
Masih dihari awal sekolah , iya sekolah baru tanpa kesan yang special tidak seperti di cerita film apalagi seperti cerita novel yang suka dia baca.
Aluna harus berdampingan setiap harinya dengan anak - anak yang berpenampilan Woooww... dari cara berpakaian saja terlihat mereka semua dari kalangan yang berada . Sekilas dari pandangan Aluna ketika memperkenalkan diri tadi.
Jelas di depan matanya tampak siswi dengan memakai arlogi merk ternama dan dia tau harganya bukan cuma ratusan ribu tapi puluhan juta yang dilihatnya aneh .
Bukan karena dia takut bersaing dengan penampilan tapi dia ingat masa SMP nya dulu di Jakarta. Teringat dengan sekelompok anak ingusan yang beranjak puber suka menindas siswa yang berada di status ekonomi bawah.
" Huufttt.... dilemparkanya nafas kesalnya "
" π―πΆπΆπΆπΆπΆ"
Suara pergantian jam pelajaran. Nampak siswa keluar dari kelas bergantian. Namum Luna tatap berada diposisinya hingga hanya tertingal beberapa siswa saja.
" Kamu tidak ingin istirahat " Suara wanita yang membuat Luna mengangkatkan wajahnya.
__ADS_1
" heemmm" tanpa kata Luna hanya menganguk tapi dia sendiri bingung dengan arti anggukan kepalanya sendiri.
" Kenalin aku Jenny" Jenny menjulurkan tanganya mengajak Aluna berkenalan.
Aluna pun membalas salamnya dan bersenyum lebar.
" Aluna tapi kamu bisa panggil aku Luna saja" jawab Luna.
" Boleh aku duduk di sini Luna " Jenny yang berdiri kemudian duduk setelah di persilahkan duduk olek Aluna.
" Pokoknya kamu santai aja deh Luna, besok aku kenalin sma temen- temenku juga., karena mereka memang belum pulang dari mudik " pungkas Jenny.
" Jen sorry km nggak gabung sm mereka tadi , penasaran sebab dalam perbincangan yang berisik tadi aku tidak mendengar suaramu " tanya luna.
" Aku tu males Lun, yah nanti km tau sendiri . kita sekelas cuma 20 orang itu termasuk kamu. Nanti kamu makin ngerti mereka kl sudah lengkap semuanya masuk " penjelasan Jenny
__ADS_1
" Ayuk Lun kita ke kantin mumpung masih ada waktu, aku sih belum lapar tapi ingin cari minum yang seger " ujar Jenny menutup obrolan dikelas.
Ajakan Jenny pun di iyakan oleh Luna. Mereka berjalan berdampingan melewati lorong- lorong kelas dan menaiki lift ke lantai 4 letak kantin . Aluna hanya memperhatikan sebab di petunjuk di depan lift tadi ada keterangan tombol Kantin 3 dan 4.
" Jadi kantin sekolah kita itu ada 2 Lun, kantin lantai 3 itu isinya masakan eropa ,sedang kantin lantai 4 itu masakan indonesia " didalam lift Jenny menjelaskan kepada Luna.
Jenny setiap melewati ruangan selalu menjelaskan ini dan itu dia jelaskan agar Luna sebagai anak baru bisa cepat beradaptasi .
" Aku sukanya ke kantin 4 Lun, habis selain maskanya enak - enak , yang pada makan disana siswa- siswa yg biasa aja . soalnya aku kalau enggak makan nasi belum kenyang heheheh " Jenny terus mengajak luna berbica sambil berjalan menuju kantin.
Luna karena masih canggung dia hanya mengganguk dan tersenyum sambil memperhatikan apa saja yang dijelaskan Jenny. Jenny itu anaknya lucu dia berkulit sawo matang dan berambut hitam sebahu. Namanya seperti orang cina tapi sesungguhnya dia orang Jawa , keluarganya asli Semarang . Itu yang bikin mereka lebih cepat akrab karena Bunda Aluna juga berasal dari daerah yang sama.
Aluna yang sangat menikmati setiap langkahnya tiba - tiba kedua mataya melebar melihat sebuah cafe bergaya klasik di depan lamgakahnga, dalam hatiya berbisik .
" Inikah kantinya kok malah kaya cafe ya, didalem sekolah ada cafenya . Ayah nie gimana sih nyekolahin aku malah kaya gini " Aluna terperangah heran dan sekaligus sedikit kesal dengan Ayahnya "
__ADS_1