
" Jen, kok belum terdengar bel masuk ya ?" tanya Lina di tengah obrolan.
" Hari ini sampai besok belum ada pelajaran Lun, Guru - guru masih ada rapat dan juga pendampingan untuk siswa yang baru masuk "
" Ohh gitu , pantas saja di kantin malah semakin banyak yang dateng ".
" Nanti akan ada sirine tanda kita boleh pulang. Kita disini aja deh Lun ,lagian ngapain juga ke kelas ".
" Baiklah jen, kl gitu aku mau pesen gado- gado deh Jen, kamu mau ngaak ?"
" Boleh aku juga sudah laper " jawab Jenny.
Aluna melangkah memesan gado- gado .
" Gado - gado 2 ya bu " pesan Luna kepada penjaga stand .
" Kartunya kak "
" Maaf kartu apa ya ?" Luna bingung
Jenny yang mendengar langsung mendekati.
" Ini bu , maaf bu dia murid baru" Jenny memberikan kartu berwarna silver.
" Duhh ayah, lagi - lagi deh kok nggak bilang . Makan aja bayarnya pakai kartu sakti " Aluna semakin dobel kesel sama Ayahnya.
" Maaf ya jen aku gak tau kalau bayarnya nggak pake uang "
" Gak papa Lun, kamu kan memang masih baru. Lagian ini gunanya kita berteman " ujar Jenny membuat hati Luna bahagia.
########
__ADS_1
" Sayang , baru apa " tanya Ferdi dari balik telefon kepada istrinya.
" Ini mas habis nyiapin makan siang, trus nemenin Devan nonton kartun. Gmn mas ?"
" Nanti bibi yang akan membantumu di rumah akan datang ".
" iya , mas aku tunggu deh . Semoga kerasan sama kita disni " jawab Mira.
" Mas nanti kamu jemput Luna ya, kemungkinan dia pulang jam 12" lanjut kata Mira.
" Ok , siap laksanakan heheheh... aku juga mau pulang awal kok . Kamu mau nitip apa ?"
" Ga usah mas " Mira menyudahi pembicaraanya.
#######
Jenny dan Aluna sudah selesai menikmati gado - gado,
" Jen berarti mereka itu tahun lalu juga sekelas denganmu ?'
"Besok mereka sudah masuk ya ?"
" Iya, tadi aku sudah ceritakan tentangmu sama mereka "
"Ohhhyaaa !!" Aluna sangat senang.
" Yuk Jeen kita ke kelas " pinta Luna.
" Okay , ayuk ". Jenny menyetujui permintaan Luna.
########
__ADS_1
Sesampainya di kelas terlihat si Genk centil sedang duduk dengan semaunya, kakinya naik ke kursi dan dia duduk di meja, genk centil begitu Jenny menyebut teman sekelasnya yang selalu caper itu.
" Hhuufft... dibuangnya nafas kesal oleh Jenny karena melihat Netta sang ketua genk sedang duduk di mejanya.
Jenny sosok gadis yang tidak suka dengan kegaduhan sikapnya yang tenang namun tidak banyak bicara menyerupai sikap Aluna .
Melihat pemandangan itu Jenny hanya mengambil tasnya kemudian pindah duduk di kursi yang masih kosong berada di samping duduk Aluna.
" Dasar anak - anak karbitan belagunya minta ampun " cetus Jenny.
" Biarin aja Jen " Aluna hanya memandangi tingkah mereka dan lebih penting menenangkan Jenny .
" Biar besok dia mati kata kalau Liza udah masuk , soalnya aku tu males ngaladeni macam begitu Lun ".
" Sini Jen tulis no telfonmu di sini biar nanti aku simpan di rumah" pinta Luna.
Jenny menuliskan nomer hpnya di kertas memo pink yang di keluarkan dari tas Luna.
π―π―πΆπΆπΆπΆ
Waktunya pulang.
" Kamu pulangnya gimana Lun ?" tanya jenny
" Nanti aku jalan dulu sampai persimpangan, Ayahku kemungkinan sudah menungguku disana. Sebab hp ku sudah bergetar berkali- kali mungakin itu pesan dari Ayahku".
Jenny tanpa bertanya lagi sudah mengetahui alasan mengapa Luna seperti itu, kemudian mengajaknya untuk jalan pulang bersama. Kebetulan juga mobil angkutan yang biasa dinaiki oleh Jenny juga standby di sana.
" Kamu tu pengalaman banget ya Lun, menghadapi orang- orang seperti mereka " ujar Jenny sambil berjalan menuju persimpangan jalan raya.
" Gimana nggak hafal Jen , aku kan sudah beberapa kali pindah sekolah. Gimana pun sekarang aku harus antisipasi , sebab aku gak mau apa yang pernah menimpaku dulu terulang lagi" jawab Luna .
__ADS_1
" Itu Ayahku Jen, ayo aku kenalakan "
Aluna dan Jenny mempercepat langkah mereka mendekati mobil sedan berwarna grey metalik, dimana mobil itu parkir sejajar dengan angkot yang akan dinaiki Jenny.