang bertugas memasak dibantu oleh Bi Tuti tenanga pocokan yang suka di suruh membantu keluarga Herdi karena suaminya juga bekerja di pekerbunan keluarga.
Bi Atun ijin libur 1 minggu untuk mengurus anaknya yang mau masuk SMU, sebetulnya sudah selesai mendaftar tapi Bi Atun mau menyelesaikan segala pembayaran uang gedung yang belum dia lunasi dan SPP. Terpakasa harus pulang sebab Farah memaksanya pulang untuk menyelesaikan meskipun Bi Atun sudah menolaknya .
Bi Atun tidak ingin terlalu merepotkan dan hitang budi kepada keluarga Herdi yang sudah sangat baik kepada keluarganya, sepeninggal suami Bi Atun mengabdikan tenaganya untuk bekerja di keluarga Herdi.
Suami Bi Atun meninggal karena serangan jantung , Mang Ujo namanya . Dia adalah supir sekligus sahabat Herdi, sudah 15th berlalu suaminya meninggal saat itu Bi Atun tidak bekerja dia hanya mengurus anak-anaknya di rumah. Sebab walau hanya supir tapi pendapatan suaminya lebih dari cukup untuk biaya hidup di kampung.
Namun karena membutuhkan biaya untuk melanjutkan hidup serta menyekolahkan anaknya di kemudian mencari kerja, Herdi sudah menyampaikan bahwa dia tidak berlu bekerja karen biaya untuk ke 2 anak mereka akan tetap di perhatikan oleh Herdi. Namun akhirnya dipebolehkanya bekerja tapi hanya di rumah Herdi.
Farah mengetahui kalau Atun baru menitipkan sebagian dari tagiahan uang gedung pertama masuk sekolah, Farah mendengar pembicaran Bi Atun dengan anaknya dari balik pintu kamar ketika Farah ingin meminta bantuan Bi Atun.
Kemudian Farah memaksanya untuk segera melunasi termasuk SPP selama 1 tahun. Bi Atun saat itu sangat terharu karena keluarga Herdi hingga meneteskan air mata dan memeluk Farah. Selama ini Keluarga Herdi sudah membiayai anak pertma Bi Atun hingga kuliah dan sekarang anak ke dua Bi Atun yang mau memulai pendidikanya di SMU.
#########
" Bagaimana rapatnya Rud " terdengar percakapan Ferdi dibalik telfon gengamnya, dia sedang menanyakan hasil rapat .
Rudi tinggal bersama Herdi dan Farah namun pagi itu mereka tidak sempat bertemu karena Rudi harus tiba lebih awal di kantor menyiapkan beberapa berkas yang belum lengkap.
" Pa, ini obatnya . Langsung diminum ya Pa biar Papa cepet pulih "
" iya nak " jawab Herdi ke menantunya.
__ADS_1
Mira menatap anak gadisnya dari kejauhan karena dicarinya tadi tidak ketemu hampir kedua mata Mira mengelilingi memandangi halaman belakang akhirnya didapati Aluna di tepinkolam ikan sedang emembaca buku.
Aluna sedang serius membaca buku, begitulah keseharianya dia lebih suka membaca daripada menarikan jemarinya diatas layar HP seperti gadis-gadis seusianya.
Aluna senang sekali membaca biografi dan juga mempelajari segala ilmu disaigner . Dia ingin sekali menjadi perancang busana dan ingin kuliah di jurusan itu nantinya. Menurun dari tantenya Tania yang sekarang sudah l berhasil berasaing di dunia Modeling dan sekarang sedang merambat bisnisnya go Internasional.
" Lihat tu mas anak gadismu kalau sudah membaca samapai tidak merasakan kalau matahari sudah terik " ucapan Mira sambjl membelokan bahu Ferdi ke arah kolam ikan.
" Gaaiiisss, sini nanti keburu gosong kamu " celoteh Ferdi meneriaki Aluna.
Aluna yang kaget langsung terperangah , tidak lain dengan semuanya yang berada disitu .
Mendengar ucapan Ferdi kepada anaknya .
" hahahahha, Mama sama Papa kenapa melongo gitu sih " Ferdi dengan santainya smabil tebahak kegelian
" Ya gitu itu Ma , Pa semenjak sering nontonya keluarga Halilintar terbawa deh dia berkelakuan labil apalagi kalau ngobrol sama anankya berasa ABG " potong Mira hingga ke dua mertuanya berpindah mengalihkan tatapanya ke Mira
Aluna kemudian berjalan menghampiri mereka yang masih terperangah dengan kata-kata Ferdi.
" Nek gitu tu si Ayah suka labil nggak sadar kalau sudah jadi bapak- bapak" kegelian Luna menuturkan ucapan Ayahnya.
" Buat enjoy Ma besok Mama sama Papa juga harus sering nonton biar jiwa mudanya tumbuh lagi, jangan cuma nonton berita sama politik aja Pa. tapi jangan terus bikkn anak lagi lho Ma " sambil tertawa terbahak Ferdi menunjukan saluran Yutube yang biasa dia tonton.
Farah hanya geleng-geleng , melihat kekonyolan anak yang dari kecil memang sering membuat ulah konyol ,Namun berbeda diluar rumah dia menjadi lelaki yang dingin kecuali dengan orang yang sudah dia kenal dekat.
__ADS_1
Beruntung saja Ferdi walapun seperti itu tapi dia juga sangant cerdas di sekolah, hingga menyelesaikan pendidikan S2 dengan cepat.
Mereka sama-sama memperhatikan layar HP Ferdi dan sesekali Herdi juga Farah tersenyum juga tertawa kecil.