
" Jen , aku pesenin minuman kaya kamu ya! aku tinggal sebentar ke toilet "
" okay, kamu mau makan apa " jenny kembali bertanya
" Nggak deh Jen aku belum begitu lapar, atau kentang goreng aja deh jen " lanjut Luna.
Luna kemudian ke toilet, sedang ada 2 orang siswa yang sedang memperbaiki tatanan wajahnya. Luna kemudian masuk ke petak toilet .
" Betul seperti toilet di mall " batin Luna.
Aluna selesai buang air kecil tidak langsung keluar, dibukanya layar ponsel yang dari tadi bergetar di saku rok seragamnya.
" Bunda sama Ayah ni kl telfon pasti bersautan " geming Luna pelan.
Dia buka aplikasi WA sudah terdapat beberapa chat masuk, namun yang dia baca hanya pesan dari Ayah dan Bundanya.
Luna membalas pesan mereka, kemudian dia masukan kembali HP ke sakunya dan bergegas menuju tempat duduk Jenny.
Jenny sedang menarikan jemarinya diatas ponselnya, ponsel keluaran terbaru dari Iphone sama dengan yang di pakai Luna.
" Jenny tu hp nya bagus tp kok stylenya biasa aja ya , gak seperti siswi di kelasnya tadi . Tau deh itu gayanya nyontek dimana " lagi- lagi Luna bergeming dalam hati. Yang tanpa di sadari kalo diperhatikan oleh Jenny.
" Kamu tu ngapain keluar dari toilet senyum- senyum sendiri, kaya habis ketemu pangeran aja " Jenny berujar sambil menatap Luna yang duduk di depanya.
__ADS_1
" hehehhe " Luna malah tertawa.
" iihhh kamu tu ya malah tertawa , kenapa cengir - cengir " jenny sambil menaikan kedua alisnya semakin penasaran dengan tinggah Luna.
" Gak ada apa - apa jeen, aku tu tadi perhatiin aja kamu ndak membuka hp, baru aku lihat di kantin sini. Lg chatan sma siapa Jen ?" Luna bertanya menyimpang dari apa yang ada di batinya tadi.
" ohh, jadi kamu kira aku tu lagi chatan sama cowok ya . Aku lagi balas chat mamaku Lun, padahal sudah di kirim 2 jam lalu "
" Kenapa ndak kamu balas di kelas , tadi kan nggak ada guru juga " Luna semakin penasaran , jiwa di tektifnya mulai di jalankan .
" Males Lun, jadi aku ceritain ya Lun. Kenapa aku suka ke kantin ini. Di sini kita itu selain ketemu makanan enak tapi juga murid yang makan disini tu anaknya enak-enak. Kalau mereka ehh maksudku itu si geng centil dia suka makan di kanti 3 karena suka caper sma Candra and the geng ".
Aluna mendengarkan cerita dari Jenny.
" Kenapa Jen ? " Luna yang semakin ingin tahu kemudian dia berpindah tempat duduk di sebelah Jenny.
" Hemm... kemaren mereka merusakan HPku Lun, tau itu sengaja atau tidak tapi aku tidak mau memprmasalahkan sudah males "
" Kok bisa rusak gimana? "
" Kan mamaku telfon lagi aku angkat tiba - tiba ada satu badan yang mendorongku ,lepas deh HPnya untung aja pembicaraanya belum terputus . Aku baru tau setelahnya kalau layarnya retak "
" Kamu tau yang mendorong? "
__ADS_1
" Gak nggeh aku tu Lun soalnya aku kan lagi konsen sama pembicaraan mamaku dan aku juga lagi menggadap kedepan, ya mereka seperti tanpa dosa . Begitu saja setahuku "
" Tapi bagiku sih bodo amat lah Lun "penjelasan Jenny kepada Luna.
" Kok gitu sih mereka, aku juga baru saja membalas pesan dari Bundaku Jen di toilet, tadi ketemu sama murid di dalem toilet tapi sepertinya mereka tidak sekelas dengan kita, mereka tersenyum padaku. Jadi sekarang aku tau alasanmu Jen, dari tadi aku cm bisa menilaimu dalam hatiku saja .
Lega saja aku bisa mengenalmu Jen "
Jenny itu penampilanya biasa aja ,beda sekali dengan beberapa murid wanita dikelasnya tadi. Dan tidak lama HP Luna pi bergetar tanda pesan masuk.
Baru di kantin iti Luna berani mengeluarkan HPnya di depan Jenny.
" Sorry Jen , aku balas pesan bundaku ya " pinta Luna.
" iya ga papa Lun santai aja" jawab Jenny.
#######
*Jenny merasa tidak salah memilih mengajak Luna berkenalan lebih dahulu, Jenny pandai menilai orang dari segi penampilan semenjak dia berasekolah di SMU ini. Pertemuanya dengan banyak siswa yang ternyata kehidupan aslinya jauh berbeda dari penampilan yang dia pandang setiap harinya.
#######
Jenny pun berasal dari keluarga yang berkecukupan lebih namun dia hidup dengan penampilan sewajarya . Dia tidak mau memamerkan apa yang dia miliki. Bersekolahpun dia sering naik angkutan umum. Makanya murid wanita dikelasnya sering menghina Jenny apalagi waktu mereka tahu Jenny memakai Hp merk ternama anggota geng itu secara senggaja mendorong Jenny , namun semua itu tidak dia hiraukan.
__ADS_1
" Hp nya secend sih kesenggol dikit aja pecah " celetuk seorang teman yang mendorongya* .