
Malam yang dingin tidak seperti biasanya sehingga Aluna menarik selimut yang ada di bawah kakinya, diselimuti rapat tubuhnya. Semua sudah terlelap di dalam kamar masing-masing .
Pukul 4.30 Mira sudah bangun dan bergegas mandi.
" Mas bangun sudah subuh " begitulah Mira membangunkan suami tercintanya seusai dia mandi dan segera sholat subuh. Pagi itu seperti biasa Mira selalu berpenampilan seadanya namun dia terlihat anggun dengan sweeter berwana coklat susu. Pagi itu masih berasa sangat dingin gerimis halus terlihat dari jendela kamarnya. Saat ini memasuki musim hujan namun belum juga namapak hujan lebat yang turun di Bandung.
Keluarga Santosa adalah keluarga berada ,terpandang dan juga sukses namun mereka tidak pernah meninggalakan kewajibannya untuk beribadah, mereka membalas semua nikmat yang sudah Tuhan beri dengan selalu menjalankan kewajibanya.
Seusai Sholat Mira bergegas menuju dapur sambil meninggalkan suaminya yang sudah selesai mandi dan hendak Sholat. Langkahnya melewati kamar anak gadisnya dilihatnya pintu itu masih tertutup rapat.
"Sayang bangun ,,, Luna ... Aluna " sambil mengetuk pintu kamar Luna
" iiyaa Bunda ..." saut Luna dengan suara yang masih serak
Setelah anaknya menyaut Mira pun melanjutkan langkah kakinya menuju dapur.
########
Dilihatnya jam menunjukkan pukul 05.05 .... " Lhoo alarmku kok tidak bunyi sih " sambil menatap layar HP nya ..Astaga belum aku set ,geming Luna kemudian dia buru- buru untuk wudhu dan mengerjakan Shalat subuh.
########
" Bii ... " sapa Mira mendekat di dapur ,
Bi Ima nampak sedang menyiapakan beberapa cangkir teh dan susu yang diletakan di nampan bunga-bunga. Kebiasaan ngeteh pagi di keluarga Ferdi itu sebelum merka sarapan pagi, karena Ferdi selalu menanamkan kepada keluarganya untuk selalu bangun pagi dan menyempatkan waktu di setiap pagi untuk berolah raga ringan sambil berbincang. Tapi tidak untuk pagi ini, aktifitasnya santai karena akan menyiapakan perjalan ke rumah baru mereka.
"Eh Nyonya , ini nyonya sudah saya buatkan teh " jawab bi Ima.
" Trimakasih ya bi " diambilnya secangkir teh yg masih hangat , kebiasan Mira dari kecil selalu mencelupkan biskuit ke dalam teh . Kebiasaan yang menurun dari mama Nena ,mencelupkan biskuit ke teh di pagi hari selalu dilakukan karena untuk mengganjal perutnya sebelum berkatifitas pagi. Mira seperti mamanya yang setiap makan tidak suka makan nasi ,dia lebih suka dengan juice atau potongan buah.
Hal itulah yang membuat tubuhnya semakin berumur semakin bagus tidak kalah juga Mama Nena walapun sudah hampir purna tugas tidak kalah bentuk tubuhnya dengan Mira.
########
__ADS_1
Luna beriringan dengan ayahnya menuruni tangga , Ayahnya langsung menggapai lengan Luna berjalan berdampingan menuju ruang keluarga.
" Devan belum bangun rupanya " kata Ferdi
" Masa sih yah biasanya dia paling awal bangun " jawab Luna
" Itu kamarnya masih rapat "sambil menujuk pintu kamar Devan namun Ferdi terus berlalu melanjutkan langkahnya.
Begitulah anak-anak Ferdi apabila mereka tidak tidur pintu kamar sering terbuka , sekalipun Mira suka mengingatkan untuk menutup pintu kamar tapi anak - anak merasa hal itu tidak masalah. Mereka sengaja membuka pintu kamar supaya Ayah bunda lebih leluasa memantau kegiatanya di kamar.
