
Kok Jenny belum kelihatan ya ,dilihatnya jam yang melingakar dipergelangam tanganya sudah menunjukkan pukul 6.55.
Aluna termangu menatap luar gedung sekolah , dia duduk tanpa memperhatikan hiruk pikuk di kelasnya. Aluna pagi ini terlihat lebih tenang dari pada hari kemaren. Dia hanya memfokuskan penantiannya ke Jenny.
Tidak berselang lama Jenny pun masuk ke ruang kelas namun dia tidak sendiri. Dia sudah bersama 4 oramg lainya.
" Hai Lun, kamu udah dateng. Aku tu tadi udah ke kelas tapi kamu belum dateng terus keluar lagi nonton basket. Oh iya kenalin ni " sapa Jenny
" Liza"
" Maya"
" Mitha"
" Alya"
Mereka bergantian bersalaman memperkenalkan diri . Mereka duduk sebaris namun karena kegiatan sekolah belum berlangsung bangku- bangku berpindah tidak beraturan tapi tidak untuk bangku yang diduduki oleh Jenny dan teman- temanya. Tampak Netta yang tidak berulah seperti hari sebelumnya. Netta sangat berpengaruh di setiap kegaduhan tapi tidak dihadapan di pagi ini tepatnya setelah Jenny memasuki ruang kelas. Netta yang tadinya ribut tiba- tiba menjadi diam begitupun dengan yang lainya.
Dia menjadi seperti mati gaya pagi ini,yang biasanya sudah banyak aksi namun tiba - tiba menjadi pendiam dan hanya berani sesekali mencuri pandang ke arah Aluna yang sedang asyik bercakap dengan teman barunya. Aluna pun beberapa kali mendapati tatapan yang tidak enak dari mata Netta, tapi Luna tidak memperdulikan itu.
Hari ini seperti kemaren , pelajaran belum juga dimulai. Pak Tatang masuk kelas hanya untuk mengontrol absen anak didiknya dam memberikan jadwal pelajaran untuk besok Senin.
" Gimana kalau kita ke ruang Basket lagi" ajak Maya
" Boleh , dari pada kita di kelas bikin mual hahaahah " Liza bersemangat menjawab ajakan Maya.
Mereka berenam akhirnya keluar kelas beriringan menuju ke ruang Basket, di sana nampak sedang ada pertandingan . Aluna berjalan mengikuti kawan- kawanya , terlihat banyak gadis bersorak dan bertepuk tangan bersautan .
__ADS_1
" Jen, rame banget ya " tanya Aluna sambil duduk di samping Jenny.
" Iya lun setiap hari sabtu kegiatan dikelas nggak ada kita dibebaskan mengikuti kegiatan ekstra ,kamu pilih ekstra apa Lun ?" tanya Jenny
" Ih aku tu belum ngerti Jen, ayahku belum kasih tau aku"
" ehm mungkin karena masih baru Lun, besok kamu pilih cocoking class aja Lun soalnya kita ikut ekstra itu. Aman Netta and the genk gak ada disana " Jenny merendahkan nada bicaranya.
"Boleh " jawab Aluna bersemangat.
" Jenny, Luna kamu mau minum apa aku sama Mita mau ke kanti nih " Tanya Liza
" Orange juice aja deh Liz " jawab Jenny
" Aku sama deh Liza , oh ya ini pake kartuku aja " Aluna sambil memberikan kartu kantin ke Liza.
" Alah gak usah Lun, santai aja gak seberapa ini "
" Gampang Lun, besok gantian yah " Liza senyum sambil menolak kartu kanti milik Luna.
" Ok deh makasih ya Liza " .
Liza dan Mita kemudian beranjak pergi.
" Kamu jangan ngerasa gak enak gitu Lun, beaok bisa bergantian lagian tenang aja Liza itu uang jajanya banyak" Maya dengan nada bercandanya membuat Luna makin nggak enak.
" Aku tu gak enak tau May, tapi beneran deh sekarang ada kalian aku jadi lebih nyaman sekolah disini "
__ADS_1
" Emang kenapa kamu gak suka sekolah di sini, awalnya aku jg gitu sih Lun tapi lama- lama setelah mengenal ni anak jadi kerasan " Maya sambil mencubit pipi Jenny
" hhahah iya Lun, ni orang segede gini cengeng dulunya tu. Masih mending kamu "
" Masa sih Jen " Aluna penasaran dengan pernyataan Jenny.
" Iyaa kan aku tu pindah ke sini terpaksa , demi nyokap biar nggak berantem sm bokap . jadi dulu tu aku sekolah negeri tapi karena sering berantem jadi dipindahin deh " ujar Maya sambil memanyunkan bibirnya.
" Masa kamu suka berantem sih May, tapi kok bisa jadi cengeng ya " tanya Luna meledek Maya.
" Gimana gak cengeng sekolahnya kaya penjara gini, gak bisa kabur semuanya serba CCTV , tapi sekarang udah berubah aku Lun. Udah jadi anak baik sekarang dah gak cengeng juga " Jelas Maya .
"Jenny Maya aku tadi heran deh liat Netta kok jadi pendiam gitu ya, jadi penasaran aku sama cerita kamu kemaren ?"
"Gimana gak jadi diem bisa digampar lagi dia sama Liza hahaha " Maya tertawa terbahak.
" Jadi tu dulu pernah Liza hajar tu Netta, Netta nyalahin dulu tapi dia gak tau kalau Liza itu juara Taekondo kejadian itu di semester akhir kelas 1 Lun. Pokoknya seruh deh LizA yang tadinya selalu diem lama-lama naik pitam dihajarlah tu Netta " timpal Jenny
" Ohh gitu to ceritanya, pantes dia tadi ngeliat aku sinis gitu Jen"
" Siapa yang sinis " tanya Maya.
" Ya Netta, dia mungkin mikir ya aku anak baru tapi bisa berteman dengan kalian " Jenny merasa bangga bisa berkawan dengan Jenny dan ke 4 teman barunya.
Tidak lama Liza dan Mita sudah terlihat memasuki pintu ruang basket. Liza dengan langakah gemulai membuat semua tidak mengira kalau dia adalah juara Taekondo. Pantas saja kalau Netta berani menggoda dan berbuat onar dengan Liza.
Terdengar sekelompok gadis tidak henti- hentinya bersorak memanggil nama Edo dan Candra saling bersautan. Aluna mulai memperhatikan para pemain basket, dia jadi penasaran mana yang namanya Edo dan mana yang namanya Candra.
__ADS_1
" ini Jen, lun minum kamu " Liza memberikan minuman untuk Jenny dan Luna.
" Makasih ya Liza " jawab Jenny dan Aluna bersamaan.