Berbeda dengan pagi itu ternyata pemikiran Ferdi salah.
Devan ternyata sudah berada di pekarangan membantu Mang Karjo memberi makan burung- burung ayahnya .
Tiba- tiba Devan muncul ...
" Ayah kira kamu belum bangun nak , karna ayah melihat pintu kamarmu masih rapat" tanya Ferdi
" Tadi aku dibangunin bunda Yah, habis sholat terus ke Mang Karjo. ternya Mang Karjo baru ngasih makan burung. Yah, tadi aku lho yang ngisi air nya " saut Devan dengan penuh semangat
" Ayo sekarang kamu mandi terus siap-siap ,sebentar lagi kita ke rumah kakek "
" Baik ayah " Devan menjawab dan dia langsung bergegas naik ke kamarnya untuk mandi.
06.00
Akhirnya mereka semua siap bergegas masuk kedalam mobil milik Ferdi. Mobil milik Mira masih ditinggal Minggu depan ketika pak Bambang libur kerja akan diantar menuju rumahnya di Jakarta.
" Bi .. Mang kami pamit dulu, pokoknya saya titip mama dan papa. Kalau ada apa- apa Bibi langsung hubungi saya atau mas Ferdi ya Bi"
" Baik Nyonya " sambil menggandeng lengan Devan.
" Nanti akan ada mobil box ke rumah Bi , Bibi suruh saja supir Box itu hubungi saya, mereka akan mengangkut barang-barang " tambah Ferdi ke bi Ima. " Titip semua ya Mang "
__ADS_1
" Baik pak Ferdi " jawab Mang Karjo.
Devan dan Luna memeluk Bi Ima dan beranjak masuk kedalam mobil. Ferdi pun bergegas mengemudikan perlahan.
" ...... "
" Ada apa yah " tanya Mira
Belum berjalan jauh Ferdi tiba- tiba memundurlan laju kendaraanya kemudian turun dari mobil.
" Mang saya sampai lupa , bawa burung-burung ke rumah Papa ya !"
Mang Karjo tersenyum dan mengangguk " Siap pak Ferdi ,Beres "
Ferdi lanjut duduk di depan kemudi dan melanjukan kendaraanya ,pejalanan kerumah papanya sekitar 30 menit. Melewati perbukitan pinus yang terbentang luas di sepanjang sisi jalan menuju perkebunan milik kakek Aluna. Akhirnya mereka sampai disambut oleh Herdi dan juga Farah.
"Mama sudah masakan kesukaan kamu " sambil dipeluknya menantu kesayangan dan juga dikecup kening cucu- cucunya .
" Mama tu kaya apa aja , kan kita sering kesini " Mira berjalan sambil menjawab ucapan Mama mertuanya.
" Besok kalian akan jarang kemari sayang, jadi mama ingin sekali menjamu kalian " Farah duduk di sebelah Mira dan mengang pundak Mira.
Istri Ferdi dan anak - anaknya memang sering sekali kerumah Farah apalagi semenjak papa mertuanya sakit. Rumah yang tidak begitu jauh membuat mereka sering berkunjung selain itu Mira juga mengambil susu murni untuk Devan.
" Sudah ngobrolnya Ma, ayo kita sarapan nanti dilanjut lagi ngobrolnya " Hardi mengajak keluarganya untuk segera makan karena Bi Atun sudah selesai masak dan menghidangkan semuanya di meja makan.
" Masak dari jam berpa Bi Atun ni lengkap sekali ,kaya kita tamu agung aja ya Yah " pungkas Mira sambil mengisi piring untuk Papa Mama mertua juga suaminya.
Devan dan Luna sangat lahap menikmati makan pagi sampai -sampai bilang minta dibungkusin.
" Nek aku mau bola - bola udangnya ya "
__ADS_1
" Sudah nenek siapkan sayang , juga sma pangsit goreng kesukaan kakak ".